Mataram — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI menggelar kegiatan Dirjen Menyapa dan Mendengar (Buda Sanggrahana) pada Rabu, 14 Januari 2026, di Ruang Sidang Lantai 14 Ditjen Bimas Hindu dan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti pejabat pusat dan daerah, rektor PTKHN se-Indonesia, kepala kanwil Kemenag Provinsi Bali, serta penyelenggara dan penyuluh Hindu. Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija, menekankan beberapa arahan strategis. Proses perubahan bentuk menjadi Universitas akan berlangsung pada Maret 2026, sehingga seluruh pihak harus segera melengkapi instrumen yang masih kurang agar persiapan berjalan lancar.

Dirjen juga menegaskan pentingnya menyiapkan anggaran untuk Media dan Humas sebagai garda terdepan dalam komunikasi dan publikasi program Ditjen Bimas Hindu. Selain itu, Dirjen mendorong dosen-dosen muda untuk menempuh studi di luar instansi saat ini dan memanfaatkan Beasiswa LPDP, agar kualitas SDM akademik terus meningkat dan berdaya saing. Menanggapi arahan Dirjen, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti langkah-langkah strategis tersebut. Rektor menegaskan bahwa akan melengkapi penyelesaian persyaratan perubahan bentuk menjadi Universitas dan melakukan pemetaan kebutuhan SDM agar dapat memenuhi standar akademik yang ditetapkan. “Kami akan memastikan seluruh dosen dan tenaga kependidikan mendapatkan kesempatan pengembangan diri, baik melalui studi lanjut maupun pelatihan profesional, sehingga kualitas pendidikan di IAHN Gde Pudja Mataram semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Rektor juga menekankan pentingnya anggaran media dan humas dalam mendukung program Ditjen Bimas Hindu agar informasi dan capaian perguruan tinggi dapat tersampaikan secara efektif kepada publik. Melalui kegiatan Dirjen Menyapa dan Mendengar ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif, responsif, dan berkelanjutan dalam pelaksanaan program Ditjen Bimas Hindu, sehingga mampu menjawab kebutuhan umat Hindu serta mendukung pembangunan bidang keagamaan yang inklusif dan Program ini bertujuan memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi antara pusat dan daerah, serta membangun pemahaman yang komprehensif dan berkelanjutan dalam pelaksanaan layanan keagamaan Hindu di Indonesia.
By:P26