Mataram, Friday, February 13, 2026 The English Dharma Discourse Training was successfully conducted on Friday, February 13, 2026, at the meeting room on the 2nd floor of the Rectorate Building of IAHN Gde Pudja Mataram. The program was organized by the Language Center (UPT Bahasa) with full support from the Institute for Research and Community Service (LPPM), as part of the institutions commitment to strengthening human resources in English proficiency integrated with Hindu religious values.
The activity was officially opened by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, S.Ag., S.E., M.Si., M.Pd., whose remarks highlighted the institutions strong encouragement for academic innovation, global engagement, and the dissemination of Dharma values through international languages.
The training was chaired by Dewi Kusumasanthi, B.Com.,MA., who led the organizing committee in coordinating the program. Under her leadership, the event brought together 21 selected participants, consisting of members of the academic community of IAHN Gde Pudja Mataram and students from several senior high schools in Mataram.
The training aimed to enhance participants competence in delivering Dharma discourses in English, an increasingly important skill in todays globalized world for academic purposes, religious outreach, intercultural dialogue, and cultural diplomacy. On the first day, two material sessions were delivered. The first session was presented by Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., who discussed the importance of English proficiency in the era of globalization. She emphasized that mastering English is essential for engaging in international communication, expanding academic opportunities, and disseminating Hindu teachings to a broader global audience.
The second session was delivered by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, who presented a lecture on The Strategic Role of Dharma Broadcasting in the Digital Era and Its Contribution to Asta Protas and the Sustainable Development Goals (SDGs). In his presentation, the Rector highlighted how digital platforms can be utilized to spread Dharma teachings effectively while supporting institutional strategic programs (Asta Protas) and contributing to global development agendas.
According to the organizing committee, the training also covers various essential topics, including the concept and structure of Dharma discourse, language usage in English and Sanskrit, public speaking techniques, and ethical communication based on Hindu values. The program is expected to produce participants who are capable of composing and delivering Dharma discourses in English in a clear, structured, and communicative manner, as well as to develop future Dharma speakers with strong linguistic competence and moral responsibility.
This activity is also expected to strengthen the institutions internationalization efforts and contribute positively to the improvement of human resource quality at IAHN Gde Pudja Mataram. The organizers expressed hope that the training will become a strategic step in preparing Dharma ambassadors capable of conveying universal Hindu values on the global stage while maintaining their cultural and spiritual identity.
By: DKS
Mataram, Friday, February 13, 2026 A vibrant spirit of unity and celebration filled the morning air as IAHN Gde Pudja Mataram held a grand fun walk themed United in Steps, Excellent in Works to commemorate its 25th Dies Natalis. The event brought together the entire academic community, Hindu organizations, and sponsors from various sectors in a lively show of solidarity and shared purpose.
The program was officially opened by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, with a ceremonial ribbon-cutting followed by the release of colorful balloons into the sky, symbolizing hope, progress, and the institutions continued contribution to society. In his remarks, the Rector expressed deep gratitude for the collective participation that reflected the institutes journey over the past quarter-century.
This 25th Dies Natalis is not merely a celebration of age, but a reflection of our commitment to excellence, service, and harmony, the Rector stated.
He emphasized that the fun walk embodied the spirit of togetherness and healthy living, aligning with the Sustainable Development Goals (SDGs) particularly good health and well-being, quality education, and partnerships for the goals.
He also noted that the activity resonates with the Asta Protas (Eight Priority Programs) of the Kementerian Agama RI, especially in strengthening religious harmony, environmental awareness, and community empowerment.
Following the walk, participants gathered for a tree-planting initiative around the campus grounds, reinforcing the institutions commitment to environmental stewardship and sustainable development. The celebration continued with a campus socialization session delivered by Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana, M.Ag., who shared insights on institutional development, academic opportunities, and the future direction of the university.
Excitement peaked during the door prize drawing, where attendees eagerly awaited the announcement of winners. The grand prizes, bicycles and a refrigerator, sparked cheers and applause, adding to the festive atmosphere.
The entire event unfolded in an orderly, lively, and warm atmosphere, strengthening bonds among participants and highlighting the enduring spirit of togetherness that defines IAHN Gde Pudja Mataram. As the institute steps into its next chapter, the celebration served as a powerful reminder that unity in movement can indeed lead to excellence in achievement.
BY:(DKS)
Mataram Dalam rangka memperingati Dies Natalis Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram ke-XXV, civitas akademika IAHN Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan jalan sehat yang berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, pukul 06.00 WITA, bertempat di Halaman Kampus IAHN Gde Pudja Mataram.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur internal dan eksternal kampus, antara lain Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Puskor, PSN, Dharma Wanita Persatuan (DWP) IAHN Gde Pudja Mataram, para pejabat di lingkungan kampus, tenaga pendidik dan kependidikan, serta mahasiswa. Suasana kebersamaan dan semangat kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan sejak pagi hari.
Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian utama perayaan Dies Natalis yang bertujuan membangun semangat hidup sehat sekaligus mempererat sinergi antarwarga kampus dan mitra strategis. Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi yang positif dalam memperkuat solidaritas civitas akademika.
Selain jalan sehat, rangkaian acara turut diisi dengan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang disampaikan oleh Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana, M.Ag. Sosialisasi ini bertujuan memperluas informasi mengenai program studi serta layanan pendidikan di IAHN Gde Pudja Mataram kepada masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, kegiatan Dies Natalis dirangkai dengan penanaman pohon di lingkungan Kampus IAHN Gde Pudja Mataram. Aksi ini menjadi simbol kepedulian institusi dalam mendukung terciptanya kawasan kampus yang hijau, asri, dan berkelanjutan.
Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Dies Natalis bukan hanya seremonial peringatan usia kampus, tetapi juga momentum reflektif untuk memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen kelembagaan.
Dies Natalis ke-XXV ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen IAHN Gde Pudja Mataram dalam mencetak SDM Hindu yang berkualitas, moderat, dan berdaya saing, ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat dan penanaman pohon merupakan wujud semangat kolektif civitas akademika dalam membangun institusi yang sehat secara fisik, kuat secara moral, serta responsif terhadap tantangan masa depan.
Melalui kegiatan ini, kita membangun semangat sehat, solid, dan bersinergi. Harapannya Dies Natalis ini menjadi pemantik semangat baru untuk kemajuan kampus, tambahnya.
Melalui rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-XXV ini, IAHN Gde Pudja Mataram berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi Hindu serta memperkuat kontribusi institusi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
BY:ADR
Mataram, 10 Februari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, S.Ag., S.E., M.Si., M.Pd., menghadiri kegiatan simakrama bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mataram, dan Kejari Lombok Timur yang berlangsung di Pura Pancaka, Mataram, Selasa (10/2).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat, Ketua PHDI Provinsi NTB beserta jajaran, serta Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan dan ketertiban umat Hindu di Nusa Tenggara Barat.
Simakrama yang berlangsung tanpa tema khusus tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara aparat penegak hukum, akademisi, dan para tokoh umat untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat serta mencari solusi terbaik secara bersama-sama.
Dalam arahannya, perwakilan Kejari Kota Mataram dan Kejari Lombok Timur menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan keamanan bersama di Lombok. Mereka mengajak umat Hindu untuk senantiasa berbuat baik, menjauhi tindakan melanggar hukum, serta turut menjaga ketentraman daerah.
Walaupun kita minoritas, kita adalah putra-putri daerah yang harus bangga dan ikut menjaga ketertiban serta keamanan Lombok. Jangan sampai terlibat dalam perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat, tegas perwakilan kejaksaan dalam kesempatan tersebut.
Setelah pengarahan dari pihak kejaksaan, sejumlah tokoh masyarakat turut menyampaikan pandangan dan contoh kasus yang berkembang di tengah umat. Di antaranya persoalan lahan Loang Baloq yang digunakan sebagai tempat pembuangan abu jenazah, dinamika politik yang berdampak pada kehidupan bermasyarakat, serta isu-isu sosial lainnya.
Pada kesempatan itu, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. I Wayan Wirata, menyampaikan pandangannya terkait penguatan peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan umat. Ia menyinggung perkembangan Program Magister serta persoalan lahan seluas 3,5 hektar di Sumbawa yang menjadi salah satu syarat pengembangan institusi menuju status universitas.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar proses pengembangan kelembagaan dapat berjalan lancar, sehingga kampus mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun pembinaan karakter generasi muda.
Simakrama kemudian berlanjut dengan penyampaian dari tokoh lainnya yang membahas berbagai kasus sosial di masyarakat, seperti kasus kekerasan dalam keluarga, anak yang melakukan tindakan ekstrem terhadap orang tua, hingga kasus anak bunuh diri akibat persoalan ekonomi dan kurangnya perhatian keluarga.
Pihak kejaksaan menegaskan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi hukum, penguatan peran keluarga, serta kolaborasi antara tokoh agama, lembaga pendidikan, dan aparat penegak hukum. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu berkonsultasi atau melapor apabila menghadapi persoalan hukum. Melalui simakrama ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan tokoh masyarakat demi terciptanya kehidupan yang harmonis, aman, dan berkeadilan di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Lombok.
BY:P26
Mataram, 11 Pebruari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma.SE., M.Si., M.Pd., menegaskan komitmennya dalam memperkuat inovasi dan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di lingkungan kampus melalui sinergi strategis bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan kunjungan dan koordinasi Kanwil Kementerian Hukum NTB yang berlangsung pada Rabu, 11 Pebruari 2026, bertempat di Ruang Senat IAHN Gde Pudja Mataram. Pertemuan ini membahas pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual sebagai wadah perlindungan dan pengelolaan hasil riset serta inovasi sivitas akademika.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa inovasi merupakan ruh perguruan tinggi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) disebutnya sebagai garda terdepan dalam melahirkan karya ilmiah, penelitian, serta produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
IAHN Gde Pudja Mataram siap memperkuat inovasi berbasis riset dan pengabdian. Dukungan Kementerian Hukum melalui pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual menjadi langkah konkret untuk memastikan setiap karya sivitas akademika terlindungi secara hukum dan memiliki nilai keberlanjutan, ujar Prof. Wayan Wirata.
Rektor juga menekankan bahwa penguatan Sentra KI sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam peningkatan mutu penelitian dan hilirisasi hasil riset. Menurutnya, budaya akademik harus dibangun tidak hanya produktif dalam menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kesadaran hukum terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.
Sementara itu, Kepala LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menyampaikan kesiapan LPPM untuk bersinergi aktif dengan Kanwil Kementerian Hukum NTB dalam proses pembentukan dan penguatan Sentra KI. Ia menjelaskan bahwa potensi luaran penelitian dosen dan inovasi mahasiswa di IAHN Gde Pudja Mataram sangat besar dan perlu difasilitasi secara sistematis.
Sinergi ini akan memperkuat tata kelola perlindungan karya ilmiah, buku, produk inovasi, maupun karya seni yang dihasilkan sivitas akademika. Dengan pendampingan dari Kementerian Hukum, kami optimis Sentra KI dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, ungkapnya.
Pihak Kanwil Kementerian Hukum NTB dalam kesempatan tersebut menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan teknis, edukasi, serta fasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual guna mendukung peningkatan kualitas inovasi di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan langkah strategis dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berdaya saing, terlindungi secara hukum, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
BY:P26
Mataram, 11 Pebruari 2026 Kantor Wilayah Kementerian Hukum Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram dalam rangka koordinasi pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual (KI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Pebruari 2026, bertempat di Ruang Senat IAHN Gde Pudja Mataram. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem riset, inovasi, dan perlindungan Kekayaan Intelektual di lingkungan akademik. Rombongan Kanwil Kementerian Hukum NTB dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah dan diterima langsung oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, jajaran pimpinan, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB menyampaikan komitmen untuk memberikan pendampingan, fasilitasi, serta dukungan teknis dalam proses pembentukan dan penguatan Sentra KI. Pembentukan Sentra KI dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan, sekaligus memberikan perlindungan hukum terhadap hasil karya sivitas akademika. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma.SE., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta dukungan Kanwil Kementerian Hukum NTB. Beliau menegaskan bahwa pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual merupakan langkah penting dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset dan inovasi. Sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri, IAHN Gde Pudja Mataram memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam menghasilkan karya ilmiah, inovasi, serta produk intelektual yang bermanfaat bagi masyarakat dan perlu dilindungi secara hukum.
Rektor juga menekankan bahwa penguatan Sentra KI sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam perspektif filosofi Hindu, langkah ini selaras dengan ajaran Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Sementara itu, Kepala LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas luaran penelitian dosen serta inovasi sivitas akademika. Ia menjelaskan bahwa LPPM sebagai motor penggerak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memiliki peran sentral dalam mendorong lahirnya karya-karya ilmiah, buku, produk inovasi, maupun karya seni yang berpotensi memperoleh perlindungan Kekayaan Intelektual.
.
Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi juga menyampaikan bahwa selama ini potensi kekayaan intelektual di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram cukup besar, namun masih memerlukan penguatan sistem pendampingan, literasi KI, serta tata kelola administrasi yang terintegrasi. Dengan adanya Sentra KI, diharapkan proses identifikasi, pendaftaran, hingga komersialisasi hasil penelitian dapat berjalan lebih optimal dan terarah.
Beliau menegaskan kesiapan LPPM untuk bersinergi dengan Kanwil Kementerian Hukum NTB dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada dosen serta mahasiswa, sehingga kesadaran akan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual semakin meningkat. Sentra KI diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan administratif, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun budaya inovasi dan perlindungan karya akademik secara berkelanjutan.
Kegiatan koordinasi ini berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di IAHN Gde Pudja Mataram. Kunjungan kerja ini menjadi awal kerja sama yang produktif dan berkelanjutan antara Kanwil Kementerian Hukum NTB dan IAHN Gde Pudja Mataram dalam mendukung penguatan riset, inovasi, dan perlindungan hukum atas karya intelektual demi kemajuan daerah dan bangsa.
BY:P26