Mataram, 5 Maret 2026 Fakultas Dharma Acarya IAHN Gde Pudja Mataram menggelar kegiatan Pembukaan dan Pelepasan Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri Goes To Pasraman dan Widyalaya pada Kamis (5/3/2026) di Ruang Pertemuan Lantai 2 kampus setempat. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan kampus, Ketua PHDI NTB, Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil NTB, Ketua DWP IAHN Gde Pudja Mataram, dosen pembimbing, serta mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan Fakultas Dharma Acarya, Prof. Dr. Siti Zaenab, S.Ag., M.Pd., CiQaR, dalam laporannya menyampaikan bahwa program Goes To Pasraman tahun ini akan dilaksanakan di 16 pasraman dan 2 widyalaya.
Setiap kelompok terdiri dari 5 hingga 10 orang mahasiswa dengan total peserta sebanyak 82 mahasiswa yang didampingi oleh 33 dosen pembimbing. Kami berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater selama pengabdian, serta senantiasa menanamkan moral, etika, dan kasih sayang dalam setiap aktivitas, tegasnya.
Sementara itu, Kepala LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Pd.H, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan menjaga dharma. Ia mengutip sloka Bhagavad Gita:
Yada yada hi dharmasya glanir bhavati Bharata,
Abhyutthanam adharmasya tadatmanam srijamy aham.
Setiap kali terjadi kemerosotan dharma dan meningkatnya adharma, maka pada saat itu Aku menurunkan diri-Ku.
Menurutnya, sloka tersebut mengingatkan bahwa pendidikan adalah sarana utama menjaga dharma. Program Go To Pasraman dan Go To Widyalaya menjadi bentuk nyata penguatan dharma melalui ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa dalam perspektif filsafat Hindu, pendidikan bukan sekadar transfer informasi, melainkan proses pencerahan diri (self enlightenment). Pendidikan merupakan jalan menuju kebijaksanaan (vidya) yang membebaskan manusia dari avidya (ketidaktahuan).
Ketua P3I (Perkumpulan Pendidik Pasaman Indonesia) Dekorwil Kota Mataram, Ir. Ni Nyoman Maryani, S.Ag, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor, Dekan Fakultas Dharma Acarya, dan Kepala LPPM atas perhatian serius terhadap peningkatan mutu pendidikan siswa di pasraman.
Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Wirata, secara resmi melepas mahasiswa peserta PKM. Dalam sambutannya, ia memaparkan tujuh permasalahan utama yang masih dihadapi pasraman di NTB, di antaranya kondisi sarana prasarana yang belum memadai, kurangnya dukungan orang tua dan minat siswa, belum jelasnya materi dan kurikulum, metode pembelajaran yang belum optimal, hingga belum adanya penghasilan memadai bagi pendidik pasraman.
Kami di IAHN ingin hadir membantu umat. Mari lebih banyak bekerja daripada mewacanakan. Dalam waktu dekat, kita juga akan melaksanakan program desa binaan sebagai bentuk penguatan berkelanjutan, ujarnya.
Melalui program PKM Goes To Pasraman dan Widyalaya ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan keagamaan Hindu dalam membangun generasi yang berkarakter, berilmu, dan berlandaskan dharma.
BY:P26
Mataram Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkum NTB) menggelar kegiatan Diseminasi Paten bertema Dari Inovasi Daerah Menuju Paten Bernilai Ekonomi di Hotel Aston Inn Mataram, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang dihadiri 100 Peserta dari instansi pemerintah daerah, 26 perguruan tinggi, SMK, asosiasi pengusaha, dan Komunitas ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Tahun 2026 sebagai Tahun Tematik Paten yang dicanangkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang dengan Dua sesi materi strategis yang saling melengkapi. Diseminasi ini menghadirkan 100 peserta Dari beragam latar belakang, mulai dari BRIDA, BAPPEDA, perguruan tinggi, hingga pelaku Usaha dan komunitas inovasi. Keragaman peserta ini mencerminkan bahwa paten menyangkut Ekosistem inovasi yang melibatkan banyak pihak. Kami berharap seluruh peserta memperoleh Pemahaman komprehensif agar ide-ide brilian dari NTB dapat terlindungi secara hukum dan Bernilai ekonomi, ujarnya.
Kepala Kanwil Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, secara resmi membuka Kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa NTB memiliki potensi Inovasi yang luar biasa di berbagai sektor, mulai dari teknologi pengolahan hasil pertanian dan Perikanan hingga produk herbal dan pangan lokal. Potensi ini tidak akan berarti tanpa Perlindungan hukum yang memadai. Paten hadir sebagai solusi untuk melindungi karya Intelektual sekaligus menjadikannya aset yang berdaya ungkit ekonomi. Saya mengajak Seluruh pihak untuk bersinergi membangun ekosistem paten yang kuat di NTB. Ingatlah, paten Adalah investasi, bukan biaya, tegas I Gusti Putu Milawati.
Ia juga menyampaikan bahwa Kanwil Kemenkum NTB telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagai wujud komitmen menjaga integritas Pelayanan publik. Sesi pertama diisi oleh Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., yang memaparkan kebijakan riset dan inovasi daerah. Beliau menyoroti peran paten, Dalam meningkatkan daya saing produk lokal, kepercayaan investor, serta posisi tawar NTB di Pasar nasional dan global. BRIDA NTB juga telah menyelesaikan test report terhadap 51 unit Prototipe permesinan sebagai langkah menuju paten dan hilirisasi. Sesi kedua disampaikan oleh I Nyoman Mas Sumerta Jaya dari Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum NTB, yang mengupas teknis pendaftaran paten mulai Dari penelusuran kebaruan, penyusunan dokumen, hingga pemeriksaan substantif.
Beliau juga Menginformasikan bahwa biaya permohonan paten bagi lembaga pendidikan dan litbang Dimulai dari Rp. 200.000 untuk paten sederhana dan Rp. 350.000 untuk paten biasa sesuai PP No. 45 Tahun 2024. Pada kesempatan ini Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Ketua LPPM Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag. menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Sebagai pusat kajian Hindu Di NTB, IAHN Gde Pudja Mataram melihat peluang besar untuk mengembangkan inovasi Berbasis kearifan lokal Hindu Nusantara.
Dalam tradisi Hindu terkandung banyak kearifan pengetahuan yang berpotensi Menjadi inovasi bernilai paten, mulai dari teknologi pengolahan bahan upakara, formulasi Herbal berbasis lontar, hingga preservasi warisan budaya berbasis digital. Kami berharap IAHN Gde Pudja dapat menjadi pelopor dalam mengintegrasikan kearifan lokal Hindu dengan Inovasi modern yang terlindungi paten, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana sebagai Fondasi inovasi berkelanjutan, ungkap Dr. Sinar.
Pihak LPPM juga berkomitmen untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan Mengadakan sosialisasi internal bagi dosen dan peneliti, membentuk tim pendampingan Kekayaan intelektual, serta menjalin kerja sama lebih erat dengan Kanwil Kemenkum NTB dan BRIDA Provinsi NTB. Diseminasi ini diharapkan menjadi tonggak peningkatan pendaftaran paten dari NTB, Memperkuat posisi provinsi sebagai daerah inovatif dan berdaya saing dalam mewujudkan visi Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia
BY:A9
Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram hosted a Sharing Session organized by the Center for Religious Education Financing (Puspenma), Secretariat General of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia, on Thursday, February 26, 2026, at Golden Palace Hotel. The session highlighted policies on human resource development for religious higher education through scholarship services and research funding schemes.
The Puspenma delegation was represented by Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., Head of the Center for Religious Education Financing, and Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med., Head of the Education Investment, Cooperation, and Research Team. Their presence aimed to disseminate information and strengthen collaboration with religious higher education institutions, particularly in expanding access to scholarships and research support. The event commenced with a welcoming address by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. In his remarks, the Rector warmly welcomed the Puspenma representatives and expressed sincere appreciation for their visit. He also raised several questions regarding the requirements for obtaining scholarships and the procedures for registering as research reviewers. Furthermore, he conveyed the institutions hope that IAHN Gde Pudja Mataram would be given broader opportunities to access research grants and scholarship programs.
The Rector also encouraged participants, consisting of lecturers and institutional officials, to carefully follow the presentation of programs and schemes offered during the session. He emphasized the strategic role of the Institute for Research and Community Service (LPPM) as the navigator in coordinating and facilitating participation in these opportunities. During the Sharing Session, the Puspenma team presented an overview of various scholarship pathways, research funding mechanisms, partnership opportunities, and policies designed to enhance the quality and competitiveness of human resources within religious higher education institutions. The discussion also covered administrative procedures, selection criteria, and strategic directions for future program development.
The session proceeded in a constructive, orderly, and conducive atmosphere, marked by active engagement and enthusiasm from participants. The visit was particularly significant as IAHN Gde Pudja Mataram became the first Hindu Religious Higher Education institution to be visited by Puspenma for this sharing session, marking an important milestone in expanding collaboration with Hindu higher education institutions. The event is expected to strengthen institutional readiness in accessing national scholarship and research programs, thereby contributing to the advancement of academic excellence at IAHN Gde Pudja Mataram.
BY:(DKS)
Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bersama Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Kamis, 26 Februari 2026, bertempat di Hotel Golden Palace. Kegiatan ini mengangkat tema kebijakan pengembangan sumber daya manusia perguruan tinggi keagamaan melalui layanan beasiswa dan pendanaan riset.
Delegasi Puspenma diwakili oleh Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., selaku Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, serta Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med., Ketua Tim Investasi Pendidikan, Kerja Sama, dan Riset. Kehadiran keduanya bertujuan untuk menyosialisasikan berbagai program strategis sekaligus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi keagamaan, khususnya dalam memperluas akses terhadap beasiswa dan dukungan pendanaan penelitian. Kunjungan ini menjadi istimewa karena IAHN Gde Pudja Mataram merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu pertama di Indonesia yang dikunjungi oleh Puspenma dalam rangka sosialisasi kebijakan tersebut.
Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kehadiran tim Puspenma. Beliau juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait ketentuan perolehan beasiswa serta mekanisme pendaftaran sebagai Reviewer penelitian. Selain itu, Rektor menyampaikan harapan agar IAHN Gde Pudja Mataram memperoleh peluang yang lebih luas dalam mengakses dana hibah penelitian maupun program beasiswa. Rektor juga mengingatkan para peserta yang terdiri atas dosen dan pejabat di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram untuk menyimak dengan saksama pemaparan program dan berbagai skema yang ditawarkan. Ia menekankan peran strategis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai navigator dalam mengoordinasikan serta memfasilitasi partisipasi institusi terhadap peluang tersebut.
Dalam sesi pemaparan, tim Puspenma memberikan gambaran umum mengenai jalur-jalur beasiswa, mekanisme pendanaan riset, peluang kerja sama, serta arah kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia perguruan tinggi keagamaan. Selain itu, dijelaskan pula prosedur administratif, kriteria seleksi, serta strategi pengembangan program ke depan. Kegiatan berlangsung dengan baik, lancar, dan kondusif, disertai antusiasme serta partisipasi aktif dari para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan dan layanan pembiayaan pendidikan, meningkatnya kesiapan dosen dalam mengakses program beasiswa dan hibah penelitian, bertambahnya jumlah Reviewer dari IAHN Gde Pudja Mataram, serta terwujudnya penguatan kapasitas kelembagaan dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
BY:(DKS)
Mataram, Selasa, 26 Januari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian salah satu dosen IAHN Gde Pudja Mataram yang berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat cumlaude Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Mataram.
Dosen tersebut, Dr. Ni Wayan Sri Diani, berhasil menyelesaikan studi doktoralnya pada Ilmu Hukum dengan IPK 3,97 dalam masa studi 2 tahun 6 bulan. Pada Ujian Terbuka Disertasi yang dilaksanakan secara terbuka, ia mempertahankan disertasi berjudul Rekonstruksi Hukum Jaminan Fidusia yang Berkepastian Hukum dan Berkeadilan, yang dinilai memberikan kontribusi akademik dan praktis dalam pengembangan hukum jaminan di Indonesia. Ujian Terbuka Disertasi tersebut dinilai oleh majelis penguji yang terdiri dari para akademisi senior dan berkompeten di bidangnya, serta turut dihadiri secara langsung oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram beserta jajaran pimpinan dan sivitas akademika, sebagai bentuk dukungan institusional dan apresiasi atas capaian akademik yang diraih.
Adapun Majelis Penguji Ujian Terbuka Disertasi terdiri atas:
1.Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, S.H., M.H. (Ketua Majelis)
2.Prof. Dr. H. Djumardin, S.H., M.Hum. (Promotor)
3.Prof. Dr. H. Salim HS, S.H., M.S. (Ko-Promotor I)
4.Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. (Ko-Promotor II)
5.Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H., M.H. (Penguji Eksternal Universitas Sebelas Maret)
6.Prof. Dr. H. Zainal Asikin, S.H., S.U. (Penguji)
7.Prof. Dr. H. Sudiarto, S.H., M.Hum. (Penguji)
8.Prof. Dr. H. Hirsanuddin, S.H., M.Hum. (Penguji)
9.Dr. Eduardus Bayo Sili, S.H., M.H. (Penguji)
Rektor menegaskan bahwa capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi.
Prestasi ini menunjukkan kualitas akademik dosen IAHN Gde Pudja Mataram yang unggul dan berdaya saing nasional. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kompetensi dan produktivitas akademik, ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor berharap gelar doktor yang diraih dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram.
By: P26
Mataram, Jumat, 27 Februari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian salah satu dosen yang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Akuntansi dengan predikat cumlaude dalam masa studi 2 tahun 6 bulan di Universitas Brawijaya. Dosen tersebut, Ni Putu Ari Aryawati (NIM 237020300111014), menempuh pendidikan pada Program Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Ia dinyatakan lulus setelah menjalani Ujian Akhir Disertasi yang merupakan Tahap 8 dari 9 tahapan disertasi. Ujian dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 13.00 WIB secara hybrid, bertempat di Ruang 5.5 Gedung F Lantai 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Dalam disertasinya yang berjudul Mozaik Kerangka Kerja Pengawasan Internal Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu: Integrasi Nilai Tri Kaya Parisudha, Ni Putu Ari Aryawati mengkaji model pengawasan internal pada Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu dengan mengintegrasikan nilai luhur Tri Kaya Parisudha sebagai landasan etis dan spiritual dalam tata kelola kelembagaan.
Ujian dipimpin oleh Ketua Sidang Ujian Akhir Disertasi selaku KPS S3 Akuntansi, dengan tim promotor dan penguji yang terdiri dari:
Promotor: Prof. Iwan Triyuwono, S.E., Ak., M.Ec., Ph.D.
Ko-Promotor 1: Dr. Drs. Roekhudin, Ak., M.Si.
Ko-Promotor 2: Dr. Dra. Endang Mardiati, Ak., M.Si.
Penguji 1: Prof. Eko Ganis Sukoharsono, S.E., M.Com.Hons., Ph.D.
Penguji 2: Abdul Ghofar, S.E., M.Si., DBA., Ak.
Penguji 3: Noval Adib, S.E., M.Si., Ak., Ph.D.
Penguji Eksternal: Prof. Dr. I Wayan Suartana, S.E., M.Si., Ak.
Rektor Prof. Wayan Wirata menyampaikan bahwa capaian ini merupakan prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi yang bersangkutan secara pribadi, tetapi juga bagi institusi.
Keberhasilan meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dalam waktu 2,6 tahun menunjukkan dedikasi, integritas akademik, dan komitmen luar biasa. Kami berharap capaian ini semakin memperkuat kualitas tridharma perguruan tinggi di IAHN Gde Pudja Mataram, khususnya dalam penguatan tata kelola berbasis nilai-nilai keagamaan Hindu, ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa integrasi nilai Tri Kaya Parisudha dalam kerangka pengawasan internal menjadi kontribusi ilmiah yang relevan bagi pengembangan tata kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu di Indonesia. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik, memperluas jejaring keilmuan, serta menghasilkan riset yang berdampak bagi penguatan kelembagaan dan pembangunan masyarakat.
BY:P26