background

BERITA

Berkolaborasi dengan PHDI Pusat, IAHN Gde Pudja Mataram Sukses Seminarkan Pedoman Diksa Dwijati Umat Hindu di Indonesia


Image

Mataram - Pedoman diksa dwijati umat Hindu diseminarkan di IAHN Gde Pudja Mataram pada Sabtu (7/10/2023) kemarin. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. didaulat oleh PHDI Pusat untuk menjadi Ketua Panitia Pelaksana.
Seminar Nasional Pedoman Diksa Dwijati Umat Hindu Tahun 2023 dilaksanakan secara hybrid. Secara luring dilaksanakan di Aula Lantai 3 IAHN Gde Pudja Mataram. Sedangkan secara daring dilakukan melalui aplikasi Zoom dan Youtube.
Seminar nasional dibuka oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. secara virtual melalui Zoom. Sedangkan peserta yang hadir mencapai ribuan peserta secara luring dan daring.
Tidak kurang dari 300 orang secara langsung hadir di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram. Peserta yang hadir terdiri dari Manggalaning Dharma Adyaksa PHDI Pusat, Walaning Dharma Adyaksa PHDI Pusat, Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat, Sekretaris Umum PHDI Pusat, Ketua dan Perwakilan Ormas Hindu Tingkat Nasional, Ketua Dharma Upapati PHDI Provinsi NTB, Ketua PHDI Provinsi Bali, Ketua PHDI Provinsi NTB, Sulinggih se Pulau Lombok, Perwakilan Pemangku se Pulau Lombok, Ketua PHDI Kabupaten/Kota se NTB, Ketua Organisasi Keagamaan Hindu se NTB, Ketua Pasraman se Pulau Lombok, dosen, mahasiswa serta masyarakat umum.
Pada seminar tersebut menghadirkan dua orang narasumber, diantaranya Prof. Dr. Drs. I Made Surada, M.A., akademisi UHN I Gusti Bagus Sugriwa sekaligus sebagai Ketua Tim Penyusunan Pedoman Diksa Dwijati Umat Hindu dari PHDI Pusat dan Dr. Ir. I Ketut Puspa Adnyana, M.T.P., Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat yang juga menjabat Ketua STAH Bethara Guru Kendari, Sulawesi Tenggara.
Sedangkan pembahas yang hadir dalam seminar nasional tersebut diantaranya:
1. Ida Pedanda Gde Kerta Arsa, Ketua Dharma Upapati PHDI NTB.
2. Drs. Ida Bagus Heri Juniawan, M.Si., Ketua Pusat Kajian Lontar IAHN Gde Pudja Mataram.
3. drh. Ida Bagus Windia, Ph.D., Perwakilan ICHI NTB.
4. Ketua PHDI Provinsi seluruh Indonesia.
5. Perwakilan PTKH seluruh Indonesia.
6. Sulinggih/Pandita se Pulau Lombok.
Seminar tersebut menghasilkan pedoman Diksa Dwijati Umat Hindu di Indonesia yang secara subtantif menekankan pentingnya persyaratan khusus bagi calon sulinggih sebelum dilakukan diksa. Selain itu pula ditentukan persyaratan khusus bagi calon nabe dalam proses diksa pariksa. (pm)

Bagikan berita: