Dengan ini diumumkan hasil seleksi gelombang II Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program
Sarjana (S1) dan Program Pascasarjana (S2) IAHN Gde Pudja Mataram T.A 2021/2022. Untuk halhal yang berkenaan dengan daftar ulang akan diinformasikan lebih lanjut melalui website PMB
IAHN Gde Pudja Mataram. Demikian pengumuman ini kami sampaikan, atas perhatiannya
diucapkan terima kasih.
BERITA
Berita Terbaru
IAHN GDE PUDJA MATARAM GELAR WISUDA KE-25 BERTEPATAN DIES NATALIS PERAK
Mataram, 21 Februari 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar Wisuda Program Pascasarjana (S2) ke-XII dan Program Sarjana (S1) ke-XXV yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-XXV. Sebanyak 23 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung khidmat. Acara diawali dengan Puja Astuti dan pembacaan sloka, dilanjutkan dengan pembukaan sidang oleh Ketua Senat. Prosesi juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Kebesaran Vagiswari Guna Paraga yang merepresentasikan Dewi Saraswati sebagai simbol ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan kewibawaan. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas capaian akademik yang diraih. Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat. Jadilah lulusan yang unggul, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan umat, ujarnya. Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., menekankan pentingnya peran strategis lulusan perguruan tinggi keagamaan dalam memperkuat nilai moderasi beragama. Lulusan perguruan tinggi keagamaan Hindu harus menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang harmonis, berintegritas, serta adaptif terhadap tantangan global, tegasnya. Pada kesempatan yang sama, orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Joko Prayitno, S.Ag., S.T., M.Pd.H. dengan judul Pengembangan Destinasi Wisata Hindu Pura di Pesisir Pantai Lombok untuk Penguatan Regeneratif Tourism dalam Mendukung Agenda NTB Makmur Mendunia. Orasi tersebut menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata berbasis nilai spiritual dan keberlanjutan sebagai kekuatan ekonomi daerah. Prosesi wisuda ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor, penyerahan ijazah kepada lulusan program magister dan sarjana, pembacaan janji wisudawan, serta doa penutup. Dengan pengukuhan 23 lulusan baru, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia Hindu yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. By: P26
Minggu, 22 Februari 20262026 STRATEGIC DIRECTION SESSION AT IAHN GDE PUDJA MATARAM REINFORCES INTEGRITY, COLLABORATION, AND INSTITUTIONAL TRANSFORMATION
Mataram, 22 February 2026 A strategic policy briefing by the Directorate General of Hindu Community Guidance of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia took place on Sunday at the 3rd Floor Hall of the Rectorate Building of IAHN Gde Pudja Mataram. The event gathered all State Civil Apparatus (ASN) within the institute to receive the 2026 Policy Direction delivered by the Director General, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. The session was opened by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., who expressed his deep appreciation for the Director Generals visit to the campus. He noted that the presence of the Director General not only strengthened institutional ties but also provided valuable enlightenment regarding the strategic direction of policies that will guide the institutes future development. The Rector emphasized that such direct engagement is highly meaningful for ASN in aligning institutional programs with national priorities. In his address, Prof. Duija underscored the urgency of self-management, adaptive leadership, and continuous innovation in navigating rapid organizational change. He encouraged civil servants to cultivate growth potential rather than relying solely on perceived natural talent, stressing that leadership development programs significantly enhance organizational performance. He also highlighted the role of ASN as knowledge workers who must continuously strengthen competence, professionalism, and innovation to remain relevant in an era of accelerating technological and social transformation. Leadership effectiveness emerged as a central message of the policy direction. Prof. Duija explained that leaders can either drive or hinder change depending on their adaptability and approach. Responsive, contextual, and transformative leadership, he stated, is essential for building resilient institutions capable of addressing future challenges. An additional key point of the Director Generals presentation emphasized the importance of self-management, continuous learning, and adaptive leadership among civil servants in facing rapid changes in technology, organizational dynamics, and societal expectations. He highlighted that ASN must evolve into proactive knowledge workers who cultivate innovation, strengthen professionalism, and remain responsive to change, as effective leadership can serve either as a driving force or a barrier to institutional progress. Through this perspective, all personnel at IAHN Gde Pudja Mataram were encouraged to continuously develop their potential to support sustainable institutional transformation and national service. The briefing concluded with a call for all ASN at IAHN Gde Pudja Mataram to reinforce integrity, collaboration, and commitment in implementing the 2026 policy agenda, followed by an interactive question-and-answer session that allowed participants to engage directly with the policy direction. The event unfolded in a conducive, orderly, and warm atmosphere, reflecting a shared spirit of dedication and mutual respect among participants and leadership. BY:(DKS)
Minggu, 22 Februari 2026DIRJEN BIMAS HINDU DORONG DOSEN DAN GURU BESAR TURUN KE MASYARAKAT DAN BERKONTRIBUSI NYATA : DOSEN MUDA UNTUK LANJUT STUDI DI LUAR KAMPUS
Prof. Nengah Duija, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, menegaskan pentingnya peran aktif dosen dan guru besar untuk turun langsung ke masyarakat serta memperkenalkan diri sebagai bagian dari pengabdian dan kontribusi nyata bagi umat Hindu. Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke XXV dan Wisuda Sarjana ke XXV serta Wisuda Pascasarjana ke-XII IAHN Gde Pudja Mataram, Sabtu (21/2/2026), di Aula Lantai 3 Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram. Saya ingin kampus ini menjadi kampus berdampak. Mari para dosen dan mahasiswa turun ke masyarakat. Jadilah dosen dan guru besar yang dikenal dan dikenang oleh umat. Mulailah memperkenalkan diri ke masyarakat sebagai wujud pengabdian kita, tegas Prof. Duija. Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan Hindu tidak cukup hanya menjalankan fungsi akademik di dalam kampus, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan. Dosen dan guru besar diharapkan mampu menjadi figur pemersatu serta penggerak harmoni umat. Selain itu, Prof. Duija juga mendorong para dosen muda untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di kampus kampus terbaik, termasuk memanfaatkan peluang beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dosen-dosen muda harus berani melanjutkan studi di luar. Jangan kuliah di tempat yang sama, apalagi di kampus sendiri. Kita perlu pengalaman, jejaring, dan perspektif baru untuk memperkaya kampus ini, pesannya. Ia menekankan bahwa mobilitas akademik menjadi kunci dalam membangun kualitas perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif. Dengan pengalaman belajar di luar daerah bahkan luar negeri, dosen diharapkan mampu membawa inovasi serta memperluas wawasan keilmuan di lingkungan kampus. Dalam kesempatan itu, Prof. Duija juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesamaan persepsi tentang spiritualitas dan makna upacara keagamaan agar nilai-nilai luhur tidak tergerus oleh kepentingan pragmatis. Kita ini termasuk generasi penikmat, bukan generasi pejuang. Jangan sampai generasi berikutnya menjadi generasi penjual jika tidak ada persepsi yang sama tentang spiritualitas upacara keagamaan, ujarnya. Momentum Dies Natalis ke-25 ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan sinergi antara kampus, rektorat, PHDI, tokoh umat, dan tokoh puri dalam membangun pendidikan Hindu yang unggul, adaptif, dan berdampak luas bagi masyarakat. BY:P26
Minggu, 22 Februari 2026RECTOR MEETS WEST NUSA TENGGARA GOVERMENT TO ACCELERATE TRANSFORMATION TOWARD UNIVERSITY STATUS
Mataram, Friday, 20 February 2026 The Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, held an official audience today with the Governor of West Nusa Tenggara, Lalu Muhamad Iqbal, at the Governors Office to discuss the institutions strategic transition toward full university status, following guidance from the Minister of Religious Affairs urging accelerated transformation with strong support from the provincial government. The audience was attended by the Rector of UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, the Chair of the Senate of IAHN Gde Pudja Mataram, the Vice Rector for Academic Affairs, Student Affairs, Institutional Development, and Cooperation, the Vice Rector for General Administration, Planning, and Finance, the Head of the Bureau of General Administration, Academic and Student Affairs (AUAK), the Head of General Affairs and Academic Services Division, the Chair of the Internal Supervisory Unit (SPI), the Head of Academic Services Subdivision, as well as several community leaders, representatives of PHDI NTB, PSN Province, and PSN City. During the meeting, the Rector conveyed the Ministrys recommendation that the institutional upgrade be expedited. Governor Iqbal expressed firm readiness to support the transition, emphasizing that diversity among institutions is a source of collective strength meant to complement one another rather than create divisions. He encouraged the institution to promptly complete all required administrative and academic prerequisites, including the provision of land for new campus buildings. The transformation into a university is viewed as a pivotal step to broaden the scope of faculties and study programs, enhance national and international competitiveness, and strengthen the implementation of the Tri Dharma of higher education, i.e. education, research, and community service. The Governor noted that achieving university status would position the institution to play a more significant role in regional development and global academic engagement. The presence of the Rector of UIN Mataram signalled cross-institutional encouragement for the transformation agenda, reflecting a shared commitment among higher education leaders in the province to foster progress through collaboration and mutual support. In addition, the Minister underscored the importance of synergy among higher education institutions. Collaborative research and development initiatives were highlighted as key drivers for innovation, quality improvement, and sustainable academic growth. Strengthened inter-campus partnerships are expected to accelerate institutional progress while contributing to the advancement of knowledge and community empowerment. The audience concluded with a shared commitment between the Rector and the Governor to maintain close coordination in facilitating the transformation process, marking an important milestone in the institutions journey toward becoming a comprehensive university. By: DKS
Jumat, 20 Februari 2026REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM DAN REKTOR UIN MATARAM AUDIENSI DENGAN GUBERNUR NTB, PERKUAT SINERGI PERGURUAN TINGGI DAN PEMERINTAH DAERAH
Mataram, Jumat 20 Februari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Wayan Wirata, bersama Rektor UIN Mataram, Prof. Masnun, melaksanakan audiensi dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, Jumat (20/2/2026), dalam rangka memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Provinsi NTB. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat kolaborasi lintas perguruan tinggi keagamaan negeri di NTB dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Kedua rektor sepakat bahwa kampus memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam penguatan sumber daya manusia, riset kebijakan, serta pengabdian kepada masyarakat. Prof. Wayan Wirata menegaskan komitmen IAHN Gde Pudja Mataram untuk berkontribusi aktif melalui pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai kearifan lokal, moderasi beragama, serta penguatan karakter kebangsaan. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah akan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nyata dan terarah. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Wayan Wirata juga menyampaikan harapan dan kesiapan institusi dalam mendorong transformasi IAHN Gde Pudja Mataram menjadi universitas. Ia menjelaskan bahwa peningkatan status kelembagaan ini penting untuk memperluas cakupan keilmuan, memperkuat daya saing, serta meningkatkan kontribusi kampus dalam pembangunan daerah dan nasional. Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB, Dr. Haji Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub.Int., menyampaikan komitmennya untuk siap mendukung transformasi IAHN menjadi universitas. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan memberikan dukungan penuh sesuai kewenangan daerah, termasuk melalui penguatan rekomendasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Perbedaan kita itu kekayaan dan untuk saling melengkapi, bukan untuk memisahkan, ujar Gubernur. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki NTB merupakan modal sosial yang besar dalam membangun daerah, termasuk dalam penguatan institusi pendidikan tinggi keagamaan. Sementara itu, Prof. Masnun menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun harmoni sosial di NTB yang majemuk. Ia menyampaikan bahwa kerja sama antara IAHN Gde Pudja Mataram dan UIN Mataram dapat menjadi model kolaborasi perguruan tinggi keagamaan dalam mendukung program prioritas daerah, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama konkret antara Pemerintah Provinsi NTB, IAHN Gde Pudja Mataram, dan UIN Mataram dalam mewujudkan pembangunan NTB yang inklusif, berkelanjutan, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang harmonis dan moderat, sekaligus memperkuat langkah transformasi IAHN menuju universitas. By: P26
Jumat, 20 Februari 2026GUBERNUR NTB SIAP DUKUNG TRANSFORMASI IAHN GDE PUDJA MATARAM MENJADI UNIVERSITAS
Mataram, Jumat 20 Februari 2026 Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung transformasi IAHN Gde Pudja Mataram menjadi universitas. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi yang dipimpin langsung oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Gubernur NTB tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat komitmen bersama mendorong peningkatan status kelembagaan IAHN menjadi universitas. Dr. Haji Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub.Int., menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB siap memberikan dukungan sesuai kewenangan daerah, termasuk penguatan rekomendasi, fasilitasi koordinasi dengan pemerintah pusat, serta sinergi program pembangunan yang sejalan dengan arah pengembangan institusi. Menurutnya, peningkatan status IAHN menjadi universitas merupakan langkah penting dalam memperluas cakupan keilmuan, meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, serta memperkuat kontribusi akademik dalam pembangunan daerah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman sebagai fondasi pembangunan NTB. Perbedaan kita itu kekayaan dan untuk saling melengkapi, bukan untuk memisahkan, tegas Gubernur. Audiensi dihadiri oleh Rektor UIN Mataram Prof. Masnun sebagai bentuk dukungan pada langkah transformasi IAHN menjadi Universitas. Turut hadir Ketua Senat IAHN Gde Pudja Mataram, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan dan Kerja Sama, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Kepala Biro AUAK, Kabag Umum dan Layanan Akademik, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), Kasubbag Layanan Akademik, serta sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan PHDI NTB, PSN Provinsi, dan PSN Kota. Transformasi IAHN Gde Pudja Mataram menjadi Universitas diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi keagamaan di NTB serta mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang harmonis dan moderat. By: P26
Jumat, 20 Februari 2026