Lembar - Dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Ekonomi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Dusun Karang Anyar Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. PkM Prodi Ekonomi Hindu diselenggarakan sejak 15 Juli 2023 dan resmi ditutup oleh Koprodi Ekonomi Hindu, Ni Putu Anom Pancawati, M.Ak. kemarin (19/07/2023).
Kegiatan PkM diikuti oleh warga Hindu di Dusun Karang Anyar, Kepala Desa Jembatan Kembar, Ketua PHDI Lobar, PHDI Lembar dan unsur Toga dan Toma didaerah tersebut. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Drs. I Wayan Sumertha, M.Ag.
Selama PkM, warga secara antusias hadir Bale Banjar Bhakti Dharma Sari di Karang Anyar. Warga dewasa hingga anak-anak antusias mengikuti pendampingan dari pembina PkM.
Usai pelaksanaan PkM masyarakat lebih memahami tentang pengelolaan lahan kering dan manajemen KUB dengan baik. Hal itu diimplementasikan oleh KUB Kelompok Tani Jagung di daerah setempat.
Selain fokus pada pendampingan usaha dan pengelolaan lahan, tim PkM juga memberikan pembinaan generasi muda terkait seni dan praktik keagamaan. Diantaranya anak-anak Pasraman ditempat itu diberikan pembinaan tentang Yoga, Tari dan ritual keagamaan Hindu lainnya. (pm)
BERITA
Berita Terbaru
PERKUAT KOLABORASI, REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM BANGUN SINERGI DENGAN TOKOH AGAMA DAN TOKOH MASYARAKAT NTB
Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram mengawali tahun 2026 dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi bersama tokoh agama, tokoh umat, dan tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui kegiatan Simakrama, Jumat (9/1/2026), di Lantai III Gedung Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan Simakrama tersebut menjadi ruang pertemuan strategis antara pimpinan perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan umat Hindu di NTB untuk membangun kesepahaman bersama dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Hindu negeri. Simakrama dihadiri oleh para Sulinggih/Pandita, yakni Ida Pedanda Gde Kerta Arsa, Ida Pedanda Gde Oka Keniten, dan Ida Pedanda Nirarsa, serta pimpinan lembaga dan organisasi keumatan Hindu di NTB. Hadir pula perwakilan PHDI, WHDI, PSN, Prajaniti, PUSKOR, ICHI, PD KMHDI, PERADAH, Sarati Banten Indonesia Provinsi NTB, serta Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata A., Ma.SE., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan fondasi penting dalam memajukan IAHN Gde Pudja Mataram. Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan dan gagasan dari berbagai elemen umat menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu kelembagaan, akademik, dan pelayanan kepada masyarakat. IAHN Gde Pudja Mataram tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan, masukan, dan kolaborasi dengan para tokoh umat dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan institusi, ujar Rektor. Sambrama Wacana juga disampaikan oleh Ratu Prande Kerta Arsa yang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi Hindu di NTB. Beliau juga mengusulkan agar dilaksanakan persembahyangan bersama setiap Purnama yang dipuput oleh Pedanda sebagai bagian dari penguatan spiritual sivitas akademika. Dalam sesi dialog, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menyampaikan sejumlah masukan strategis terkait rencana transformasi IAHN Gde Pudja Mataram menjadi universitas. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, penguatan peran alumni, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk wacana pembentukan Fakultas Kedokteran yang didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). Tokoh masyarakat NTB turut mendorong agar dosen IAHN Gde Pudja Mataram lebih aktif terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui pendampingan penyusunan awig-awig di tingkat banjar. Keterlibatan tersebut dinilai strategis dalam mendukung penerapan restorative justice dan penyelesaian persoalan sosial berbasis kearifan lokal, terutama melalui peran Program Studi Hukum. Sementara itu, perwakilan Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) mengapresiasi langkah-langkah pengembangan IAHN Gde Pudja Mataram dan berharap institusi ini mampu merumuskan Pola Ilmiah Pokok (PIP) sebagai ciri khas pengembangan keilmuan perguruan tinggi Hindu yang berkontribusi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. ICHI juga menekankan pentingnya data demografi umat Hindu yang akurat sebagai dasar perencanaan program. Kegiatan Simakrama berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh kekeluargaan. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara IAHN Gde Pudja Mataram dengan umat dan masyakademik melalui kolaborasi ini, IAHN Gde Pudja Mataram diharapkan semakin mantap menjalankan perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu negeri yang adaptif, inklusif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia serta penguatan moderasi beragama di Nusa Tenggara Barat. By:P26
Sabtu, 10 Januari 2026MENGAWALI TAHUN 2026, REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM TERIMA MASUKAN TOKOH AGAMA DAN TOKOH MASYARAKAT NTB DALAM SIMAKRAMA
Mataram Mengawali tahun 2026, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar kegiatan Simakrama bersama tokoh agama, dan tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (9/1/2026), bertempat di Lantai III Gedung Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan Simakrama dihadiri oleh para Sulinggih/Pandita, yaitu Ida Pedanda Gde Kerta Arsa, Ida Pedanda Gde Oka Keniten, dan Ida Pedanda Nirarsa, serta sejumlah pimpinan lembaga dan organisasi keumatan Hindu di NTB. Hadir di antaranya Ketua PHDI Provinsi NTB, Ketua WHDI Provinsi NTB, Ketua PSN Provinsi NTB, Ketua Prajaniti Provinsi NTB, Ketua PUSKOR Provinsi NTB, Ketua ICHI Provinsi NTB, Ketua PD KMHDI Provinsi NTB, Ketua PERADAH Provinsi NTB, Ketua Sarati Banten Indonesia Provinsi NTB, serta Kepala Bidang Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya. Kegiatan ini menjadi forum silaturahmi dan dialog strategis dalam rangka menyerap aspirasi serta masukan dari berbagai unsur umat dan masyarakat guna mendukung pengembangan IAHN Gde Pudja Mataram sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu negeri. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata A., Ma.SE., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir atas dukungan dan kontribusi pemikirannya. Menurutnya, masukan dari para tokoh sangat diperlukan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu kelembagaan, akademik, dan pelayanan kepada umat. IAHN Gde Pudja Mataram senantiasa terbuka terhadap saran dan kritik konstruktif sebagai pijakan dalam memajukan institusi agar semakin unggul dan berdaya saing, ujarnya. Sambutan juga disampaikan oleh Ratu Prande Kerta Arsa yang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pendidikan tinggi Hindu di NTB sebagai bagian dari pembinaan umat. Dalam sesi dialog, sejumlah masukan strategis disampaikan, antara lain terkait rencana transformasi IAHN Gde Pudja Mataram menjadi universitas, penguatan peran alumni, pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, peserta Simakrama juga mendorong penguatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui pendampingan penyusunan awig-awig berbasis kearifan lokal, serta perumusan Pola Ilmiah Pokok (PIP) sebagai ciri khas pengembangan keilmuan perguruan tinggi Hindu. Kegiatan Simakrama berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh kekeluargaan. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi komitmen bersama untuk ditindaklanjuti demi kemajuan IAHN Gde Pudja Mataram. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu negeri yang adaptif, inklusif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia serta penguatan moderasi beragama di Nusa Tenggara Barat. By:P26
Sabtu, 10 Januari 2026IAHN GDE PUDJA MATARAM PERINGATI HARI AMAL BAKTI KE-80 KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
Mataram, 3 Januari 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia pada Sabtu (3/1). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh sivitas akademika, jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, CPNS dan PPPK, serta undangan dari organisasi keagamaan dan kemahasiswaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi turut hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) IAHN Gde Pudja Mataram, Ketua PHDI Provinsi NTB, Ketua WHDI Provinsi NTB, Ketua PSN Provinsi NTB, Ketua Prajaniti Provinsi NTB, Ketua PUSKOR Provinsi NTB, Ketua ICHI Provinsi NTB, Ketua PD KMHDI Provinsi NTB, Ketua PERADAH Provinsi NTB, Ketua Sarati Banten Indonesia Provinsi NTB, Ketua Dekorwil Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia Provinsi NTB, Ketua Yayasan Dharma Laksana, Ketua PHDI Kota Mataram, Ketua WHDI Kota Mataram, Ketua PHDI Kabupaten Lombok Barat, Ketua PSN Kota Mataram, Ketua WHDI Kabupaten Lombok Barat, Ketua PC KMHDI Kota Mataram, Ketua Yayasan I.B. Palguna, Ketua Ikatan Alumni IAHN Gde Pudja Mataram, serta para pensiunan IAHN Gde Pudja Mataram. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut ditegaskan tema peringatan HAB ke-80, yakni Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju. Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 menjadi momentum refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Kementerian Agama dalam melayani umat dan bangsa. Tema yang diusung menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya ketiadaan konflik, melainkan kekuatan bangsa yang tumbuh dari sinergi seluruh elemen masyarakat dalam keberagaman. Sejak awal berdirinya, Kementerian Agama hadir sebagai institusi strategis dalam menjaga kehidupan beragama yang damai dan harmonis di tengah kemajemukan Indonesia. Memasuki usia delapan dekade, Kementerian Agama terus meneguhkan perannya sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Melalui semangat Kemenag Berdampak, berbagai upaya dilakukan, mulai dari transformasi digital layanan keagamaan, penguatan pendidikan madrasah dan perguruan tinggi keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat berbasis pesantren serta dana sosial keagamaan. Dalam menghadapi tantangan global dan pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, Kementerian Agama menekankan pentingnya penguasaan teknologi yang beretika dan berlandaskan nilai kemanusiaan. Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama dituntut untuk adaptif, inovatif, dan responsif, serta mampu menghadirkan konten keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan di ruang digital. Melalui peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 ini, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi mendukung peran Kementerian Agama dalam mewujudkan kehidupan umat yang rukun, Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat. BY:P26
Kamis, 08 Januari 2026IAHN GDE PUDJA MATARAM RESMI LUNCURKAN GDE PUDJA TV DIGITAL
Mataram, 30 Desember 2025 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram resmi meluncurkan Gde Pudja TV Digital dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai III, Selasa (30/12). Peluncuran ini menjadi tonggak penting transformasi media kampus dalam menjawab tantangan disrupsi teknologi sekaligus memperkuat syiar Dharma melalui platform digital yang modern dan edukatif. Acara diawali dengan laporan Kepala Laboratorium Siaran, Sayu Kadek Jelantik, M.I.Kom., yang memaparkan perjalanan panjang pengembangan laboratorium penyiaran hingga akhirnya mampu mengudara secara digital. Ia menegaskan bahwa Gde Pudja TV tidak hanya menjadi sarana praktik mahasiswa, tetapi juga wadah kreativitas dengan standar penyiaran profesional. Apresiasi terhadap terobosan ini disampaikan oleh Ketua Jurusan Dharma Duta, Ida Bagus Made Arjana, M.Pd. Menurutnya, kehadiran Gde Pudja TV Digital akan menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan komunikasi, penyiaran, serta produksi konten kreatif yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam perspektif akademis, Ida Bagus Made Arjana juga berharap Gde Pudja TV dapat berperan sebagai media diplomasi budaya dan agama. Melalui beragam konten yang diproduksi, pesan moderasi beragama dan kearifan lokal Nusantara diharapkan mampu menjangkau audiens yang lebih luas tanpa batas geografis. Puncak acara ditandai dengan sambutan sekaligus peresmian oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa peluncuran Gde Pudja TV Digital merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam melakukan akselerasi transformasi digital di seluruh lini Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, investasi pada teknologi penyiaran digital merupakan langkah visioner untuk meningkatkan rekognisi lembaga di tingkat nasional. Ia juga mendorong seluruh sivitas akademika untuk memanfaatkan platform ini sebagai sarana publikasi riset, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi pembelajaran secara visual dan komunikatif. Prosesi peresmian dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita dan penayangan sejumlah program unggulan, antara lain GPM Talk sebagai ruang dialog interaktif, Gde Pudja News Rooms sebagai pusat informasi kampus, Podkastika sebagai ruang bincang inspiratif, serta Cerite Dresta yang mengangkat mitologi Hindu. Gde Pudja TV Digital resmi memulai siaran perdananya melalui kanal YouTube dan media sosial sebagai era baru keterbukaan informasi bagi keluarga besar IAHN Gde Pudja Mataram. Antusiasme mahasiswa tampak jelas melalui berbagai penampilan seni seperti tari, paduan suara, genjek, tari gandrung, dan story telling yang memeriahkan acara. Mahasiswa juga dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses produksi program sebagai presenter, produser, maupun editor video, sebagai upaya meningkatkan daya saing lulusan di industri kreatif. Acara ditutup dengan pembacaan wedawakya sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran peluncuran. Dengan resmi mengudara, Gde Pudja TV Digital diharapkan menjadi mata dan telinga kampus yang menginspirasi, mengedukasi, serta menghadirkan informasi yang mencerahkan bagi masyarakat luas. By:P26
Rabu, 07 Januari 2026REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM APRESIASI KESUKSESAN ACARA MENEK KELIH DAN METATAH BERSAMA
Mataram, 29 Desember 2025 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas kesuksesan pelaksanaan Upacara Menek Kelih dan Metatah Bersama yang berlangsung di halaman kampus, Senin (29/12). Acara ini diikuti oleh 117 umat Hindu se-Pulau Lombok dan menghadirkan beragam unsur keagamaan, pemerintahan, dan akademisi. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana pendidikan nilai, pembentukan karakter, dan pendewasaan spiritual anak-anak. Acara hari ini sangat mulia dan sarat makna. Selain dimensi religius, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif dan sosial yang penting bagi masyarakat Hindu di NTB, ujar Rektor. Sambutan juga disampaikan oleh Kepala LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., yang menyatakan bahwa kegiatan Menek Kelih dan Metatah ini selaras dengan ajaran Tri Hita Karana, yakni membangun hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Selain itu, kegiatan ini mendukung semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis dan berkeadilan. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan, berbudi luhur, dan berakar kuat pada nilai-nilai dharma, ujar Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi. Rektor juga menegaskan bahwa Upacara Potong Gigi (Metatah) dan Menek Kelih merupakan bagian dari manusa yadnya, yang mengajarkan pengendalian diri, tanggung jawab moral, dan kesadaran sosial bagi generasi muda. Kegiatan ini sejalan dengan ajaran Tri Hita Karana, mendukung SDGs, serta menumbuhkan generasi yang berpengetahuan, berbudi luhur, dan berakar kuat pada nilai-nilai dharma. Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Suardika melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai rencana. Kami bersyukur kegiatan Menek Kelih dan Metatah hari ini dapat dilaksanakan dengan sukses, melibatkan sivitas akademika, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para orang tua sebagai pendamping peserta. Semua panitia, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, bekerja sama dengan penuh dedikasi sehingga acara ini berlangsung khidmat dan tertib, ujarnya. Rektor menyampaikan ucapan terima kasih khusus kepada LPPM IAHN Gde Pudja Mataram atas dukungan koordinasi dan pelaksanaan kegiatan SDGs dan program pemerintah Asta Protas di IAHN Gde Pudja Mataram, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras memastikan acara berlangsung sukses. Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada LPPM dan panitia. Kerja keras dan dedikasi kalian menjadikan kegiatan ini berjalan lancar dan bermakna, tegas Rektor. Acara ini dipimpin oleh Pedande Gde Made Jelantik Dwija Putra dan Pedanda Gde Nyoman Puja Manuaba selaku sulinggih yang memuput upacara, serta dihadiri oleh para Eka Jati/Pinandita Purusa Pradana, Kepala Bidang Bimas Hindu Provinsi NTB beserta jajaran, Ketua PHDI Provinsi NTB, Ketua WHDI, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur akademik IAHN Gde Pudja Mataram. Seluruh rangkaian kegiatan menegaskan komitmen IAHN Gde Pudja Mataram sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga konsisten menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat NTB. BY:P26
Senin, 29 Desember 2025IAHN GDE PUDJA MATARAM TUTUP TAHUN 2025 DENGAN KEGIATAN BERDAMPAK BAGI MASYARAKAT NTB
Mataram, 29 Desember 2025 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menutup tahun 2025 dengan menghadirkan kegiatan keagamaan dan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat Hindu di Nusa Tenggara Barat. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Upacara Menek Kelih dan Mepandes Bersama yang secara resmi dibuka oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., di halaman Kampus IAHN Gde Pudja Mataram, Senin (29/12). Ketua Panitia I Wayan Suardika melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai rencana. Kami bersyukur kegiatan Menek Kelih dan Metatah hari ini dapat dilaksanakan dengan sukses, melibatkan sivitas akademika, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para orang tua sebagai pendamping peserta. Semua panitia, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, bekerja sama dengan penuh dedikasi sehingga acara ini berlangsung khidmat dan tertib, ujarnya. Upacara sakral yang diikuti oleh 117 umat Hindu se-Pulau Lombok ini mengusung tema Menek Kelih dan Mepandes Bersama sebagai Wahana Aktualisasi Peningkatan Spiritual dan Penyucian Diri menuju SDGs. Menurut Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag. selaku Kepala LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, memandang kegiatan Menekelih dan Metatah ini sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan kearifan lokal serta penguatan nilai-nilai spiritual umat Hindu. Sebagaimana sloka Bhagawadgita Śarīraṁ ādyam khalu dharma-sādhanam, tubuh merupakan sarana utama untuk menegakkan dharma. Oleh karena itu, upacara ini tidak hanya bermakna ritual, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter, pengendalian diri, dan pendewasaan spiritual anak-anak kita, yang pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan prinsip desa, kala, dan patra. Kegiatan ini juga sejalan dengan ajaran Tri Hita Karana, yakni membangun hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, serta mendukung semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis dan berkeadilan. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berpengetahuan, berbudi luhur, dan berakar kuat pada nilai-nilai dharma. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa Upacara Potong Gigi (Metatah) dan Menek Kelih merupakan bagian dari manusa yadnya yang tidak hanya bermakna ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai dan pembentukan karakter. Upacara ini menandai tahapan penting dalam perkembangan manusia, khususnya transisi menuju kedewasaan yang ditandai dengan pengendalian diri, tanggung jawab moral, dan kesadaran sosial. Rektor menyampaikan bahwa potong gigi dan menek kelih perlu dimaknai secara kontekstual sebagai proses pembelajaran nilai yang berkelanjutan. Nilai-nilai etika, spiritual, dan sosial yang terkandung dalam ritual tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan, yakni membentuk insan yang unggul secara intelektual, matang secara emosional, serta berkarakter luhur. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat mulia dan sarat makna. Tidak hanya berdimensi religius, tetapi juga edukatif dan sosial. Oleh karena itu, kegiatan ini hendaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, berpedoman pada sastra Hindu, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat Sedharma, ujar Rektor. Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa pelaksanaan Upacara Menek Kelih dan Mepandes Bersama merupakan wujud nyata pengabdian IAHN Gde Pudja Mataram kepada masyarakat, sekaligus kontribusi institusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan nilai spiritual, kebersamaan, dan keharmonisan. Seluruh rangkaian kegiatan ini melibatkan sivitas akademika IAHN Gde Pudja Mataram, UKM Upakara bersama sivitas akademika baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa yang berperan aktif sebagai panitia pelaksana. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga konsisten menghadirkan program-program berdampak langsung bagi masyarakat NTB. BY:P26
Senin, 29 Desember 2025