background

BERITA

IAHN GDE PUDJA MATARAM FINALISASI RENSTRA 2025–2029 SEBAGAI ARAH KEBIJAKAN DAN PENGUATAN TATA KELOLA KAMPUS


IAHN GDE PUDJA MATARAM FINALISASI RENSTRA 2025–2029 SEBAGAI ARAH KEBIJAKAN DAN PENGUATAN TATA KELOLA KAMPUS

Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan Finalisasi Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029 pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan lantai 2 Gedung Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram dan dihadiri oleh para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan kampus serta para Ketua Organisasi Hindu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan finalisasi ini diketuai dan dipandu oleh I Komang Widya Purnama Yasa, M.I.Kom., yang mengarahkan jalannya pembahasan agar dokumen Renstra yang disusun memiliki kesesuaian antara visi, arah kebijakan, dan kemampuan institusi.

Dalam pengantarnya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Rencana Strategis merupakan dokumen perencanaan jangka menengah yang berfungsi sebagai pedoman utama pengembangan institusi selama lima tahun. Renstra tidak hanya memuat arah kebijakan dan program prioritas, tetapi juga menjadi instrumen pengendali mutu, akuntabilitas kinerja, serta konsistensi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Rektor menjelaskan bahwa penyusunan Renstra menjadi sangat penting karena menjadi acuan bersama bagi seluruh unit kerja dalam merancang dan melaksanakan program. Melalui Renstra, setiap kebijakan dan kegiatan kampus diharapkan berjalan terarah, terukur, dan selaras dengan visi institusi, sekaligus mampu menjawab tantangan perubahan lingkungan strategis pendidikan tinggi keagamaan.

Dalam penyusunannya, Renstra IAHN Gde Pudja Mataram 2025–2029 mengacu pada berbagai regulasi dan kebijakan nasional, antara lain Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ,kebijakan Kementerian Agama, renstra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, standar pendidikan tinggi, serta visi dan misi IAHN Gde Pudja Mataram.Selain itu, Renstra juga diselaraskan dengan hasil evaluasi diri institusi, kebutuhan pengembangan kurikulum, serta kapasitas dan sumber daya yang dimiliki kampus.

Salah satu poin yang mendapat penekanan adalah bahwa Renstra disusun untuk memastikan mutu dan akuntabilitas kurikulum. Dokumen ini menjadi rujukan sekaligus komitmen bersama dalam menjaga relevansi kurikulum, capaian pembelajaran, dan kualitas lulusan.

Rektor juga menyoroti pentingnya penetapan skala prioritas program, mengingat keterbatasan anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi, sehingga perencanaan harus dilakukan secara realistis dan strategis.

Memasuki sesi diskusi, suasana berlangsung kondusif dan konstruktif. Para peserta aktif memberikan masukan dan saran guna menyempurnakan dokumen Renstra, terutama terkait penajaman program prioritas, indikator kinerja, dan keberlanjutan pelaksanaan kebijakan. Sebagai luaran, kegiatan ini menghasilkan dokumen Renstra IAHN Gde Pudja Mataram Tahun 2025–2029 yang siap ditetapkan sebagai pedoman resmi institusi.

Dokumen tersebut akan menjadi dasar perencanaan program, penyusunan anggaran, pengendalian kinerja, serta evaluasi capaian institusi dalam lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat tata kelola dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Hindu.

BY:(DKS)

 

 

 

Bagikan berita: