background

BERITA

IAHN GDE PUDJA MATARAM TEGASKAN KOMITMEN PELESTARIAN BUDAYA MELALUI AKSARA BALI


IAHN GDE PUDJA MATARAM TEGASKAN KOMITMEN PELESTARIAN BUDAYA MELALUI AKSARA BALI

Mataram – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan dan pelestarian budaya Nusantara melalui Pelatihan Aksara Bali, yang dibuka oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.M.A., S.E., M.Si., M.Pd., pada Minggu, 25 Januari 2026, di Ruang Pertemuan Lantai 2. Kegiatan yang merupakan program PKM Mandiri ini merupakan hasil kolaborasi antara Unit Pusat Kajian Lontar, Unit Publikasi, dan Unit Moderasi Beragama, diketuai Ida Bagus Heri Juniawan, dengan sekretaris Ida Kade Supartha, serta bekerja sama dengan PSN Koordinator Wilayah NTB. Program diikuti 20 peserta, para Pinandita PSN NTB, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan setiap Hari Minggu pukul 15.00 WITA.

Sebelum dimulai kegiatan diawali dengan Upakara matur piuning di Pura Saraswati IAHN Gde Pudja Mataram. Pelatihan menghadirkan materi Aksara Bali, Sansekertha (Deva Nagari), Wariga, Meditasi, dan Sehe (Dharma Gita), dengan metode teori dan praktik. Narasumber berasal dari dosen IAHN Gde Pudja Mataram, antara lain Drs. Ida Bagus Hery Juniawan, M.Si., Ni Komang Wiasti, M.Pd.H, Dr. I Made Agus Yudhi Arsana, Ida Bagus Benny S, M.I.KOM, dan Ida Kade Suparta, M.Pd. Ketua Panitia Ida Bagus Heri Juniawan, M.Si menyampaikan bahwa program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan menulis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan nilai tradisi, spiritual, dan etika Aksara Bali. “Setiap peserta diharapkan menjadi agen pelestarian budaya di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Ketua LPPM, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menekankan pelatihan ini juga membentuk karakter akademik berlandaskan nilai-nilai Hindu. Rektor Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata menambahkan, Aksara Bali bukan hanya sarana komunikasi tertulis, tetapi menyimpan nilai spiritual, etika, dan filosofi kehidupan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa Aksara Bali merupakan warisan adiluhung peradaban Hindu Nusantara yang tidak hanya berfungsi sebagai sistem tulisan, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, etika, estetika, serta filosofi kehidupan. Setiap guratan aksara menyimpan pengetahuan suci dan sastra yang diwariskan oleh para leluhur.

Rektor juga menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas keilmuan Hindu Nusantara di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi. Pengetahuan, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai dharma.

Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan Hindu yang berakar pada kearifan lokal, moderasi beragama, serta nilai-nilai kebangsaan. Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para Pinandita dalam mendukung pelaksanaan tugas keagamaan serta penguatan spiritualitas umat Hindu di Nusa Tenggara Barat.

BY:P26

 

Bagikan berita: