Mataram — Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram mengawali tahun 2026 dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi bersama tokoh agama, tokoh umat, dan tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui kegiatan Simakrama, Jumat (9/1/2026), di Lantai III Gedung Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan Simakrama tersebut menjadi ruang pertemuan strategis antara pimpinan perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan umat Hindu di NTB untuk membangun kesepahaman bersama dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Hindu negeri.

Simakrama dihadiri oleh para Sulinggih/Pandita, yakni Ida Pedanda Gde Kerta Arsa, Ida Pedanda Gde Oka Keniten, dan Ida Pedanda Nirarsa, serta pimpinan lembaga dan organisasi keumatan Hindu di NTB. Hadir pula perwakilan PHDI, WHDI, PSN, Prajaniti, PUSKOR, ICHI, PD KMHDI, PERADAH, Sarati Banten Indonesia Provinsi NTB, serta Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.

Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata A., Ma.SE., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan fondasi penting dalam memajukan IAHN Gde Pudja Mataram. Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan dan gagasan dari berbagai elemen umat menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu kelembagaan, akademik, dan pelayanan kepada masyarakat.
“IAHN Gde Pudja Mataram tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan, masukan, dan kolaborasi dengan para tokoh umat dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan institusi,” ujar Rektor.

Sambrama Wacana juga disampaikan oleh Ratu Prande Kerta Arsa yang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi Hindu di NTB. Beliau juga mengusulkan agar dilaksanakan persembahyangan bersama setiap Purnama yang dipuput oleh Pedanda sebagai bagian dari penguatan spiritual sivitas akademika.

Dalam sesi dialog, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menyampaikan sejumlah masukan strategis terkait rencana transformasi IAHN Gde Pudja Mataram menjadi universitas. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, penguatan peran alumni, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk wacana pembentukan Fakultas Kedokteran yang didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyusunan Rencana Strategis (Renstra).

Tokoh masyarakat NTB turut mendorong agar dosen IAHN Gde Pudja Mataram lebih aktif terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui pendampingan penyusunan awig-awig di tingkat banjar. Keterlibatan tersebut dinilai strategis dalam mendukung penerapan restorative justice dan penyelesaian persoalan sosial berbasis kearifan lokal, terutama melalui peran Program Studi Hukum.

Sementara itu, perwakilan Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) mengapresiasi langkah-langkah pengembangan IAHN Gde Pudja Mataram dan berharap institusi ini mampu merumuskan Pola Ilmiah Pokok (PIP) sebagai ciri khas pengembangan keilmuan perguruan tinggi Hindu yang berkontribusi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. ICHI juga menekankan pentingnya data demografi umat Hindu yang akurat sebagai dasar perencanaan program.

Kegiatan Simakrama berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh kekeluargaan. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara IAHN Gde Pudja Mataram dengan umat dan masyakademik melalui kolaborasi ini, IAHN Gde Pudja Mataram diharapkan semakin mantap menjalankan perannya sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu negeri yang adaptif, inklusif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia serta penguatan moderasi beragama di Nusa Tenggara Barat.
By:P26