IAHN Gde Pudja Mataram terus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas layanan dan publikasi informasi. Baru baru ini IAHN Gde Pudja Mataram membentuk Tim Humas Protokol untuk memperkuat tata kelola website lembaga.
Pembentukan Tim Humas Protokol ini disambut baik oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, S.E, M.Si,M.Pd "Saya mengapresiasi inovasi dan gagasan baru yang dilahirkan untuk meningkatkan tata kelola website lembaga sehingga dapat membangun reputasi branding kampus," ujarnya.
Kabag IAHN Gde Pudja Mataram, Ayu Gempa Wati, M.Pd.H menjelaskan bahwa lahirnya Tim Humas Protokol merupakan amanah hasil Rakernas Kehumasan Kementerian Agama beberapa waktu lalu di Bandung. Tertuang pada KMA 286 Tahun 2024 tentang Kehumasan "Tim ini bertugas untuk mengelola website lembaga secara profesional dan bertanggung jawab," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ibu Kabag Ayu Gempa Wati, M.Pd.H menjelaskan bahwa Tim Humas Protokol telah mendapatkan pelatihan tahap pertama dari Humas UIN Mataram yang juga sekaligus menjadi Pimpinan Forum Humas Indonesia. "Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada Tim Humas Protokol dalam mengelola website secara efektif dan efisien," ujarnya.
Rektor IAHN Gde Pudja Mataram sangat berharap agar Tim Humas dapat berkolaborasi dengan tim website untuk sama-sama bersinergi memajukan lembaga. "Saya yakin dengan kerjasama yang solid, website IAHN Gde Pudja Mataram akan menjadi lebih informatif, edukatif, dan menarik bagi publik," pungkasnya.
Pembentukan Tim Humas Protokol ini merupakan langkah positif IAHN Gde Pudja Mataram dalam meningkatkan kualitas informasi dan publikasi. Dengan website yang dikelola secara profesional, IAHN Gde Pudja Mataram diharapkan dapat membangun reputasi branding kampus yang lebih baik di mata masyarakat. (Tim Humas Protokol)
BERITA
Berita Terbaru
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM APRESIASI UPACARA SEGARA KERTIH, WUJUD NYATA HARMONI MANUSIA DAN ALAM DI PANTAI MELASE
Ratusan umat Hindu di Nusa Tenggara Barat melaksanakan upacara suci Segara Kertih di Pantai Melase, Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (16/2/2026). Ritual keagamaan ini menjadi simbol komitmen umat Hindu dalam menjaga kelestarian laut serta mewujudkan keharmonisan antara manusia dan alam semesta. Kegiatan yang mengusung tema Melalui Pelepasan Tukik (Anak Penyu) pada Acara Segara Kertih, Kita Realisasikan Ekoteologi Tri Hita Karana Demi Harmoni dan Lestarinya Alam Semesta tersebut merupakan bagian dari ajaran Sad Kertih, yakni nilai luhur dalam agama Hindu yang menekankan kewajiban manusia menjaga sumber kehidupan seperti laut, hutan, dan danau. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara Segara Kertih sebagai upaya menjaga keseimbangan alam melalui pendekatan spiritual. Menjaga keseimbangan alam semesta memerlukan upaya spiritual yang diwujudkan melalui pelaksanaan yadnya Segara Kertih. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga keharmonisan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian berbagai spesies serta peningkatan kualitas lingkungan hidup, sehingga tercipta keseimbangan antara manusia, alam, dan seluruh makhluk hidup, jelasnya. Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut serta menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Kegiatan Segara Kertih patut diapresiasi karena mencerminkan kepedulian terhadap kelestarian alam. Menjaga lingkungan merupakan kewajiban moral bersama yang harus diwujudkan melalui semangat gotong royong demi keberlanjutan kehidupan, ujarnya. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, I Wayan Karioka, menegaskan bahwa Segara Kertih tidak hanya dimaknai sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga bentuk tanggung jawab spiritual sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Sumber-sumber kehidupan dalam keyakinan umat Hindu harus dijaga dengan baik. Ada Danu Kertih di danau, Wana Kertih di hutan dan gunung, dan Segara Kertih di laut. Laut merupakan sumber kehidupan yang wajib dirawat bersama, ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Segara Kertih merupakan implementasi ajaran Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam semesta sebagai bagian dari keseimbangan kehidupan.Kegiatan ini juga sejalan dengan program penguatan ekoteologi yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong umat beragama menjadikan ajaran agama sebagai landasan dalam pelestarian lingkungan hidup. Nilai spiritual tidak hanya diwujudkan melalui ritual ibadah, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga kelestarian bumi. Rangkaian upacara dilaksanakan secara sakala dan niskala, dimulai dari prosesi mecaru, pementasan tari sakral, pertunjukan Topeng Sidakarya, persembahyangan bersama, pelepasan tukik atau anak penyu ke laut, hingga pengambilan air suci (amerta) yang disimpan dalam botol. Seluruh rangkaian tersebut mengandung makna penyucian alam sekaligus pemulihan keseimbangan ekosistem. Upacara Segara Kertih dilaksanakan secara rutin setiap tahun di berbagai lokasi, baik di laut, hutan, maupun danau, sebagai bentuk konsistensi umat Hindu dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Antusiasme ratusan umat yang memadati kawasan Pantai Melase menunjukkan tingginya komitmen bersama dalam merawat alam sekaligus memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat. BY:P26
Kamis, 19 Februari 2026SOSIALISASI PMB IAHN GDE PUDJA MATARAM PADA KEGIATAN SEGARA KERTIH DISAMBUT ANTUSIAS MASYARAKAT
Kegiatan upacara Segara Kertih yang berlangsung di Pantai Melase, Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Senin (16/2/2026), tidak hanya menjadi momentum pelestarian alam, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Nasional Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram Tahun 2026. Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murbawidana, yang memberikan pemaparan mengenai peluang pendidikan tinggi keagamaan Hindu negeri kepada masyarakat yang hadir. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Pada awal kegiatan, sebagian hadirin tampak berbincang santai, namun setelah pemaparan dimulai, masyarakat menunjukkan perhatian penuh dengan menyimak materi secara seksama. Bahkan, banyak peserta yang berebut untuk mendapatkan brosur informasi PMB yang dibagikan panitia. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murbawidana, M.Ag. menjelaskan bahwa PMB Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) merupakan bentuk komitmen dalam membuka akses pendidikan tinggi keagamaan Hindu yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh generasi muda. PMB Nasional PTKHN merupakan wujud komitmen kami dalam membuka akses pendidikan tinggi keagamaan Hindu yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh putra-putri bangsa. Melalui mekanisme seleksi nasional yang transparan dan akuntabel, kami berupaya menjaring generasi muda Hindu yang memiliki semangat belajar, integritas moral, serta kepedulian terhadap kemajuan umat, bangsa, dan negara, jelasnya. Ia menambahkan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri hadir tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai Dharma, serta pengembangan spiritualitas yang selaras dengan kehidupan kebangsaan. Dengan semangat Epistemologi Dharma dan gerakan Kampus Hindu Bergerak, PTKHN terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan tinggi yang adaptif, progresif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pada Penerimaan Mahasiswa Baru Nasional Tahun 2026, PTKHN menyediakan sebanyak 970 beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi serta memberikan kesempatan yang setara bagi generasi muda berprestasi dari berbagai latar belakang. Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan berbagai keunggulan kampus, di antaranya capaian mahasiswa dan alumni yang memperoleh beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi ke Inggris, program magang mahasiswa hingga ke Jepang, serta program akselerasi lulusan yang dipersiapkan untuk bersaing di kancah internasional. Dalam kesempatan yang sama, Rektor Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia umat Hindu melalui pendidikan tinggi. Kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru ini bertujuan mengajak umat sedharma untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan tinggi tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual. Selain itu, kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam meningkatkan mutu serta pengembangan Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram, ujarnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, serta memiliki karakter kuat dan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara. Masyarakat juga diberikan informasi terkait tata cara pendaftaran serta panduan teknis yang dapat diakses melalui media sosial resmi kampus.Melalui kanal tersebut, calon mahasiswa dapat memperoleh informasi lengkap, pengumuman resmi, serta tutorial pendaftaran secara mudah dan cepat. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diimbau memanfaatkan kesempatan pendidikan tinggi keagamaan Hindu negeri dengan memilih perguruan tinggi dan program studi sesuai minat dan bakat. Diharapkan melalui pendidikan tinggi keagamaan Hindu akan lahir sumber daya manusia yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, serta berkarakter kebangsaan. BY:P26
Kamis, 19 Februari 2026CINEMA, COLORS, AND CULTURE BRING IAHN GDE PUDJA MATARAM AND INDIA TOGETHER IN A JOYFUL CROSS-CULTURAL CELEBRATION
The Undergraduate Program of Cultural and Religious Tourism at IAHN Gde Pudja Mataram once again demonstrated its commitment to community engagement through an International Collaborative Community Service program held in partnership with the Consulate General of India. Carrying the theme Strengthening Cross-Cultural Understanding Through Indian Cinema, the event took place on Wednesday, 18 February 2026, at Transmart Mataram. The program was chaired by Ni Putu Sasmika Dewi, S.S., M.Si., and formed part of the series of celebrations for the institutions 25th Dies Natalis. A total of 144 participants attended the event, comprising the academic community of IAHN Gde Pudja Mataram and invited representatives from Hindu organizations across West Nusa Tenggara. The activity featured a screening of the Indian film Boomba Ride, reflecting the programs aim to foster intercultural dialogue and appreciation through cinematic works that transcend linguistic and geographical boundaries. In his opening remarks, Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. expressed his deep appreciation for the collaborative initiative, emphasizing the long-standing historical and cultural ties between Indonesia and India. He noted that both nations share profound civilizational connections, particularly in spiritual traditions, arts, and philosophical outlooks. According to him, cultural diplomacy through education and film serves as a meaningful bridge that strengthens mutual respect and understanding between the two countries, especially among younger generations. Representing the Consulate General of India in Bali was Mr. Naveen Meghwal, Director of the Swami Vivekananda Cultural Centre. In his address, Mr. Meghwal highlighted the many cultural similarities between India and Indonesia, describing cinema as a powerful medium for bringing people closer together. He explained that films enable audiences to grasp cultural values more easily because they combine both audio and visual storytelling, allowing viewers to emotionally connect with traditions, social norms, and shared human experiences. He added that the film screening was intended as a concrete effort to strengthen bilateral relations and promote mutual cultural appreciation. Following the screening, participants gathered outdoors to celebrate the festival of Holi, which was also part of the Dies Natalis festivities. Holi, widely known as the Festival of Colors in India, symbolizes the triumph of good over evil, the arrival of spring, and the spirit of joy, forgiveness, and renewal. Before the celebration began, Mr. Naveen Meghwal provided a brief explanation of the meaning and traditions of Holi, enriching participants understanding of the cultural significance behind the vibrant festivities. The outdoor celebration unfolded in a lively atmosphere filled with warmth, camaraderie, and cheerful exchanges as participants joyfully shared colored powders in the spirit of unity and friendship. The entire program proceeded smoothly and harmoniously, reflecting the success of the international collaboration in strengthening cross-cultural understanding while fostering a sense of global togetherness within the academic community. Through this initiative, IAHN Gde Pudja Mataram reaffirmed its role not only as an educational institution but also as a cultural bridge-builder, promoting intercultural dialogue and mutual respect in an increasingly interconnected world. BY:(DKS)
Kamis, 19 Februari 2026SINEMA INDIA DAN FESTIVAL HOLI HIDUPKAN SEMANGAT LINTAS BUDAYA DALAM KOLABORASI INTERNASIONAL IAHN GDE PUDJA MATARAM
Program Studi S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan IAHN Gde Pudja Mataram kembali menegaskan perannya dalam membangun jejaring internasional melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kolaborasi global bersama Konsulat Jenderal India. Mengusung tema Strengthening Cross-Cultural Understanding Through Indian Cinema, kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 18 Februari 2026 di Transmart Mataram sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-25 kampus. Kegiatan yang diketuai oleh Ni Putu Sasmika Dewi, S.S., M.Si. ini diikuti oleh 144 peserta yang terdiri atas civitas akademika serta perwakilan dari beberapa organisasi Hindu se-Nusa Tenggara Barat. Suasana kebersamaan terasa sejak awal acara, terutama saat pemutaran film India berjudul Boomba Ride yang menjadi sarana refleksi sekaligus jembatan dialog lintas budaya. Melalui tayangan tersebut, peserta diajak memahami nilai-nilai kehidupan, tradisi, dan dinamika sosial masyarakat India secara lebih dekat melalui kekuatan narasi audio-visual. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Ia menekankan bahwa hubungan Indonesia dan India telah terjalin sejak lama melalui ikatan sejarah, spiritualitas, seni, dan kebudayaan. Menurutnya, kegiatan berbasis budaya seperti ini menjadi ruang strategis untuk mempererat persahabatan kedua bangsa sekaligus menanamkan wawasan global kepada generasi muda. Turut hadir mewakili Konsulat Jenderal India di Bali, Direktur Swami Vivekananda Cultural Centre, Mr. Naveen Meghwal. Dalam sambutannya, ia menyoroti banyaknya kesamaan budaya antara India dan Indonesia yang tercermin dalam tradisi, nilai keluarga, serta praktik keagamaan. Ia juga menegaskan bahwa film merupakan media efektif untuk memperkenalkan nilai budaya karena mampu menghadirkan pengalaman emosional dan visual secara bersamaan, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat lintas negara. Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan Festival Holi yang juga merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-25 IAHN Gde Pudja Mataram. Festival yang dikenal sebagai perayaan warna ini melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, datangnya musim semi, serta semangat kebersamaan dan saling memaafkan. Sebelum perayaan dimulai, Mr. Naveen Meghwal memberikan penjelasan singkat mengenai makna filosofis dan tradisi Holi, sehingga peserta tidak hanya merasakan kemeriahannya tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Perayaan berlangsung penuh kegembiraan, keakraban, dan semangat persaudaraan, menciptakan pengalaman lintas budaya yang berkesan bagi seluruh peserta. Kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran penting, antara lain meningkatnya pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan India, terjalinnya jejaring kerja sama internasional yang lebih erat, serta bertambahnya wawasan civitas akademika mengenai diplomasi budaya melalui media film dan festival tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat citra IAHN Gde Pudja Mataram sebagai kampus yang aktif dalam diplomasi budaya dan pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai-nilai global. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog budaya yang inklusif, memperkaya perspektif mahasiswa, serta membangun harmoni antarbangsa melalui pendidikan, seni, dan tradisi. BY:(DKS)
Kamis, 19 Februari 2026REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM RESMI BUKA UTSAWA DHARMA GITA KE II SE-PULAU LOMBOK DALAM RANGKA DIES NATALIS KE-25
Mataram Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., secara resmi membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) ke II Se-Pulau Lombok dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-25. Kegiatan ini dilaksanakan oleh UKM Dharma Gita dengan penuh semangat kebersamaan.Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan IAHN Gde Pudja Mataram, Wakil Rektor 1 dan 2, Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, Ketua PHDI Provinsi NTB, Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, PSN NTB, para dewan juri, serta peserta dari berbagai daerah di Pulau Lombok. Mengusung tema Dharmagita sebagai Media Membangun Spirit Dharma Menuju Jagat Kertih, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-25 IAHN Gde Pudja Mataram. Tema tersebut menegaskan bahwa Dharmagita bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana membangun kesadaran spiritual dan memperkuat nilai-nilai dharma di kalangan generasi muda Hindu. Ketua Panitia, Ni Kadek Manik Mustika, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama seluruh panitia dan dukungan berbagai pihak. Ia menjelaskan bahwa peserta Utsawa Dharma Gita ke II berasal dari berbagai wilayah Se-Pulau Lombok dan mengikuti beberapa cabang lomba dharma gita. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta mempererat kebersamaan umat Hindu. Sambutan Pembina UKM Dharma Gita, Ni Komang Wiasti, S.Ag.,M.Pd.H menegaskan bahwa Dharmagita merupakan media efektif dalam membangun karakter dan memperkuat spiritualitas generasi muda. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum pelestarian seni dan sastra suci Hindu. Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, I Gde Subratha,M.Pd.H turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Utsawa Dharma Gita ke II Se-Pulau Lombok. Ia menyampaikan ucapan selamat berlomba kepada seluruh peserta dan berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kebersamaan, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kualitas diri. Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik semata. Ia menyampaikan bahwa IAHN terus mengkader mahasiswa dalam kemampuan non-akademik seperti menjadi MC (pembawa acara), penari, penabuh, pendharma wacana, serta berbagai keterampilan seni dan keagamaan lainnya. IAHN tidak hanya mencetak lulusan yang intelektual, tetapi juga membentuk insan yang memiliki kekuatan spiritual dan karakter yang kuat, tegasnya. Dengan mengucapkan Om Awighnam Astu Namo Siddham, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. secara resmi membuka Utsawa Dharma Gita ke II Se-Pulau Lombok yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian perlombaan. Rangkaian lomba pun dimulai dengan penuh semangat dan antusiasme peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda Hindu menuju terwujudnya jagat kertih. BY:P26
Selasa, 17 Februari 2026UTSAWA DHARMAGITA II REINFORCES CULTURAL PRESERVATION AND SPIRITUAL EDUCATION AT IAHN GDE PUDJA MATARAM
Mataram In commemoration of its 25th Anniversary, IAHN Gde Pudja Mataram organized the second Lombok-wide Utsawa Dharmagita (UDG) through its Dharmagita Student Activity Unit. Carrying the theme Dharmagita as a Medium to Build the Spirit of Dharma towards Jagat Kertih, the event highlighted the role of sacred vocal traditions in strengthening religious values, cultural continuity, and character formation among the younger generation. The opening ceremony was held at the Wantilan of Saraswati temple within the university area, beginning with a traditional Pendet dance performed by the campus Dance Unit and accompanied by gamelan music from the Tabuh Unit. The performance symbolized reverence and hospitality, setting a solemn academic and cultural atmosphere for the proceedings. The ceremony was attended by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, members of the university leadership, representatives of Hindu organizations across Lombok, adjudicators, participants, invited guests, and members of the public. In her report, Committee Chair Ni Kadek Manik Mustika expressed sincere appreciation to all stakeholders for their support in enabling the successful implementation of the event and conveyed apologies for any shortcomings in its organization. Advisor of the Dharmagita Student Activity Unit, Ni Komang Wiasti, S.Pd., M.Pd.H., stated that the theme of this years festival aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs) as well as the Asta Protas of the Ministry of Religious Affairs. She emphasized that Utsawa Dharmagita serves as a strategic medium for preserving Hindu cultural heritage, strengthening sradha and bhakti, and preparing talented youth to compete at higher levels, including national competitions. Representing the Hindu Community Guidance Division of the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of West Nusa Tenggara, I Gde Suberata, S.E., S., highlighted the notable achievements of regional contestants in previous Dharmagita events and encouraged parents and communities to actively support youth participation. He also urged the Dharmagita Development Board to prepare outstanding delegates for future national competitions. In his keynote address, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, S.Ag., S.E., M.Si., M.Pd. reaffirmed the universitys role as a center for the preservation of Hindu customs, culture, and religious values in West Nusa Tenggara. He noted that cultural and spiritual activities are integrated into the academic curriculum to produce graduates who are both intellectually competent and spiritually grounded. The event was officially declared open with the ceremonial striking of a gong. The opening ceremony also included the presentation of certificates of appreciation to seven Pesantian groups in Lombok for their dedication to safeguarding Hindu sacred chanting traditions. This years competition features eight categories assessed by 24 adjudicators, with participants representing formal schools, Pasraman, and Pesantian groups from across Lombok. The implementation of Utsawa Dharmagita II is expected to strengthen religious literacy, preserve intangible cultural heritage, and develop youth leadership rooted in Dharmic values, while contributing to the achievement of the SDGs, particularly quality education, cultural sustainability, and inclusive community development, and supporting the Asta Protas of the Ministry of Religious Affairs through the promotion of religious moderation, cultural resilience, community empowerment, and the integration of spiritual values within educational institutions. BY: (DKS)
Selasa, 17 Februari 2026