background

BERITA

IAHN GDE PUDJA MATARAM DAN RBKS GELAR PELATIHAN KONTEN KREATOR BERBASIS DIGITAL DAN BERETIKA.


IAHN GDE PUDJA MATARAM DAN RBKS GELAR PELATIHAN KONTEN KREATOR  BERBASIS DIGITAL DAN BERETIKA.

Mataram — Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram bekerja sama dengan Rumah Besar Komunikasi Semeton (RBKS) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Pelatihan Konten Kreator Berbasis Digital, Jumat (30/1/2026), bertempat di Ruang IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur lembaga dan organisasi kepemudaan Hindu di NTB.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa konten digital pada era saat ini tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi telah berkembang sebagai media edukasi, pembentuk opini publik, dan penentu arah peradaban. Oleh karena itu, konten yang diproduksi harus mengedepankan nilai kebenaran, etika, dan tanggung jawab sosial.

Dalam sambutannya Rektor mengutip sloka Hindu “Satyam bruyat, priyam bruyat, na bruyat satyam apriyam” yang mengajarkan pentingnya menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik dan bijaksana. Nilai ini, menurut beliau, sangat relevan bagi para konten kreator agar setiap karya digital tidak hanya benar secara informasi, tetapi juga membangun dan menyejukkan masyarakat. Selain itu, konsep Tri Kaya Parisudha—berpikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baik—ditekankan sebagai landasan etis dalam menciptakan konten digital.

Sementara itu, dalam laporan Ketua Panitia Made Sumini, A.Md., Keb. ,SJ disampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan arus informasi digital yang membawa peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, media digital membuka ruang besar bagi kreativitas, literasi digital, dan penyebaran nilai-nilai Dharma. Namun di sisi lain, ruang digital juga rentan terhadap konten negatif seperti ujaran kebencian, penyalahgunaan narkoba, degradasi moral, dan perilaku menyimpang.

“Jika kita tidak ikut mewarnai ruang digital dengan konten positif, maka nilai-nilai luhur Dharma berpotensi tenggelam di tengah derasnya arus informasi,” ujar Ketua Panitia. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan literasi digital, peningkatan keterampilan teknis, serta menjadikan media sosial sebagai instrumen misi Dharma yang kreatif dan relevan bagi generasi muda Hindu.

Pelatihan dengan teori dan praktik. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konten kreator, copywriting konten, teknik videografi menggunakan ponsel, serta pembuatan konten berbasis kecerdasan buatan (AI). Seluruh sesi dipandu oleh narasumber dan fasilitator yang berkompeten di bidangnya.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, antara lain RBKS, penyuluh agama Hindu, Peradah, KMHDI, mahasiswa Universitas Mataram, mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram, serta perwakilan dari beberapa kabupaten/kota di NTB. Keberagaman latar belakang peserta diharapkan dapat memperkaya perspektif dan memperluas jejaring kolaborasi dalam pengembangan konten digital yang positif.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan RBKS dan IAHN Gde Pudja Mataram, serta partisipasi aktif berbagai organisasi keumatan Hindu, di antaranya PHDI Provinsi NTB, WHDI, PSN, ICHI, BDDN, SBI, Peradah, Prajaniti, KMHDI, dan Puskor NTB.

Dalam sambuatannya ketua RBKS – Ir. Ni Nyoman Sutrini Murti,MM menyampaikan bahwa Pelatihan Konten Kreator Berbasis Digital bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat melalui kolaborasi BDDN, IAHN, dan RBKS, dengan penekanan pada pentingnya karakter, kesehatan, dan pendidikan sebagai penjamin masa depan. Diharapkan, pelatihan ini mampu melahirkan konten kreator digital yang berkarakter, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Dharma, sehingga dapat menjadi penerang dan penyejuk di ruang digital.

BY:DKS

 

Bagikan berita: