Mataram – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkum NTB) menggelar kegiatan Diseminasi Paten bertema “Dari Inovasi Daerah Menuju Paten Bernilai Ekonomi” di Hotel Aston Inn Mataram, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang dihadiri 100 Peserta dari instansi pemerintah daerah, 26 perguruan tinggi, SMK, asosiasi pengusaha, dan Komunitas ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Tahun 2026 sebagai Tahun Tematik Paten yang dicanangkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang dengan Dua sesi materi strategis yang saling melengkapi. “Diseminasi ini menghadirkan 100 peserta Dari beragam latar belakang, mulai dari BRIDA, BAPPEDA, perguruan tinggi, hingga pelaku Usaha dan komunitas inovasi. Keragaman peserta ini mencerminkan bahwa paten menyangkut Ekosistem inovasi yang melibatkan banyak pihak. Kami berharap seluruh peserta memperoleh Pemahaman komprehensif agar ide-ide brilian dari NTB dapat terlindungi secara hukum dan Bernilai ekonomi,” ujarnya.

Kepala Kanwil Kemenkum NTB, I Gusti Putu Milawati, secara resmi membuka Kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa NTB memiliki potensi Inovasi yang luar biasa di berbagai sektor, mulai dari teknologi pengolahan hasil pertanian dan Perikanan hingga produk herbal dan pangan lokal. “Potensi ini tidak akan berarti tanpa Perlindungan hukum yang memadai. Paten hadir sebagai solusi untuk melindungi karya Intelektual sekaligus menjadikannya aset yang berdaya ungkit ekonomi. Saya mengajak Seluruh pihak untuk bersinergi membangun ekosistem paten yang kuat di NTB. Ingatlah, paten Adalah investasi, bukan biaya,” tegas I Gusti Putu Milawati.

Ia juga menyampaikan bahwa Kanwil Kemenkum NTB telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagai wujud komitmen menjaga integritas Pelayanan publik. Sesi pertama diisi oleh Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., yang memaparkan kebijakan riset dan inovasi daerah. Beliau menyoroti peran paten, Dalam meningkatkan daya saing produk lokal, kepercayaan investor, serta posisi tawar NTB di Pasar nasional dan global. BRIDA NTB juga telah menyelesaikan test report terhadap 51 unit Prototipe permesinan sebagai langkah menuju paten dan hilirisasi. Sesi kedua disampaikan oleh I Nyoman Mas Sumerta Jaya dari Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum NTB, yang mengupas teknis pendaftaran paten mulai Dari penelusuran kebaruan, penyusunan dokumen, hingga pemeriksaan substantif.

Beliau juga Menginformasikan bahwa biaya permohonan paten bagi lembaga pendidikan dan litbang Dimulai dari Rp. 200.000 untuk paten sederhana dan Rp. 350.000 untuk paten biasa sesuai PP No. 45 Tahun 2024. Pada kesempatan ini Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Ketua LPPM Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag. menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Sebagai pusat kajian Hindu Di NTB, IAHN Gde Pudja Mataram melihat peluang besar untuk mengembangkan inovasi Berbasis kearifan lokal Hindu Nusantara.
“Dalam tradisi Hindu terkandung banyak kearifan pengetahuan yang berpotensi Menjadi inovasi bernilai paten, mulai dari teknologi pengolahan bahan upakara, formulasi Herbal berbasis lontar, hingga preservasi warisan budaya berbasis digital. Kami berharap IAHN Gde Pudja dapat menjadi pelopor dalam mengintegrasikan kearifan lokal Hindu dengan Inovasi modern yang terlindungi paten, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana sebagai Fondasi inovasi berkelanjutan,” ungkap Dr. Sinar.

Pihak LPPM juga berkomitmen untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan Mengadakan sosialisasi internal bagi dosen dan peneliti, membentuk tim pendampingan Kekayaan intelektual, serta menjalin kerja sama lebih erat dengan Kanwil Kemenkum NTB dan BRIDA Provinsi NTB. Diseminasi ini diharapkan menjadi tonggak peningkatan pendaftaran paten dari NTB, Memperkuat posisi provinsi sebagai daerah inovatif dan berdaya saing dalam mewujudkan visi “Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”
BY:A9