Sosialisasi dan simakrama IAHN Gde Pudja Mataram Bersama PHDI Kab. Lotim serta warga setempat di Pura Jagadhita Selong


Sosialisasi dan simakrama IAHN Gde Pudja Mataram Bersama PHDI Kab. Lotim serta warga setempat di Pura Jagadhita Selong


Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pembuatan Banten Piodalan Alit Berbasis Tattwa dan Tata Cara pada Minggu, 8 Pebruari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 IAHN Gde Pudja Mataram. Pelatihan ini akan dilaksanakan setiap hari Minggu dan berakhir pada 31 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Sarati Banten Indonesia (SBI) dan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan pemahaman pelaku upacara Hindu dalam pelaksanaan yadnya yang benar, sederhana, dan bermakna. Ketua Panitia Ni Nengah Sudarsini, M.Pd.H., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini serta berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan yadnya. Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S.,M.Ag. menegaskan bahwa pembuatan banten harus dilandasi pemahaman tattwa, susila, dan tata cara yang benar, sehingga yadnya tidak berhenti pada formalitas, tetapi menjadi sarana peningkatan kesadaran spiritual umat. Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang tattwa, ritual, dan praktik pembuatan banten, yaitu Ida Pedande Gde Wayan Gunung, Ida Pandita Rai Padmi, Dr. Desak Putu Sari Dewi, S.S., M.Pd.H., Pinandita Ni Komang Wiasti, M.Pd.H., serta narasumber dari Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), Pinandita Desak Lilis Suryana. Para narasumber menyampaikan materi terkait makna filosofis banten piodalan alit, tata cara penyusunan banten yang sesuai sastra, serta praktik langsung pembuatan banten yang sederhana, efektif, dan tetap menjaga kesakralan yadnya. Dalam sambutannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi antara LPPM, SBI, PSN, narasumber, dan peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam pelestarian tradisi keagamaan Hindu, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia umat Hindu. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram berharap peserta dari SBI dan PSN dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan beragama sehari-hari, sehingga pelaksanaan yadnya menjadi lebih sadar makna, sederhana, dan beberkelanjutan. BY:P26
Minggu, 08 Februari 2026Mataram, 7 Februari 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan Green Dharma bertema Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Suci Tumpek Uye sekaligus kelanjutan dari program Green Dharma sebelumnya, sebagai wujud nyata dukungan terhadap Asta Protas Kementerian Agama serta kontribusi institusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan yang berlangsung di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Cakranegara ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mandiri yang dikelola oleh Program Studi Manajemen Ekonomi IAHN Gde Pudja Mataram, dengan I Gede Bayu Wijaya, M.M. sebagai ketua panitia. Program ini mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa, sekaligus mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pada aspek pengabdian dosen dan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus. Kegiatan Green Dharma terselenggara melalui kolaborasi antara IAHN Gde Pudja Mataram, INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa) NTB, dan BPDAS NTB. Sinergi dengan mitra eksternal ini memperkuat jejaring kerja sama institusional serta selaras dengan penguatan IKU kolaborasi dan kemitraan strategis. Peserta kegiatan meliputi seluruh ASN IAHN Gde Pudja Mataram, mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan, perwakilan INTI NTB dan BPDAS Dodokan Moyosari, pimpinan organisasi Hindu di NTB, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Keterlibatan lintas unsur ini memperkuat dampak sosial kegiatan dan relevansinya bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan acara seremonial yang secara resmi dibuka oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa memuliakan Ibu Pertiwi tidak cukup hanya melalui doa, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata seperti penanaman pohon dan sikap welas asih kepada seluruh makhluk hidup. Pesan tersebut sejalan dengan sloka: Om Sarve bhavantu sukhinah, Sarve santu niramayah, Sarve bhadrani pasyantu, Ma kascid duhkha bhag bhavet. Ketua Krama Pura Dalem Swasta Pranawa menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian IAHN Gde Pudja Mataram beserta para mitra terhadap pelestarian lingkungan di kawasan pura. Sementara itu, Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan Green Dharma merupakan praktik nyata ajaran agama Hindu yang sekaligus memperkuat kinerja institusi dalam pengabdian kepada masyarakat serta mendukung Asta Protas Kementerian Agama dan SDGs. Perwakilan INTI NTB, Sang Joko Wijonarko, dalam sambutannya menyampaikan komitmen INTI untuk terus mendukung kegiatan pelestarian lingkungan, penghijauan, serta berbagai kegiatan sosial sebagai bagian dari upaya membangun harmoni sosial dan ekologis. Sebagai penutup rangkaian seremonial, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram menyerahkan piagam penghargaan dan cinderamata kepada perwakilan INTI NTB Alwan S Thio dan Sang Joko Wijonarko, perwakilan BPDAS Dodokan Moyosari sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan Green Dharma. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan pura serta pelepasan puluhan ekor burung. Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan kolaborasi yang solid antara civitas akademika, mitra, dan masyarakat, serta memperkuat kontribusi IAHN Gde Pudja Mataram dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. BY:P26
Sabtu, 07 Februari 2026Mataram, 7 February 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram continued its Green Dharma initiative through the theme Bhakti Pertiwi for Nusantara Jaya as part of the sacred observance of Tumpek Uye, a holy day dedicated to honoring animals and the natural world. Held on Saturday, 7 February 2026, the activity also served as a continuation of the Green Dharma program conducted the previous day and demonstrated the institutes commitment to supporting the Asta Protas of the Ministry of Religious Affairs and the Sustainable Development Goals (SDGs). The activity took place at Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Cakranegara, and was implemented as a Community Service program managed by the Economics Management Study Program of IAHN Gde Pudja Mataram. The program was chaired by I Gede Bayu Wijaya, M.M., and carried out in collaboration with INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa) of West Nusa Tenggara and BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) NTB. Participants included all civil servants (ASN) within IAHN Gde Pudja Mataram, a number of students who also served as the organizing committee, representatives of INTI and BPDAS, leaders of Hindu organizations in NTB, religious figures, and local community leaders. This broad participation reflected strong institutional synergy and community support for environmental conservation initiatives. The main activities consisted of tree planting in the temple area and the release of dozens of birds, symbolizing compassion, harmony, and responsibility toward all living beings. These actions embodied the spirit of Bhakti Pertiwi, expressing devotion to Mother Earth through concrete and sustainable practices. The event began with a ceremonial session officially opened by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd.. In his address, the Rector emphasized that honoring Mother Earth should not be limited to prayers alone, but must be manifested through ethical behavior and real actions, such as planting trees and showing compassion toward all of Gods creations. He related this message to the universal Hindu prayer: Om Sarve bhavantu sukhinah,Sarve santu niramayah, Sarve bhadrani pasyantu,Ma kascid duhkha bhag bhavet, Which expresses the hope that all beings may be happy, healthy, see goodness everywhere, and be free from suffering. The Head of Krama Pura Dalem Swasta Pranawa warmly welcomed the initiative and expressed sincere appreciation for the concern and positive contribution shown through the activity. He noted that such programs not only preserve the sanctity of the temple environment but also strengthen communal awareness of environmental responsibility. Meanwhile, Head of LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., stated that the Green Dharma activity represents a concrete implementation of Hindu religious teachings while simultaneously supporting the Asta Protas of the Ministry of Religious Affairs and contributing to the achievement of the SDGs, particularly in the areas of environmental sustainability and social harmony. Representing INTI NTB, Mr. Sang Joko Wijonarko expressed his organizations commitment to continuously supporting environmental conservation efforts, including greening programs and other social activities, which form an integral part of INTIs mission. At the end of the ceremonial session, prior to the tree planting and bird release, souvenirs in the form of appreciation awards were presented to representatives of INTI, symbolically received by Mr. Sang Joko Wijonarko, and to BPDAS NTB as a token of gratitude for their collaboration and support. Overall, the Green Dharma activity ran smoothly and was marked by a warm, friendly atmosphere, reflecting strong cooperation between academic institutions, community organizations, and local stakeholders. Through this initiative, IAHN Gde Pudja Mataram reaffirmed its role not only as a center of academic excellence, but also as an institution actively engaged in fostering spiritual values, environmental awareness, and harmonious community relations. BY:(DKS)
Sabtu, 07 Februari 2026Mataram, 7 Februari 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan Green Dharma bertema Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya pada Sabtu, 7 Februari 2026, sebagai rangkaian peringatan Hari Suci Tumpek Uye dan kelanjutan dari kegiatan Green Dharma sebelumnya. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap Asta Protas Kementerian Agama serta kontribusi institusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan yang berlangsung di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Cakranegara ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mandiri yang dikelola oleh Program Studi Manajemen Ekonomi IAHN Gde Pudja Mataram, dengan Bapak I Gede Bayu Wijaya, M.M., sebagai ketua panitia. Program ini mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa, sekaligus mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pada aspek pengabdian dosen dan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus. Kegiatan Green Dharma terselenggara melalui kolaborasi antara IAHN Gde Pudja Mataram, INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa) NTB, dan BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) NTB. Sinergi dengan mitra eksternal ini memperkuat jejaring kerja sama institusional dan selaras dengan penguatan IKU kolaborasi dan kemitraan strategis. Peserta kegiatan meliputi seluruh ASN IAHN Gde Pudja Mataram, mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan, perwakilan INTI dan BPDAS, pimpinan organisasi Hindu NTB, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Keterlibatan lintas unsur ini memperkuat dampak sosial kegiatan dan relevansinya bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan acara seremonial yang secara resmi dibuka oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd.. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa memuliakan Ibu Pertiwi tidak cukup hanya melalui doa-doa, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti penanaman pohon dan sikap welas asih kepada seluruh makhluk hidup. Pesan tersebut sejalan dengan sloka: Om Sarve bhavantu sukhinah, Sarve santu niramayah, Sarve bhadrani pasyantu, Ma kascid duhkha bhag bhavet. Ketua Krama Pura Dalem Swasta Pranawa menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian IAHN Gde Pudja Mataram dan para mitra terhadap pelestarian lingkungan pura. Sementara itu, Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Ibu Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan Green Dharma merupakan praktik nyata ajaran agama Hindu yang sekaligus memperkuat kinerja institusi dalam pengabdian kepada masyarakat serta mendukung Asta Protas Kementerian Agama dan SDGs. Perwakilan dari INTI NTB, Bapak Sang Joko Wijonarko, dalam sambutannya menyampaikan komitmen INTI untuk terus mendukung kegiatan pelestarian lingkungan, penghijauan, dan kegiatan sosial lainnya sebagai bagian dari misi organisasi dalam membangun harmoni sosial dan ekologis. Sebagai penutup rangkaian seremonial, dilakukan penyerahan cinderamata penghargaan kepada perwakilan INTI NTB dan BPDAS NTB sebelum dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan pura dan pelepasan puluhan ekor burung. Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan kolaborasi yang solid antara civitas akademika, mitra, dan masyarakat, serta memperkuat kontribusi IAHN Gde Pudja Mataram dalam pencapaian kinerja institusi dan pembangunan berkelanjutan. BY: (DKS)
Sabtu, 07 Februari 2026Mataram, February 6, 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram reaffirmed its commitment to environmental sustainability through the Green Dharma movement, marked by a tree-planting activity and the release of birds held on Friday, February 6, 2026, at Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Cakranegara. The activity was attended by all functional and structural officials within IAHN Gde Pudja Mataram, reflecting a collective institutional responsibility toward environmental preservation rooted in spiritual values. The program began with a joint prayer, emphasizing harmony between humans, nature, and the Divine, before continuing with the release of dozens of birds as a symbol of freedom, compassion, and respect for all living beings. The event concluded with the planting of dozens of trees within the temple area, symbolizing hope for a greener and more sustainable future. In his remarks, the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram conveyed a profound message that environmental care is not merely a technical or administrative agenda, but a moral and spiritual calling. He emphasized that the Green Dharma movement reflects the essence of ecotheology, where religious teachings guide ethical behavior toward nature as a sacred creation. According to the Rector, protecting the environment is a concrete manifestation of Dharma in daily life. Nature is not an object to be exploited, but a living partner that sustains human existence. When we care for nature, we are practicing our faith, he implicitly conveyed during the activity. He further highlighted that ecotheology is closely aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly goals related to environmental protection, sustainable ecosystems, and climate action. Moreover, the Green Dharma initiative also supports the Asta Protas (Eight Priority Programs) of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia, especially in strengthening religious moderation, ecological awareness, and the integration of spirituality with social responsibility. Through this activity, IAHN Gde Pudja Mataram demonstrates its role not only as an academic institution but also as a moral agent that actively contributes to building environmental consciousness within society. The Green Dharma movement is expected to inspire the academic community and the wider public to continuously cultivate harmonious relationships between humanity, nature, and the Divine, in line with the noble values of Indonesian religious life. BY:(DKS)
Jumat, 06 Februari 2026Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan penanaman puluhan pohon dan pelepasan puluhan ekor burung dalam rangka Gerakan Green Dharma bertema Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya, pada Jumat, 06 Februari 2026, bertempat di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Cakranegara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram. Gerakan Green Dharma menghasilkan output nyata berupa penguatan ekosistem lingkungan pura melalui penanaman pohon yang berfungsi menjaga keseimbangan ekologis, memperbaiki kualitas udara, serta memperindah dan menghidupkan kembali ruang sakral sebagai pusat spiritual dan sosial masyarakat. Sementara itu, pelepasan burung menjadi simbol sekaligus praktik konkret kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan makhluk hidup serta kelestarian keanekaragaman hayati. Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama sebagai landasan spiritual bahwa pengabdian kepada alam merupakan bagian dari pengamalan ajaran Dharma. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan burung dan penanaman pohon di lingkungan pura sebagai bentuk bakti kepada bumi (pertiwi) yang menopang kehidupan bersama. Dalam pesan dan kesannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa tema Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya mencerminkan komitmen institusi untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pengabdian spiritual dan kebangsaan. Merawat alam dipandang sebagai wujud bhakti, tidak hanya kepada Tuhan, tetapi juga kepada tanah air dan generasi masa depan. Rektor juga menekankan bahwa Green Dharma merupakan praktik ekoteologi, yakni penghayatan ajaran agama yang diwujudkan melalui tindakan etis dan bertanggung jawab terhadap alam. Alam tidak diposisikan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai mitra kehidupan yang harus dijaga kesuciannya. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pelestarian lingkungan, perlindungan ekosistem darat, dan aksi terhadap perubahan iklim. Green Dharma juga mendukung pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, terutama dalam penguatan kesadaran ekologis, moderasi beragama, serta pengintegrasian nilai-nilai spiritual dalam aksi sosial. Dalam konteks pendidikan tinggi, Green Dharma merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Pengabdian kepada Masyarakat, di mana sivitas akademika hadir langsung memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini menegaskan peran IAHN Gde Pudja Mataram tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial dan ekologis. BY:(DKS)
Jumat, 06 Februari 2026