background

RILIS BERITA

Berita Utama


Berita Terbaru

Image
Kamis, 19 Februari 2026
CINEMA, COLORS, AND CULTURE BRING IAHN GDE PUDJA MATARAM AND INDIA TOGETHER IN A JOYFUL CROSS-CULTURAL CELEBRATION

The Undergraduate Program of Cultural and Religious Tourism at IAHN Gde Pudja Mataram once again demonstrated its commitment to community engagement through an International Collaborative Community Service program held in partnership with the Consulate General of India. Carrying the theme Strengthening Cross-Cultural Understanding Through Indian Cinema, the event took place on Wednesday, 18 February 2026, at Transmart Mataram. The program was chaired by Ni Putu Sasmika Dewi, S.S., M.Si., and formed part of the series of celebrations for the institutions 25th Dies Natalis. A total of 144 participants attended the event, comprising the academic community of IAHN Gde Pudja Mataram and invited representatives from Hindu organizations across West Nusa Tenggara. The activity featured a screening of the Indian film Boomba Ride, reflecting the programs aim to foster intercultural dialogue and appreciation through cinematic works that transcend linguistic and geographical boundaries. In his opening remarks, Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. expressed his deep appreciation for the collaborative initiative, emphasizing the long-standing historical and cultural ties between Indonesia and India. He noted that both nations share profound civilizational connections, particularly in spiritual traditions, arts, and philosophical outlooks. According to him, cultural diplomacy through education and film serves as a meaningful bridge that strengthens mutual respect and understanding between the two countries, especially among younger generations. Representing the Consulate General of India in Bali was Mr. Naveen Meghwal, Director of the Swami Vivekananda Cultural Centre. In his address, Mr. Meghwal highlighted the many cultural similarities between India and Indonesia, describing cinema as a powerful medium for bringing people closer together. He explained that films enable audiences to grasp cultural values more easily because they combine both audio and visual storytelling, allowing viewers to emotionally connect with traditions, social norms, and shared human experiences. He added that the film screening was intended as a concrete effort to strengthen bilateral relations and promote mutual cultural appreciation. Following the screening, participants gathered outdoors to celebrate the festival of Holi, which was also part of the Dies Natalis festivities. Holi, widely known as the Festival of Colors in India, symbolizes the triumph of good over evil, the arrival of spring, and the spirit of joy, forgiveness, and renewal. Before the celebration began, Mr. Naveen Meghwal provided a brief explanation of the meaning and traditions of Holi, enriching participants understanding of the cultural significance behind the vibrant festivities. The outdoor celebration unfolded in a lively atmosphere filled with warmth, camaraderie, and cheerful exchanges as participants joyfully shared colored powders in the spirit of unity and friendship. The entire program proceeded smoothly and harmoniously, reflecting the success of the international collaboration in strengthening cross-cultural understanding while fostering a sense of global togetherness within the academic community. Through this initiative, IAHN Gde Pudja Mataram reaffirmed its role not only as an educational institution but also as a cultural bridge-builder, promoting intercultural dialogue and mutual respect in an increasingly interconnected world. BY:(DKS)

Image
Kamis, 19 Februari 2026
SINEMA INDIA DAN FESTIVAL HOLI HIDUPKAN SEMANGAT LINTAS BUDAYA DALAM KOLABORASI INTERNASIONAL IAHN GDE PUDJA MATARAM

Program Studi S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan IAHN Gde Pudja Mataram kembali menegaskan perannya dalam membangun jejaring internasional melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kolaborasi global bersama Konsulat Jenderal India. Mengusung tema Strengthening Cross-Cultural Understanding Through Indian Cinema, kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 18 Februari 2026 di Transmart Mataram sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-25 kampus. Kegiatan yang diketuai oleh Ni Putu Sasmika Dewi, S.S., M.Si. ini diikuti oleh 144 peserta yang terdiri atas civitas akademika serta perwakilan dari beberapa organisasi Hindu se-Nusa Tenggara Barat. Suasana kebersamaan terasa sejak awal acara, terutama saat pemutaran film India berjudul Boomba Ride yang menjadi sarana refleksi sekaligus jembatan dialog lintas budaya. Melalui tayangan tersebut, peserta diajak memahami nilai-nilai kehidupan, tradisi, dan dinamika sosial masyarakat India secara lebih dekat melalui kekuatan narasi audio-visual. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Ia menekankan bahwa hubungan Indonesia dan India telah terjalin sejak lama melalui ikatan sejarah, spiritualitas, seni, dan kebudayaan. Menurutnya, kegiatan berbasis budaya seperti ini menjadi ruang strategis untuk mempererat persahabatan kedua bangsa sekaligus menanamkan wawasan global kepada generasi muda. Turut hadir mewakili Konsulat Jenderal India di Bali, Direktur Swami Vivekananda Cultural Centre, Mr. Naveen Meghwal. Dalam sambutannya, ia menyoroti banyaknya kesamaan budaya antara India dan Indonesia yang tercermin dalam tradisi, nilai keluarga, serta praktik keagamaan. Ia juga menegaskan bahwa film merupakan media efektif untuk memperkenalkan nilai budaya karena mampu menghadirkan pengalaman emosional dan visual secara bersamaan, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat lintas negara. Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan Festival Holi yang juga merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-25 IAHN Gde Pudja Mataram. Festival yang dikenal sebagai perayaan warna ini melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, datangnya musim semi, serta semangat kebersamaan dan saling memaafkan. Sebelum perayaan dimulai, Mr. Naveen Meghwal memberikan penjelasan singkat mengenai makna filosofis dan tradisi Holi, sehingga peserta tidak hanya merasakan kemeriahannya tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Perayaan berlangsung penuh kegembiraan, keakraban, dan semangat persaudaraan, menciptakan pengalaman lintas budaya yang berkesan bagi seluruh peserta. Kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran penting, antara lain meningkatnya pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan India, terjalinnya jejaring kerja sama internasional yang lebih erat, serta bertambahnya wawasan civitas akademika mengenai diplomasi budaya melalui media film dan festival tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat citra IAHN Gde Pudja Mataram sebagai kampus yang aktif dalam diplomasi budaya dan pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai-nilai global. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog budaya yang inklusif, memperkaya perspektif mahasiswa, serta membangun harmoni antarbangsa melalui pendidikan, seni, dan tradisi. BY:(DKS)

Image
Selasa, 17 Februari 2026
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM RESMI BUKA UTSAWA DHARMA GITA KE II SE-PULAU LOMBOK DALAM RANGKA DIES NATALIS KE-25

Mataram Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., secara resmi membuka Utsawa Dharma Gita (UDG) ke II Se-Pulau Lombok dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-25. Kegiatan ini dilaksanakan oleh UKM Dharma Gita dengan penuh semangat kebersamaan.Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan IAHN Gde Pudja Mataram, Wakil Rektor 1 dan 2, Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, Ketua PHDI Provinsi NTB, Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, PSN NTB, para dewan juri, serta peserta dari berbagai daerah di Pulau Lombok. Mengusung tema Dharmagita sebagai Media Membangun Spirit Dharma Menuju Jagat Kertih, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-25 IAHN Gde Pudja Mataram. Tema tersebut menegaskan bahwa Dharmagita bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana membangun kesadaran spiritual dan memperkuat nilai-nilai dharma di kalangan generasi muda Hindu. Ketua Panitia, Ni Kadek Manik Mustika, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama seluruh panitia dan dukungan berbagai pihak. Ia menjelaskan bahwa peserta Utsawa Dharma Gita ke II berasal dari berbagai wilayah Se-Pulau Lombok dan mengikuti beberapa cabang lomba dharma gita. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta mempererat kebersamaan umat Hindu. Sambutan Pembina UKM Dharma Gita, Ni Komang Wiasti, S.Ag.,M.Pd.H menegaskan bahwa Dharmagita merupakan media efektif dalam membangun karakter dan memperkuat spiritualitas generasi muda. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum pelestarian seni dan sastra suci Hindu. Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, I Gde Subratha,M.Pd.H turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Utsawa Dharma Gita ke II Se-Pulau Lombok. Ia menyampaikan ucapan selamat berlomba kepada seluruh peserta dan berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kebersamaan, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kualitas diri. Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik semata. Ia menyampaikan bahwa IAHN terus mengkader mahasiswa dalam kemampuan non-akademik seperti menjadi MC (pembawa acara), penari, penabuh, pendharma wacana, serta berbagai keterampilan seni dan keagamaan lainnya. IAHN tidak hanya mencetak lulusan yang intelektual, tetapi juga membentuk insan yang memiliki kekuatan spiritual dan karakter yang kuat, tegasnya. Dengan mengucapkan Om Awighnam Astu Namo Siddham, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. secara resmi membuka Utsawa Dharma Gita ke II Se-Pulau Lombok yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian perlombaan. Rangkaian lomba pun dimulai dengan penuh semangat dan antusiasme peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda Hindu menuju terwujudnya jagat kertih. BY:P26

Image
Selasa, 17 Februari 2026
UTSAWA DHARMAGITA II REINFORCES CULTURAL PRESERVATION AND SPIRITUAL EDUCATION AT IAHN GDE PUDJA MATARAM

Mataram In commemoration of its 25th Anniversary, IAHN Gde Pudja Mataram organized the second Lombok-wide Utsawa Dharmagita (UDG) through its Dharmagita Student Activity Unit. Carrying the theme Dharmagita as a Medium to Build the Spirit of Dharma towards Jagat Kertih, the event highlighted the role of sacred vocal traditions in strengthening religious values, cultural continuity, and character formation among the younger generation. The opening ceremony was held at the Wantilan of Saraswati temple within the university area, beginning with a traditional Pendet dance performed by the campus Dance Unit and accompanied by gamelan music from the Tabuh Unit. The performance symbolized reverence and hospitality, setting a solemn academic and cultural atmosphere for the proceedings. The ceremony was attended by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, members of the university leadership, representatives of Hindu organizations across Lombok, adjudicators, participants, invited guests, and members of the public. In her report, Committee Chair Ni Kadek Manik Mustika expressed sincere appreciation to all stakeholders for their support in enabling the successful implementation of the event and conveyed apologies for any shortcomings in its organization. Advisor of the Dharmagita Student Activity Unit, Ni Komang Wiasti, S.Pd., M.Pd.H., stated that the theme of this years festival aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs) as well as the Asta Protas of the Ministry of Religious Affairs. She emphasized that Utsawa Dharmagita serves as a strategic medium for preserving Hindu cultural heritage, strengthening sradha and bhakti, and preparing talented youth to compete at higher levels, including national competitions. Representing the Hindu Community Guidance Division of the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of West Nusa Tenggara, I Gde Suberata, S.E., S., highlighted the notable achievements of regional contestants in previous Dharmagita events and encouraged parents and communities to actively support youth participation. He also urged the Dharmagita Development Board to prepare outstanding delegates for future national competitions. In his keynote address, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, S.Ag., S.E., M.Si., M.Pd. reaffirmed the universitys role as a center for the preservation of Hindu customs, culture, and religious values in West Nusa Tenggara. He noted that cultural and spiritual activities are integrated into the academic curriculum to produce graduates who are both intellectually competent and spiritually grounded. The event was officially declared open with the ceremonial striking of a gong. The opening ceremony also included the presentation of certificates of appreciation to seven Pesantian groups in Lombok for their dedication to safeguarding Hindu sacred chanting traditions. This years competition features eight categories assessed by 24 adjudicators, with participants representing formal schools, Pasraman, and Pesantian groups from across Lombok. The implementation of Utsawa Dharmagita II is expected to strengthen religious literacy, preserve intangible cultural heritage, and develop youth leadership rooted in Dharmic values, while contributing to the achievement of the SDGs, particularly quality education, cultural sustainability, and inclusive community development, and supporting the Asta Protas of the Ministry of Religious Affairs through the promotion of religious moderation, cultural resilience, community empowerment, and the integration of spiritual values within educational institutions. BY: (DKS)

Image
Selasa, 17 Februari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM GELAR UTSAWA DHARMAGITA KE-2 SE- PULAU LOMBOK : I64 PESERTA SIAP BERKOMPETISI

Mataram Dalam rangka Dies Natalis Institut agama Hindu (IAHN) Gde Pudja mataram yang ke-25, Unit Kegiatan Mahasiswa Dharmagita IAHN Gde Pudja Mataram mengadakan kegiatan Utsawa Dharmagita dengan tema Dharmagita Sebagai Media Membangun Spirit Dharma Menuju Jagat Kertih pada Minggu, 15 Pebruari 2026, pukul 08.00 Wita, bertempat di Wantilan IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor IAHN, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, LP2MI, Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram, Kepala Bidang Bimas Hindu NTB, Penyelenggara Bimas Hindu Kota Mataram, PHDI Provinsi NTB, LPDG Provinsi, LPDG Kota Mataram, Koordinator Dharmagita Provinsi NTB, MGMP, PSN Korwil NTB, PD KMHDI NTB, PC KMHDI Mataram, Peradah NTB, Pembina UKM Dharmagita, Seluruh Ormawa IAHN Gde Pudja Mataram, Para Dewan Juri, dan para peserta Lomba Utsawa Dharmagita Utsawa Dharmagita ke 2 sepulau Lombok merupakan kegiatan perlombaan atau festival nyanyian suci keagamaan Hindu yang diadakan oleh UKM Dharmagita Institut Agama hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Rangkaian Utsawa Dharmagita ke 2 ini dimulai dari pengukuhan dewan juri, pembukaan weda wakya, penampilan tari dari UKM Tari dan diiringi tabuh dari UKM Tabuh IAHN Gde Pudja Mataram, Sambutan-sambutan dan pembukaan secara resmi, penyerahan piagam penghargaan untuk pesantian sebagai bentuk apresiasi eksistensi budaya, dan pelaksanaan Lomba Utsawa Dharmagita. Lomba Utsawa Dharmagita ini terdiri dari Sekar Rare kategori TK dan SD, Sekar Madya, Lomba Dharmawacana, Lomba Sloka, Lomba Palawakya, Lomba Wirama, Lomba Mebebasan/Geguritan. Juri dari lomba ini berjumlah 24 orang dengan peserta lomba sebanyak 164 orang Pembina UKM Dharmagita, Ni Komang Wiasti, S.Ag.,M.Pd.H menegaskan bahwa utsawa dharmagita ke 2 ini sebagai bentuk pelestarian ajeg budaya luhur Hindu yang dijadikan sebagai ikon dari civitas akademika Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Selain itu utsawa dharmagita sebagai bentuk peningkatan sradha dan bakti untuk membentuk karakter mulia dari ajaran weda Dalam sambutannya, Kepala Bidang Masyarakat Hindu, I Gde Suberta memberikan apresiasi kepada Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram karena menyelenggarakan kegiatan Utsawa Dharmagita ke 2 sepulau Lombok. Beliau menyampaikan usulan kedepannya agar di Insititut Agama Hindu Gde Puja Mataram mengadakan lomba-lomba yang serupa serta memiliki ciri khas hindu seperti lomba gong hindu maupun lomba busana adat hindu sepulau Lombok. Dalam sambutannya Rektor IAHN Gde Pudka Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd menegaskan bahwa bilamana budaya dan kearifan lokal itu hilang maka identitas kita juga akan hilang. Bilamana identitas kita hilang berarti kita tidak punya peradaban, dan bila peradaban hilang maka simbolis hindu juga hilang. Makadari itu utsawa dharmagita ini merupakan simbol identitas kita yang perlu kita pertahankan dan dilestarikan untuk generasi ke depannya Kegiatan Utsawa Dharmagita ke 2 ini diharapkan dapat mengembangkan peminat dharmagita khususnya generasi muda Hindu, serta untuk menjaga dan melestarikan dharmagita untuk meningkatkan jnana dan sradha terhadap agama Hindu. Karena generasi muda Hindulah yang akan melanjutkan budaya dan kearifan lokal ini agar tidak hilang dengan perubahan jaman. BY:P26

Image
Senin, 16 Februari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM ADVANCES SDGS 2026 THROUGH MARINE CONSERVATION ACTION AT PANTAI BATU BOLONG

In a powerful blend of spirituality, environmental action, and academic service, IAHN Gde Pudja Mataram carried out its Community Service (Pengabdian kepada Masyarakat Mandiri) program under the theme Marine Biota Conservation in Supporting the 2026 SDGs Program on Saturday, February 14, 2026, at Pantai Batu Bolong. The initiative brought together lecturers, students, staff, and representatives of Hindu organizations from across Lombok in a shared mission to protect marine life and strengthen commitment to global sustainability. The program began with a beach clean-up, transforming concern into concrete action as participants worked side by side to restore the shoreline. The activity then continued with a solemn joint prayer, symbolizing harmony between humans, nature, and the Divine values that lie at the heart of the institutions service philosophy. The program was chaired by Ni Luh Putu Anom Pancawati, M.Ak., whose leadership ensured the event ran smoothly and meaningfully. In her remarks, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, SS., M.Ag as the Head of LPPM underscored that conserving marine ecosystems is a tangible contribution to the Sustainable Development Goals initiated by the United Nations, particularly Goal 14: Life Below Water. He emphasized that universities play a crucial role as agents of change, bridging knowledge, faith, and real-world action for a sustainable future. The Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, S.Ag., S.E., M.Si., M.Pd., warmly praised the initiative, highlighting that the program reflects the timeless wisdom of Vasudhaiva Kutumbakam, the belief that the entire world is one family. Through collective care for the environment, he noted, humanity nurtures not only nature but also global solidarity. Adding educational depth to the event, Mahendra Irawan from Yayasan Pecinta Penyu Mapak Indah delivered an engaging session on sea turtle conservation. His presentation raised awareness about the urgent need to protect marine biodiversity and inspired participants to become guardians of the ocean. Before the highlight of the program, the committee presented a certificate of appreciation to Mahendra Irawan in recognition of his unwavering dedication to environmental conservation. The event then reached its most symbolic moment with the release of birds, fish, and sea turtle hatchlings (tukik) into their natural habitat, an emotional gesture representing hope, renewal, and responsibility toward the planet. Conducted in an atmosphere that was orderly, warm, and filled with togetherness, the program showcased how academic communities can unite knowledge, faith, and action for the common good. Through this initiative, IAHN Gde Pudja Mataram reaffirmed its commitment to serving society not only through education but also through meaningful contributions to environmental sustainabilityproving that real change begins when compassion is translated into action. BY:(DKS)