background

RILIS BERITA

Berita Utama


Berita Terbaru

Image
Jumat, 27 Februari 2026
INSPIRATIF! DOSEN IAHN GDE PUDJA MATARAM LULUS DOKTOR CUMLAUDE HANYA 2,5 TAHUN DI UNIVERSITAS MATARAM

Mataram, Selasa, 26 Januari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian salah satu dosen IAHN Gde Pudja Mataram yang berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat cumlaude Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Mataram. Dosen tersebut, Dr. Ni Wayan Sri Diani, berhasil menyelesaikan studi doktoralnya pada Ilmu Hukum dengan IPK 3,97 dalam masa studi 2 tahun 6 bulan. Pada Ujian Terbuka Disertasi yang dilaksanakan secara terbuka, ia mempertahankan disertasi berjudul Rekonstruksi Hukum Jaminan Fidusia yang Berkepastian Hukum dan Berkeadilan, yang dinilai memberikan kontribusi akademik dan praktis dalam pengembangan hukum jaminan di Indonesia. Ujian Terbuka Disertasi tersebut dinilai oleh majelis penguji yang terdiri dari para akademisi senior dan berkompeten di bidangnya, serta turut dihadiri secara langsung oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram beserta jajaran pimpinan dan sivitas akademika, sebagai bentuk dukungan institusional dan apresiasi atas capaian akademik yang diraih. Adapun Majelis Penguji Ujian Terbuka Disertasi terdiri atas: 1.Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, S.H., M.H. (Ketua Majelis) 2.Prof. Dr. H. Djumardin, S.H., M.Hum. (Promotor) 3.Prof. Dr. H. Salim HS, S.H., M.S. (Ko-Promotor I) 4.Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. (Ko-Promotor II) 5.Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H., M.H. (Penguji Eksternal Universitas Sebelas Maret) 6.Prof. Dr. H. Zainal Asikin, S.H., S.U. (Penguji) 7.Prof. Dr. H. Sudiarto, S.H., M.Hum. (Penguji) 8.Prof. Dr. H. Hirsanuddin, S.H., M.Hum. (Penguji) 9.Dr. Eduardus Bayo Sili, S.H., M.H. (Penguji) Rektor menegaskan bahwa capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi. Prestasi ini menunjukkan kualitas akademik dosen IAHN Gde Pudja Mataram yang unggul dan berdaya saing nasional. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kompetensi dan produktivitas akademik, ujarnya. Lebih lanjut, Rektor berharap gelar doktor yang diraih dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram. By: P26

Image
Jumat, 27 Februari 2026
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM APRESIASI DOSEN RAIH GELAR DOKTOR CUMLAUDE DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Mataram, Jumat, 27 Februari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian salah satu dosen yang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Akuntansi dengan predikat cumlaude dalam masa studi 2 tahun 6 bulan di Universitas Brawijaya. Dosen tersebut, Ni Putu Ari Aryawati (NIM 237020300111014), menempuh pendidikan pada Program Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Ia dinyatakan lulus setelah menjalani Ujian Akhir Disertasi yang merupakan Tahap 8 dari 9 tahapan disertasi. Ujian dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 13.00 WIB secara hybrid, bertempat di Ruang 5.5 Gedung F Lantai 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Dalam disertasinya yang berjudul Mozaik Kerangka Kerja Pengawasan Internal Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu: Integrasi Nilai Tri Kaya Parisudha, Ni Putu Ari Aryawati mengkaji model pengawasan internal pada Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu dengan mengintegrasikan nilai luhur Tri Kaya Parisudha sebagai landasan etis dan spiritual dalam tata kelola kelembagaan. Ujian dipimpin oleh Ketua Sidang Ujian Akhir Disertasi selaku KPS S3 Akuntansi, dengan tim promotor dan penguji yang terdiri dari: Promotor: Prof. Iwan Triyuwono, S.E., Ak., M.Ec., Ph.D. Ko-Promotor 1: Dr. Drs. Roekhudin, Ak., M.Si. Ko-Promotor 2: Dr. Dra. Endang Mardiati, Ak., M.Si. Penguji 1: Prof. Eko Ganis Sukoharsono, S.E., M.Com.Hons., Ph.D. Penguji 2: Abdul Ghofar, S.E., M.Si., DBA., Ak. Penguji 3: Noval Adib, S.E., M.Si., Ak., Ph.D. Penguji Eksternal: Prof. Dr. I Wayan Suartana, S.E., M.Si., Ak. Rektor Prof. Wayan Wirata menyampaikan bahwa capaian ini merupakan prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi yang bersangkutan secara pribadi, tetapi juga bagi institusi. Keberhasilan meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dalam waktu 2,6 tahun menunjukkan dedikasi, integritas akademik, dan komitmen luar biasa. Kami berharap capaian ini semakin memperkuat kualitas tridharma perguruan tinggi di IAHN Gde Pudja Mataram, khususnya dalam penguatan tata kelola berbasis nilai-nilai keagamaan Hindu, ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa integrasi nilai Tri Kaya Parisudha dalam kerangka pengawasan internal menjadi kontribusi ilmiah yang relevan bagi pengembangan tata kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu di Indonesia. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik, memperluas jejaring keilmuan, serta menghasilkan riset yang berdampak bagi penguatan kelembagaan dan pembangunan masyarakat. BY:P26

Image
Kamis, 26 Februari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM STRENGTHENS ACADEMIC DIRECTION THROUGH STRATEGIC CURRICULUM EVALUATION WORKSHOP

The IAHN Gde Pudja Mataram reaffirmed its commitment to academic excellence by organizing a Curriculum Evaluation Workshop from Wednesday to Friday, February 2527, 2026, at Hotel Golden Place. The three-day event gathered 44 participants consisting of lecturers and faculty staff of IAHN Gde Pudja Mataram, alongside external representatives from PHDI and the Head of the Hindu Community Guidance Division (Bimas Hindu) of the Regional Office of the Kementerian Agama of West Nusa Tenggara Province. The workshop committee was chaired by Dr. Nengah Sukendri, S.E., M.Pd.H.. The workshop featured four speakers, including three internal speakers, namely the Rector, Vice Rector I, and the Head of the Quality Assurance Institute (LPM), as well as one external speaker, Drs. I Made Sujana, M.A., Head of the Center for Curriculum and Learning Innovation at LPMPP, Mataram University. The event was officially opened by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd , who emphasized that the curriculum is the main foundation of educational implementation and must always be updated to meet the evolving needs of the institution and society. In his opening session, the Rector delivered a presentation titled The Development of IAHN Gde Pudja Mataram as a Center of Excellence and Competitiveness in Hindu Studies, outlining a strategic roadmap for advancing IAHN Gde Pudja Mataram as a leading hub of Hindu scholarship. He emphasized the need for an up-to-date, outcome-based curriculum aligned with developments in science, technology, and societal needs while preserving the institutions distinctive character. The Rector also highlighted partnerships with stakeholders, graduate employability, digital literacy, and the integration of local wisdom as key priorities. The session prompted active participation and constructive discussion, setting an inspiring tone for the workshop. Throughout the workshop, participants engaged in intensive discussions, reviews, and collaborative planning sessions aimed at refining and strengthening the institutional curriculum in line with current educational demands and stakeholder expectations. The event proceeded smoothly in a dynamic, constructive, and collegial atmosphere, reflecting a shared spirit of dedication to advancing IAHN Gde Pudja Mataram as a distinguished center for Hindu higher education. The workshop is expected to produce concrete recommendations that will guide future curriculum development and support the institutions long-term vision of competitiveness and excellence. BY:(DKS)

Image
Minggu, 22 Februari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM GELAR WISUDA KE-25 BERTEPATAN DIES NATALIS PERAK

Mataram, 21 Februari 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar Wisuda Program Pascasarjana (S2) ke-XII dan Program Sarjana (S1) ke-XXV yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-XXV. Sebanyak 23 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung khidmat. Acara diawali dengan Puja Astuti dan pembacaan sloka, dilanjutkan dengan pembukaan sidang oleh Ketua Senat. Prosesi juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Kebesaran Vagiswari Guna Paraga yang merepresentasikan Dewi Saraswati sebagai simbol ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan kewibawaan. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas capaian akademik yang diraih. Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat. Jadilah lulusan yang unggul, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan umat, ujarnya. Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., menekankan pentingnya peran strategis lulusan perguruan tinggi keagamaan dalam memperkuat nilai moderasi beragama. Lulusan perguruan tinggi keagamaan Hindu harus menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang harmonis, berintegritas, serta adaptif terhadap tantangan global, tegasnya. Pada kesempatan yang sama, orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Joko Prayitno, S.Ag., S.T., M.Pd.H. dengan judul Pengembangan Destinasi Wisata Hindu Pura di Pesisir Pantai Lombok untuk Penguatan Regeneratif Tourism dalam Mendukung Agenda NTB Makmur Mendunia. Orasi tersebut menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata berbasis nilai spiritual dan keberlanjutan sebagai kekuatan ekonomi daerah. Prosesi wisuda ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor, penyerahan ijazah kepada lulusan program magister dan sarjana, pembacaan janji wisudawan, serta doa penutup. Dengan pengukuhan 23 lulusan baru, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia Hindu yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. By: P26

Image
Minggu, 22 Februari 2026
2026 STRATEGIC DIRECTION SESSION AT IAHN GDE PUDJA MATARAM REINFORCES INTEGRITY, COLLABORATION, AND INSTITUTIONAL TRANSFORMATION

Mataram, 22 February 2026 A strategic policy briefing by the Directorate General of Hindu Community Guidance of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia took place on Sunday at the 3rd Floor Hall of the Rectorate Building of IAHN Gde Pudja Mataram. The event gathered all State Civil Apparatus (ASN) within the institute to receive the 2026 Policy Direction delivered by the Director General, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. The session was opened by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., who expressed his deep appreciation for the Director Generals visit to the campus. He noted that the presence of the Director General not only strengthened institutional ties but also provided valuable enlightenment regarding the strategic direction of policies that will guide the institutes future development. The Rector emphasized that such direct engagement is highly meaningful for ASN in aligning institutional programs with national priorities. In his address, Prof. Duija underscored the urgency of self-management, adaptive leadership, and continuous innovation in navigating rapid organizational change. He encouraged civil servants to cultivate growth potential rather than relying solely on perceived natural talent, stressing that leadership development programs significantly enhance organizational performance. He also highlighted the role of ASN as knowledge workers who must continuously strengthen competence, professionalism, and innovation to remain relevant in an era of accelerating technological and social transformation. Leadership effectiveness emerged as a central message of the policy direction. Prof. Duija explained that leaders can either drive or hinder change depending on their adaptability and approach. Responsive, contextual, and transformative leadership, he stated, is essential for building resilient institutions capable of addressing future challenges. An additional key point of the Director Generals presentation emphasized the importance of self-management, continuous learning, and adaptive leadership among civil servants in facing rapid changes in technology, organizational dynamics, and societal expectations. He highlighted that ASN must evolve into proactive knowledge workers who cultivate innovation, strengthen professionalism, and remain responsive to change, as effective leadership can serve either as a driving force or a barrier to institutional progress. Through this perspective, all personnel at IAHN Gde Pudja Mataram were encouraged to continuously develop their potential to support sustainable institutional transformation and national service. The briefing concluded with a call for all ASN at IAHN Gde Pudja Mataram to reinforce integrity, collaboration, and commitment in implementing the 2026 policy agenda, followed by an interactive question-and-answer session that allowed participants to engage directly with the policy direction. The event unfolded in a conducive, orderly, and warm atmosphere, reflecting a shared spirit of dedication and mutual respect among participants and leadership. BY:(DKS)

Image
Minggu, 22 Februari 2026
DIRJEN BIMAS HINDU DORONG DOSEN DAN GURU BESAR TURUN KE MASYARAKAT DAN BERKONTRIBUSI NYATA : DOSEN MUDA UNTUK LANJUT STUDI DI LUAR KAMPUS

Prof. Nengah Duija, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, menegaskan pentingnya peran aktif dosen dan guru besar untuk turun langsung ke masyarakat serta memperkenalkan diri sebagai bagian dari pengabdian dan kontribusi nyata bagi umat Hindu. Hal tersebut disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke XXV dan Wisuda Sarjana ke XXV serta Wisuda Pascasarjana ke-XII IAHN Gde Pudja Mataram, Sabtu (21/2/2026), di Aula Lantai 3 Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram. Saya ingin kampus ini menjadi kampus berdampak. Mari para dosen dan mahasiswa turun ke masyarakat. Jadilah dosen dan guru besar yang dikenal dan dikenang oleh umat. Mulailah memperkenalkan diri ke masyarakat sebagai wujud pengabdian kita, tegas Prof. Duija. Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan Hindu tidak cukup hanya menjalankan fungsi akademik di dalam kampus, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan. Dosen dan guru besar diharapkan mampu menjadi figur pemersatu serta penggerak harmoni umat. Selain itu, Prof. Duija juga mendorong para dosen muda untuk terus meningkatkan kapasitas akademik dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di kampus kampus terbaik, termasuk memanfaatkan peluang beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dosen-dosen muda harus berani melanjutkan studi di luar. Jangan kuliah di tempat yang sama, apalagi di kampus sendiri. Kita perlu pengalaman, jejaring, dan perspektif baru untuk memperkaya kampus ini, pesannya. Ia menekankan bahwa mobilitas akademik menjadi kunci dalam membangun kualitas perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif. Dengan pengalaman belajar di luar daerah bahkan luar negeri, dosen diharapkan mampu membawa inovasi serta memperluas wawasan keilmuan di lingkungan kampus. Dalam kesempatan itu, Prof. Duija juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesamaan persepsi tentang spiritualitas dan makna upacara keagamaan agar nilai-nilai luhur tidak tergerus oleh kepentingan pragmatis. Kita ini termasuk generasi penikmat, bukan generasi pejuang. Jangan sampai generasi berikutnya menjadi generasi penjual jika tidak ada persepsi yang sama tentang spiritualitas upacara keagamaan, ujarnya. Momentum Dies Natalis ke-25 ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan sinergi antara kampus, rektorat, PHDI, tokoh umat, dan tokoh puri dalam membangun pendidikan Hindu yang unggul, adaptif, dan berdampak luas bagi masyarakat. BY:P26