background

RILIS BERITA

Berita Utama


Berita Terbaru

Image
Sabtu, 14 Februari 2026
SEMARAK DIES NATALIS XXV, IAHN GDE PUDJA MATARAM GELAR JALAN SEHAT DAN PENANAMAN POHON BERSAMA MITRA HINDU

Mataram Dalam rangka memperingati Dies Natalis Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram ke-XXV, civitas akademika IAHN Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan jalan sehat yang berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, pukul 06.00 WITA, bertempat di Halaman Kampus IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur internal dan eksternal kampus, antara lain Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Puskor, PSN, Dharma Wanita Persatuan (DWP) IAHN Gde Pudja Mataram, para pejabat di lingkungan kampus, tenaga pendidik dan kependidikan, serta mahasiswa. Suasana kebersamaan dan semangat kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan sejak pagi hari. Jalan sehat menjadi salah satu rangkaian utama perayaan Dies Natalis yang bertujuan membangun semangat hidup sehat sekaligus mempererat sinergi antarwarga kampus dan mitra strategis. Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi yang positif dalam memperkuat solidaritas civitas akademika. Selain jalan sehat, rangkaian acara turut diisi dengan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang disampaikan oleh Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana, M.Ag. Sosialisasi ini bertujuan memperluas informasi mengenai program studi serta layanan pendidikan di IAHN Gde Pudja Mataram kepada masyarakat. Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, kegiatan Dies Natalis dirangkai dengan penanaman pohon di lingkungan Kampus IAHN Gde Pudja Mataram. Aksi ini menjadi simbol kepedulian institusi dalam mendukung terciptanya kawasan kampus yang hijau, asri, dan berkelanjutan. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Dies Natalis bukan hanya seremonial peringatan usia kampus, tetapi juga momentum reflektif untuk memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen kelembagaan. Dies Natalis ke-XXV ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen IAHN Gde Pudja Mataram dalam mencetak SDM Hindu yang berkualitas, moderat, dan berdaya saing, ujar Rektor. Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat dan penanaman pohon merupakan wujud semangat kolektif civitas akademika dalam membangun institusi yang sehat secara fisik, kuat secara moral, serta responsif terhadap tantangan masa depan. Melalui kegiatan ini, kita membangun semangat sehat, solid, dan bersinergi. Harapannya Dies Natalis ini menjadi pemantik semangat baru untuk kemajuan kampus, tambahnya. Melalui rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-XXV ini, IAHN Gde Pudja Mataram berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi Hindu serta memperkuat kontribusi institusi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. BY:ADR

Image
Rabu, 11 Februari 2026
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM SIMAKRAMA BERSAMA KEJATI DAN KEJARI BAHAS PERMASALAHAN UMAT DAN SOLUSI BERSAMA

Mataram, 10 Februari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, S.Ag., S.E., M.Si., M.Pd., menghadiri kegiatan simakrama bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati), Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mataram, dan Kejari Lombok Timur yang berlangsung di Pura Pancaka, Mataram, Selasa (10/2). Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat, Ketua PHDI Provinsi NTB beserta jajaran, serta Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan dan ketertiban umat Hindu di Nusa Tenggara Barat. Simakrama yang berlangsung tanpa tema khusus tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara aparat penegak hukum, akademisi, dan para tokoh umat untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat serta mencari solusi terbaik secara bersama-sama. Dalam arahannya, perwakilan Kejari Kota Mataram dan Kejari Lombok Timur menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan keamanan bersama di Lombok. Mereka mengajak umat Hindu untuk senantiasa berbuat baik, menjauhi tindakan melanggar hukum, serta turut menjaga ketentraman daerah. Walaupun kita minoritas, kita adalah putra-putri daerah yang harus bangga dan ikut menjaga ketertiban serta keamanan Lombok. Jangan sampai terlibat dalam perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat, tegas perwakilan kejaksaan dalam kesempatan tersebut. Setelah pengarahan dari pihak kejaksaan, sejumlah tokoh masyarakat turut menyampaikan pandangan dan contoh kasus yang berkembang di tengah umat. Di antaranya persoalan lahan Loang Baloq yang digunakan sebagai tempat pembuangan abu jenazah, dinamika politik yang berdampak pada kehidupan bermasyarakat, serta isu-isu sosial lainnya. Pada kesempatan itu, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. I Wayan Wirata, menyampaikan pandangannya terkait penguatan peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan umat. Ia menyinggung perkembangan Program Magister serta persoalan lahan seluas 3,5 hektar di Sumbawa yang menjadi salah satu syarat pengembangan institusi menuju status universitas. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar proses pengembangan kelembagaan dapat berjalan lancar, sehingga kampus mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun pembinaan karakter generasi muda. Simakrama kemudian berlanjut dengan penyampaian dari tokoh lainnya yang membahas berbagai kasus sosial di masyarakat, seperti kasus kekerasan dalam keluarga, anak yang melakukan tindakan ekstrem terhadap orang tua, hingga kasus anak bunuh diri akibat persoalan ekonomi dan kurangnya perhatian keluarga. Pihak kejaksaan menegaskan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi hukum, penguatan peran keluarga, serta kolaborasi antara tokoh agama, lembaga pendidikan, dan aparat penegak hukum. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu berkonsultasi atau melapor apabila menghadapi persoalan hukum. Melalui simakrama ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan tokoh masyarakat demi terciptanya kehidupan yang harmonis, aman, dan berkeadilan di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Lombok. BY:P26

Image
Rabu, 11 Februari 2026
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM PERKUAT INOVASI LPPM MELALUI SINERGI STRATEGIS DENGAN KEMENKUM NTB

Mataram, 11 Pebruari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma.SE., M.Si., M.Pd., menegaskan komitmennya dalam memperkuat inovasi dan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di lingkungan kampus melalui sinergi strategis bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan kunjungan dan koordinasi Kanwil Kementerian Hukum NTB yang berlangsung pada Rabu, 11 Pebruari 2026, bertempat di Ruang Senat IAHN Gde Pudja Mataram. Pertemuan ini membahas pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual sebagai wadah perlindungan dan pengelolaan hasil riset serta inovasi sivitas akademika. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa inovasi merupakan ruh perguruan tinggi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) disebutnya sebagai garda terdepan dalam melahirkan karya ilmiah, penelitian, serta produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. IAHN Gde Pudja Mataram siap memperkuat inovasi berbasis riset dan pengabdian. Dukungan Kementerian Hukum melalui pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual menjadi langkah konkret untuk memastikan setiap karya sivitas akademika terlindungi secara hukum dan memiliki nilai keberlanjutan, ujar Prof. Wayan Wirata. Rektor juga menekankan bahwa penguatan Sentra KI sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam peningkatan mutu penelitian dan hilirisasi hasil riset. Menurutnya, budaya akademik harus dibangun tidak hanya produktif dalam menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kesadaran hukum terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. Sementara itu, Kepala LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menyampaikan kesiapan LPPM untuk bersinergi aktif dengan Kanwil Kementerian Hukum NTB dalam proses pembentukan dan penguatan Sentra KI. Ia menjelaskan bahwa potensi luaran penelitian dosen dan inovasi mahasiswa di IAHN Gde Pudja Mataram sangat besar dan perlu difasilitasi secara sistematis. Sinergi ini akan memperkuat tata kelola perlindungan karya ilmiah, buku, produk inovasi, maupun karya seni yang dihasilkan sivitas akademika. Dengan pendampingan dari Kementerian Hukum, kami optimis Sentra KI dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, ungkapnya. Pihak Kanwil Kementerian Hukum NTB dalam kesempatan tersebut menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan teknis, edukasi, serta fasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual guna mendukung peningkatan kualitas inovasi di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan langkah strategis dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berdaya saing, terlindungi secara hukum, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. BY:P26

Image
Rabu, 11 Februari 2026
KUNJUNGAN KERJA KEMENTERIAN HUKUM KE IAHN GDE PUDJA MATARAM DALAM RANGKA PEMBENTUKAN SENTRA KEKAYAAN INTELEKTUAL

Mataram, 11 Pebruari 2026 Kantor Wilayah Kementerian Hukum Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram dalam rangka koordinasi pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual (KI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Pebruari 2026, bertempat di Ruang Senat IAHN Gde Pudja Mataram. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem riset, inovasi, dan perlindungan Kekayaan Intelektual di lingkungan akademik. Rombongan Kanwil Kementerian Hukum NTB dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah dan diterima langsung oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, jajaran pimpinan, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB menyampaikan komitmen untuk memberikan pendampingan, fasilitasi, serta dukungan teknis dalam proses pembentukan dan penguatan Sentra KI. Pembentukan Sentra KI dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan, sekaligus memberikan perlindungan hukum terhadap hasil karya sivitas akademika. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma.SE., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta dukungan Kanwil Kementerian Hukum NTB. Beliau menegaskan bahwa pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual merupakan langkah penting dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset dan inovasi. Sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri, IAHN Gde Pudja Mataram memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam menghasilkan karya ilmiah, inovasi, serta produk intelektual yang bermanfaat bagi masyarakat dan perlu dilindungi secara hukum. Rektor juga menekankan bahwa penguatan Sentra KI sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam perspektif filosofi Hindu, langkah ini selaras dengan ajaran Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Sementara itu, Kepala LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas luaran penelitian dosen serta inovasi sivitas akademika. Ia menjelaskan bahwa LPPM sebagai motor penggerak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memiliki peran sentral dalam mendorong lahirnya karya-karya ilmiah, buku, produk inovasi, maupun karya seni yang berpotensi memperoleh perlindungan Kekayaan Intelektual. . Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi juga menyampaikan bahwa selama ini potensi kekayaan intelektual di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram cukup besar, namun masih memerlukan penguatan sistem pendampingan, literasi KI, serta tata kelola administrasi yang terintegrasi. Dengan adanya Sentra KI, diharapkan proses identifikasi, pendaftaran, hingga komersialisasi hasil penelitian dapat berjalan lebih optimal dan terarah. Beliau menegaskan kesiapan LPPM untuk bersinergi dengan Kanwil Kementerian Hukum NTB dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada dosen serta mahasiswa, sehingga kesadaran akan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual semakin meningkat. Sentra KI diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan administratif, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun budaya inovasi dan perlindungan karya akademik secara berkelanjutan. Kegiatan koordinasi ini berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di IAHN Gde Pudja Mataram. Kunjungan kerja ini menjadi awal kerja sama yang produktif dan berkelanjutan antara Kanwil Kementerian Hukum NTB dan IAHN Gde Pudja Mataram dalam mendukung penguatan riset, inovasi, dan perlindungan hukum atas karya intelektual demi kemajuan daerah dan bangsa. BY:P26

Image
Minggu, 08 Februari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM GELAR PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN BANTEN PIODALAN ALIT

Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bekerjasama dengan UKM Upakara dan Sarathi Banten Indonesia (SBI) Provinsi NTB menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pembuatan Banten Piodalan Alit Berbasis Tattwa dan Tata Cara pada Minggu, 8 Pebruari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 IAHN Gde Pudja Mataram. Pelatihan ini akan dilaksanakan setiap hari Minggu dan berakhir pada 31 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Sarati Banten Indonesia (SBI) dan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan pemahaman pelaku upacara Hindu dalam pelaksanaan yadnya yang benar, sederhana, dan bermakna. Ketua Panitia Ni Nengah Sudarsini, M.Pd.H., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini serta berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan yadnya. Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S.,M.Ag. menegaskan bahwa pembuatan banten harus dilandasi pemahaman tattwa, susila, dan tata cara yang benar, sehingga yadnya tidak berhenti pada formalitas, tetapi menjadi sarana peningkatan kesadaran spiritual umat. Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang tattwa, ritual, dan praktik pembuatan banten, yaitu Ida Pedande Gde Wayan Gunung, Ida Pandita Rai Padmi, Dr. Desak Putu Sari Dewi, S.S., M.Pd.H., Pinandita Ni Komang Wiasti, M.Pd.H., serta narasumber dari Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), Pinandita Desak Lilis Suryana. Para narasumber menyampaikan materi terkait makna filosofis banten piodalan alit, tata cara penyusunan banten yang sesuai sastra, serta praktik langsung pembuatan banten yang sederhana, efektif, dan tetap menjaga kesakralan yadnya. Dalam sambutannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi antara LPPM, SBI, PSN, narasumber, dan peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam pelestarian tradisi keagamaan Hindu, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia umat Hindu. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram berharap peserta dari SBI dan PSN dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan beragama sehari-hari, sehingga pelaksanaan yadnya menjadi lebih sadar makna, sederhana, dan beberkelanjutan. BY:P26

Image
Sabtu, 07 Februari 2026
APRESIASI KOLABORASI, REKTOR IAHN SERAHKAN CINDERAMATA DAN PIAGAM KEPADA INTI NTB DAN BPDS PADA KEGIATAN GREEN DHARMA

Mataram, 7 Februari 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan Green Dharma bertema Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Suci Tumpek Uye sekaligus kelanjutan dari program Green Dharma sebelumnya, sebagai wujud nyata dukungan terhadap Asta Protas Kementerian Agama serta kontribusi institusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan yang berlangsung di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Cakranegara ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mandiri yang dikelola oleh Program Studi Manajemen Ekonomi IAHN Gde Pudja Mataram, dengan I Gede Bayu Wijaya, M.M. sebagai ketua panitia. Program ini mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa, sekaligus mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pada aspek pengabdian dosen dan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus. Kegiatan Green Dharma terselenggara melalui kolaborasi antara IAHN Gde Pudja Mataram, INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa) NTB, dan BPDAS NTB. Sinergi dengan mitra eksternal ini memperkuat jejaring kerja sama institusional serta selaras dengan penguatan IKU kolaborasi dan kemitraan strategis. Peserta kegiatan meliputi seluruh ASN IAHN Gde Pudja Mataram, mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan, perwakilan INTI NTB dan BPDAS Dodokan Moyosari, pimpinan organisasi Hindu di NTB, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Keterlibatan lintas unsur ini memperkuat dampak sosial kegiatan dan relevansinya bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan acara seremonial yang secara resmi dibuka oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa memuliakan Ibu Pertiwi tidak cukup hanya melalui doa, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata seperti penanaman pohon dan sikap welas asih kepada seluruh makhluk hidup. Pesan tersebut sejalan dengan sloka: Om Sarve bhavantu sukhinah, Sarve santu niramayah, Sarve bhadrani pasyantu, Ma kascid duhkha bhag bhavet. Ketua Krama Pura Dalem Swasta Pranawa menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian IAHN Gde Pudja Mataram beserta para mitra terhadap pelestarian lingkungan di kawasan pura. Sementara itu, Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan Green Dharma merupakan praktik nyata ajaran agama Hindu yang sekaligus memperkuat kinerja institusi dalam pengabdian kepada masyarakat serta mendukung Asta Protas Kementerian Agama dan SDGs. Perwakilan INTI NTB, Sang Joko Wijonarko, dalam sambutannya menyampaikan komitmen INTI untuk terus mendukung kegiatan pelestarian lingkungan, penghijauan, serta berbagai kegiatan sosial sebagai bagian dari upaya membangun harmoni sosial dan ekologis. Sebagai penutup rangkaian seremonial, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram menyerahkan piagam penghargaan dan cinderamata kepada perwakilan INTI NTB Alwan S Thio dan Sang Joko Wijonarko, perwakilan BPDAS Dodokan Moyosari sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan Green Dharma. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan pura serta pelepasan puluhan ekor burung. Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan kolaborasi yang solid antara civitas akademika, mitra, dan masyarakat, serta memperkuat kontribusi IAHN Gde Pudja Mataram dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. BY:P26