background

RILIS BERITA

Berita Utama


Berita Terbaru

Image
Rabu, 17 Desember 2025
INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA LAKUKAN EVALUASI IMPLEMENTASI ASTA PROTAS DI IAHN GDE PUDJA MATARAM

Mataram, 17 Desember 2025 Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) menugaskan tim untuk melakukan evaluasi implementasi Asta Protas di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kantor Kementerian Agama Kota Mataram. Penugasan ini tertuang dalam Surat Tugas Inspektur Jenderal Nomor 2422/IJ/12/2025 tanggal 13 Desember 2025. Kegiatan evaluasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pejabat di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram, antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Kelembagaan dan Kerjasama, Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), para Dekan, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta unsur Perencana dan Keuangan. Dalam sambutannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram yang saat ini menghadiri Rakernas Kementerian Agama Tahun 2025 di Jakarta diwakili oleh Wakil Rektor I IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Joko Prayitno, S.Ag., S.T., M.Pd.H, menyampaikan terima kasih dan menyambut baik kedatangan Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Ia berharap melalui kegiatan evaluasi ini, IAHN Gde Pudja Mataram memperoleh petunjuk dan arahan strategis guna mendorong peningkatan tata kelola dan kemajuan lembaga. Evaluasi ini kami pandang sebagai bagian penting dari upaya perbaikan berkelanjutan dan penguatan akuntabilitas institusi, ujarnya. Sementara itu, Mawariatul Janawati, selaku Penanggung Jawab/Pengendali Teknis Tim Evaluasi Itjen Kemenag, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan merupakan audit dan bukan pula untuk mencari kesalahan atau kekurangan lembaga. Evaluasi ini dilakukan dalam rangka melaksanakan mandat Menteri Agama untuk memastikan implementasi program prioritas Kementerian Agama berjalan dengan baik. Evaluasi ini lebih bersifat pembinaan dan pemetaan. Kami ingin melihat sejauh mana implementasi Asta Protas telah dilaksanakan, khususnya yang berkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan pengembangan Green Campus di IAHN Gde Pudja Mataram, jelasnya. Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam mendorong kesadaran lingkungan, keberlanjutan, serta tata kelola kampus yang ramah lingkungan dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Peraturan Menteri Agama Nomor 41 Tahun 2016 tentang Pengawasan Internal pada Kementerian Agama, Peraturan Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama, serta Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Itjen Kemenag Tahun 2025. Tim evaluasi bertugas dari tanggal 14 hingga 25 Desember 2025, dengan susunan tim yaitu Moh Isom sebagai Penanggung Jawab, Mawariatul Janawati sebagai Pengendali Teknis, Abdul Rasit sebagai Ketua Tim, serta Inne Saraswati Mey Lyana, Sanam, Rahmayanti Harun, dan M. H. Armadani sebagai Anggota Tim. Dalam rangka kelancaran kegiatan, Tim Itjen menegaskan untuk dokumen yang diminta dapat berupa hardcopy maupun softcopy, yang telah diberi nomor serta dikelompokkan sesuai dokumen Asta Protas. Selain itu ada sesi wawancara. Evaluasi implementasi Asta Protas ini bertujuan memastikan program prioritas Kementerian Agama berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Asta Protas merupakan delapan program prioritas terintegrasi yang meliputi kerukunan, ekoteologi, moderasi beragama, transformasi digital, pemberdayaan umat, kemitraan strategis, serta pemberdayaan rumah ibadah. Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud quality assurance atas laporan kinerja serta terjadinya pergeseran paradigma pengawasan dari audit berbasis kegiatan menuju evaluasi berbasis dampak dan keberlanjutan, khususnya dalam mendukung agenda SDGs dan Green Campus di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. BY:P26

Image
Selasa, 16 Desember 2025
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM APRESIASI FESTIVAL BUDAYA LOMBOK MIRAH SASAK ADI PERINGATI MILAD KE-30 MAJELIS ADAT SASAK

Lombok Majelis Adat Sasak (MAS) menggelar Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi yang dirangkaikan dengan Peringatan Milad ke-30 Majelis Adat Sasak, pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di DGolong Narmada, Lombok Barat. Kegiatan dimulai pukul 08.30 WITA hingga selesai dan dihadiri oleh berbagai tokoh adat, pemerintah, akademisi, serta masyarakat. Festival budaya ini mengusung tema Memperkuat Konsolidasi dan Soliditas Ke-Sasak-an dalam Semangat Sebumbum, Sewirang, Sejukung, sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga persatuan, identitas, dan kearifan lokal masyarakat Sasak di Nusa Tenggara Barat. Acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram yang diwakili oleh Ketua Senat IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murba Widhana, M.Ag. Kehadiran unsur akademisi ini menjadi penegasan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai kearifan lokal Sasak melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan tembang pembuka, pembacaan Al-Quran, doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya disampaikan laporan Ketua Panitia Dr. H. Ashari, SH., MH, pembacaan Deklarasi Gunung Rinjani, serta orasi budaya sebagai refleksi nilai-nilai luhur adat Sasak. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram melalui Ketua Senat, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Murba Widhana, M.Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi yang dirangkaikan dengan Milad ke-30 Majelis Adat Sasak. Rektor menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata komitmen Majelis Adat Sasak dalam menjaga, merawat, dan mengaktualisasikan nilai-nilai adat serta kearifan lokal Sasak di tengah dinamika perkembangan zaman. Menurutnya, sinergi antara lembaga adat, pemerintah, dan perguruan tinggi sangat penting dalam memastikan budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi sumber nilai, identitas, dan inspirasi bagi generasi muda. IAHN Gde Pudja Mataram siap terus berperan aktif melalui tridharma perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya dan penguatan karakter masyarakat berbasis kearifan lokal. Puncak acara ditandai dengan sambutan Pengirakse Agung Majelis Adat Sasak, Dr. H. L. Saim Sastrawan, SH., MH, serta sambutan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Gubernur NTB menegaskan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya Sasak sebagai identitas dan kekuatan masyarakat NTB, serta mendorong seluruh elemen untuk bersama-sama melestarikannya agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda. Selain sambutan, kegiatan juga diisi dengan pemberian piagam penghargaan, ramah tamah, serta pagelaran seni dan budaya Sasak yang menampilkan kekayaan tradisi lokal. Acara ditutup dengan kebersamaan melalui begibung dan penutupan resmi. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan acara Begibung yang diikuti langsung oleh Gubernur NTB bersama tokoh adat, panitia, dan para undangan, sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan nilai gotong royong dalam tradisi masyarakat Sasak. Melalui Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi ini, Majelis Adat Sasak berharap nilai-nilai adat dan budaya Sasak dapat terus dilestarikan serta menjadi fondasi dalam memperkuat persatuan dan pembangunan budaya di Nusa Tenggara Barat. BY:P26

Image
Senin, 15 Desember 2025
INTERNATIONAL SEMINAR ON DIGITAL CULTURE AND SOCIAL WELL-BEING ORGANIZED BY DHARMA SASTRA DEPARTMENT, IAHN GDE PUDJA MATARAM

The Department of Dharma Sastra, IAHN Gde Pudja Mataram, successfully organized an International Seminar on Monday, 15 December 2025, at the 3rd Floor Meeting Hall of the Rectorate Building. The seminar was conducted under the theme Digital Culture and Social Well-being: Anthropological Insights in the Age of AI and Hyperconnectivity, addressing contemporary issues related to artificial intelligence, digital culture, and their implications for society. The seminar was attended by 150 participants consisting of institutional leaders, lecturers, and students of IAHN Gde Pudja Mataram, as well as leaders of Hindu organizations in West Nusa Tenggara Province, community figures, and religious leaders. The activity was chaired by I Gusti Agung Andriani, S.H., M.H. as the Head of the Organizing Committee and officially opened by the Vice Rector I of IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Joko Prayitno, S.Ag.,S.T.,M.Pd.H., representing the Rector. The seminar featured two distinguished speakers. The first speaker, Mr. Dong-Joo Kim, Professor of Social Policy and Medical Research at Saekyeong University, Republic of Korea, presented an international perspective on social policy, quality of life, and the challenges of digital transformation. The second speaker, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., a lecturer at IAHN Gde Pudja Mataram and Chair of the Institute for Research and Community Service (LPPM), delivered an anthropological and cultural analysis of digital culture and artificial intelligence in the Indonesian context. The seminar was moderated by Dewi Kusumasanthi, who facilitated the discussion and ensured productive academic interaction between the speakers and participants. The panel session emphasized the importance of interdisciplinary dialogue in understanding the social, cultural, and ethical dimensions of technological advancement. In addition to enriching academic insight, the seminar served as a strategic forum for strengthening international academic engagement and fostering critical awareness among students and scholars. The discussions highlighted the need to integrate technological innovation with humanistic values, local wisdom, and social responsibility in order to promote sustainable social well-being in the digital era. Through this international seminar, the Department of Dharma Sastra, IAHN Gde Pudja Mataram, reaffirms its commitment to strengthening academic discourse, expanding global collaboration, and contributing to the development of ethical, inclusive, and culturally grounded responses to the rapid growth of digital technology and artificial intelligence. (DKS)

Image
Senin, 15 Desember 2025
SEMINAR INTERNASIONAL DHARMA SASTRA IAHN GDE PUDJA MATARAM HASILKAN PELUANG KERJA SAMA GLOBAL DAN PROGRAM INTERNASIONAL

Jurusan Dharma Sastra IAHN Gde Pudja Mataram menyelenggarakan Seminar Internasional Mandiri bertajuk Digital Culture and Social Well-being: Anthropological Insights in the Age of AI and Hyperconnectivity pada Senin, 15 Desember 2025, di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menghasilkan luaran konkret berupa penguatan jejaring internasional, pengembangan program akademik lintas negara, serta inisiasi kerja sama kelembagaan. Luaran utama seminar ini diarahkan pada pembukaan peluang penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) antara IAHN Gde Pudja Mataram, khususnya Jurusan Dharma Sastra, dengan mitra internasional, termasuk Saekyeong University, Korea Selatan. Kerja sama yang dirintis mencakup pengembangan pendidikan lintas budaya, kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Kontribusi praktis yang signifikan disampaikan oleh narasumber pertama, Mr. Dong-Joo Kim, Professor of Social Policy and Medical Research dari Saekyeong University. Selain membahas kebijakan sosial dan kesejahteraan masyarakat di era digital, beliau memaparkan rencana pendirian sekolah pembelajaran Bahasa Korea dan budaya Korea, serta pengembangan program penyaluran dan peningkatan kompetensi tenaga kerja Warga Negara Indonesia (WNI) ke Korea Selatan. Gagasan ini membuka peluang konkret pengembangan program internasional berbasis bahasa, budaya, dan peningkatan daya saing sumber daya manusia. Narasumber kedua, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., dosen IAHN Gde Pudja Mataram sekaligus Ketua LPPM, mempresentasikan hasil penelitiannya tentang harmonisasi budaya sebagai fondasi penting dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah arus budaya digital dan kecerdasan buatan. Temuan penelitian tersebut berpotensi ditindaklanjuti dalam bentuk riset kolaboratif internasional dan publikasi bereputasi yang berfokus pada relasi antara teknologi, budaya, dan nilai-nilai lokal. Seminar ini diikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang terdiri atas pimpinan di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram, dosen, mahasiswa, pimpinan organisasi Hindu Provinsi NTB, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Kegiatan dipimpin oleh I Gusti Agung Andriani, S.H., M.H. selaku Ketua Panitia dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Joko Prayitno, S.Ag., S.T., M.Pd.H., yang mewakili Rektor. Diskusi panel dimoderatori oleh Dewi Kusumasanthi, B.Com., M.A., dan berlangsung aktif serta produktif. Sebagai tindak lanjut, seminar ini direkomendasikan untuk menghasilkan program konkret, antara lain penyusunan draft MoU dan MoA internasional, perancangan kelas atau program sertifikasi Bahasa dan Budaya Korea, kolaborasi penelitian lintas negara, serta penguatan program internasional Jurusan Dharma Sastra yang selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan agenda internasionalisasi kampus. Melalui seminar internasional ini, Jurusan Dharma Sastra IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan komitmennya untuk menghadirkan luaran nyata yang berdampak akademik dan sosial, sekaligus memperkuat posisi institusi dalam jejaring global pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. (DKS)

Image
Senin, 15 Desember 2025
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM HADIRI RAKERNAS KEMENTERIAN AGAMA 2025

Tangerang Selatan, 15 Desember 2025. Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025 yang diselenggarakan pada 1417 Desember 2025 di Atria Hotel, Gading Serpong, Tangerang Selatan. Rakernas Kementerian Agama Tahun 2025 mengusung tema Mempersiapkan Umat Masa Depan dan secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Menteri Agama menyampaikan arahan kebijakan strategis mengenai Strategi Implementasi Asta Cita melalui Program Prioritas Kementerian Agama Tahun 20252029. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama 20252029 serta penandatanganan perjanjian kinerja. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan perlunya perumusan ulang arah pembinaan umat beragama agar mampu menjawab dinamika sosial, budaya, dan global di masa depan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama. Menag menekankan pentingnya pemetaan lingkungan strategis Kementerian Agama sebagai dasar perumusan visi, misi, dan strategi pembinaan umat yang relevan dengan perkembangan zaman. Kementerian Agama diharapkan mampu berperan sebagai penghubung antara nilai-nilai keagamaan dan kehidupan modern dalam membentuk umat yang unggul dan adaptif. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa Rakernas menjadi forum strategis untuk menghimpun pandangan para pemangku kepentingan lintas sektor. Hasil Rakernas ini diharapkan menjadi dasar penyusunan Outlook Kehidupan Beragama Kementerian Agama Tahun 2026 serta rujukan kebijakan publik Kementerian Agama ke depan. Kegiatan Rakernas ini diikuti oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian Agama, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Agama, para Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi se-Indonesia. Rangkaian kegiatan Rakernas diawali dengan registrasi dan pembekalan peserta, dilanjutkan dengan sidang-sidang pleno, lokakarya, serta pembahasan strategis terkait tata kelola program, mekanisme pembagian DIPA, dan penandatanganan perjanjian kinerja. Rakernas ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan, program, dan anggaran Kementerian Agama Tahun 2025 guna memperkuat peran kementerian dalam mempersiapkan umat yang unggul dan berdaya saing di masa depan. Keikutsertaan Rektor IAHN Gde Pudja Mataram dalam kegiatan Rakernas ini merupakan bentuk komitmen institusi pendidikan tinggi keagamaan Hindu dalam mendukung kebijakan nasional Kementerian Agama, serta memperkuat peran strategis pendidikan keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan. By: P26

Image
Sabtu, 13 Desember 2025
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM RESMI MENUTUP ASESMEN LAPANGAN PPG, ASESOR BERI APRESIASI KERJASAMA TIM.

Mataram, 13 Desember 2025 Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram secara resmi menutup kegiatan Asesmen Lapangan (AL) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Agama Hindu yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 1213 Desember 2025. Penutupan asesmen berlangsung pada Sabtu (13/12) bertempat di Ruang Senat Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan penutupan Asesmen Lapangan tersebut dihadiri oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram didampingi Kepala Biro AUAK, Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Dharma Acarya, Kepala LPPM, Kepala LPM, Ketua Jurusan Dharma Acarya, Koordinator Program Studi PPG, serta jajaran pimpinan dan tim terkait. Dalam sambutannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para asesor LAMDIK yang telah melaksanakan penilaian, klarifikasi, dan validasi secara profesional. Rektor menegaskan bahwa asesmen lapangan menjadi momentum penting bagi institusi untuk mengukur kelebihan dan kekurangan dalam pengelolaan program PPG. Terima kasih kepada para asesor yang telah meluangkan waktu dan memberikan masukan yang sangat berarti bagi IAHN Gde Pudja Mataram. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan mutu, termasuk dalam pelaporan kegiatan kerja sama internasional agar lebih terstruktur dan akademik, ujar Rektor. Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dekan Fakultar Dharma Acarya Prof. Dr. Siti Zaenab, SAg.,M.Pd.,CiQar dan kepada Koordinator Prodi PPG Ida Bagus Yoga Pramana, M.Pd dan tim akreditasi atas kerjasamanya untuk memberikan hasil terbaik. Rektor juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama proses asesmen berlangsung. Asesor LAMDIK, Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa proses asesmen lapangan berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang baik dari seluruh civitas akademika IAHN Gde Pudja Mataram. Ia menjelaskan bahwa hasil asesmen selanjutnya akan disampaikan ke LAMDIK untuk diproses oleh tim validator sesuai ketentuan yang berlaku. Secara regulasi, kami tidak dapat menyampaikan hasil asesmen secara langsung. Namun kami berharap hasilnya sesuai dengan harapan. Terima kasih atas layanan dan kerja sama yang sangat baik selama kegiatan ini, ungkap Prof. Gelgel. Asesor kedua, Prof. Dr. Sunyono, M.Si. dari Universitas Lampung, menegaskan bahwa tim asesor hadir bukan sebagai hakim, melainkan untuk memotret, mencatat, dan mengonfirmasi dokumen yang telah disusun dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS). Keputusan akhir, lanjutnya, akan ditetapkan oleh majelis akreditasi setelah melalui proses di LAMDIK dan tim validator. Prof. Sunyono juga memberikan sejumlah catatan strategis, khususnya terkait peran Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) sebagai jantung institusi dalam proses akreditasi. Ia menekankan pentingnya analisis berbasis data yang kuat, penguatan bukti pendukung LED, kekompakan tim penjaminan mutu, serta optimalisasi perolehan dana operasional melalui kegiatan dosen seperti penelitian, pengabdian mandiri. Dosen menjadi narasumber dan konsultan agar membuat laporan dana operasional. Akreditasi eksternal pada dasarnya berfokus pada peningkatan mutu. Kami berharap seluruh tim penjaminan mutu dapat terus memperkuat koordinasi, kelengkapan data, dan kecepatan penyajian dokumen agar mutu institusi semakin meningkat, jelas Prof. Sunyono. Menutup rangkaian kegiatan, para asesor menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Asesmen Lapangan PPG IAHN Gde Pudja Mataram yang dinilai telah berjalan dengan baik, serta berharap hasil akreditasi nantinya dapat memberikan nilai terbaik dan mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. BY : P26