background

RILIS BERITA

Berita Utama


Berita Terbaru

Image
Jumat, 30 Januari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM FINALIZES STRATEGIC PLAN 2025–2029 TO STRENGTHEN INSTITUTIONAL GOVERNANCE AND ACADEMIC QUALITY

IAHN GDE PUDJA MATARAM CONDUCTED THE FINALIZATION OF ITS STRATEGIC PLAN (Renstra) for the 20252029 period on Thursday, 29 January 2026. The activity was held in the second-floor meeting room of the Rectorate Building and attended by institutional officials of IAHN Gde Pudja Mataram, along with the Chairperson of the Hindu Organization of West Nusa Tenggara (NTB) Province. The meeting was chaired and facilitated by I Komang Widya Purnama Yasa, M.I.Kom., who led the discussion process to ensure the completeness and coherence of the Strategic Plan document in accordance with institutional needs and prevailing regulations. The Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd.. in his introductory remarks, emphasized that the preparation of the Strategic Plan is a strategic necessity for the institution. He explained that the Renstra serves as a policy guideline and reference framework for institutional development over a five-year period, covering academic, administrative, and governance aspects in a structured and measurable manner. The Rector further highlighted that one of the main objectives of drafting the Strategic Plan is to ensure curriculum quality and accountability. The Renstra is positioned as a shared reference and collective commitment for all academic units in implementing a curriculum that is accountable, standardized, and aligned with national higher education policies, while also supporting the achievement of institutional performance indicators. In addition, the Rector underlined the importance of establishing priority scales in program planning and implementation, particularly in response to budgetary limitations resulting from efficiency policies. He stated that clear prioritization is essential to ensure optimal use of available resources while maintaining the effectiveness of institutional programs and activities. During the discussion session, the meeting proceeded in a conducive and orderly manner. Participants actively provided input and constructive suggestions aimed at refining and strengthening the Strategic Plan document, particularly in terms of program relevance, feasibility, and alignment with institutional capacity. The finalization of the Strategic Plan 20252029 is expected to serve as an official guideline for IAHN Gde Pudja Mataram in implementing programs and activities, strengthening governance, and improving academic quality in a sustainable and accountable manner. BY: (DKS)

Image
Kamis, 29 Januari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM FINALISASI RENSTRA 2025–2029 SEBAGAI ARAH KEBIJAKAN DAN PENGUATAN TATA KELOLA KAMPUS

Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan Finalisasi Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Tahun 20252029 pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan lantai 2 Gedung Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram dan dihadiri oleh para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan kampus serta para Ketua Organisasi Hindu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan finalisasi ini diketuai dan dipandu oleh I Komang Widya Purnama Yasa, M.I.Kom., yang mengarahkan jalannya pembahasan agar dokumen Renstra yang disusun memiliki kesesuaian antara visi, arah kebijakan, dan kemampuan institusi. Dalam pengantarnya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Rencana Strategis merupakan dokumen perencanaan jangka menengah yang berfungsi sebagai pedoman utama pengembangan institusi selama lima tahun. Renstra tidak hanya memuat arah kebijakan dan program prioritas, tetapi juga menjadi instrumen pengendali mutu, akuntabilitas kinerja, serta konsistensi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Rektor menjelaskan bahwa penyusunan Renstra menjadi sangat penting karena menjadi acuan bersama bagi seluruh unit kerja dalam merancang dan melaksanakan program. Melalui Renstra, setiap kebijakan dan kegiatan kampus diharapkan berjalan terarah, terukur, dan selaras dengan visi institusi, sekaligus mampu menjawab tantangan perubahan lingkungan strategis pendidikan tinggi keagamaan. Dalam penyusunannya, Renstra IAHN Gde Pudja Mataram 20252029 mengacu pada berbagai regulasi dan kebijakan nasional, antara lain Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ,kebijakan Kementerian Agama, renstra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, standar pendidikan tinggi, serta visi dan misi IAHN Gde Pudja Mataram.Selain itu, Renstra juga diselaraskan dengan hasil evaluasi diri institusi, kebutuhan pengembangan kurikulum, serta kapasitas dan sumber daya yang dimiliki kampus. Salah satu poin yang mendapat penekanan adalah bahwa Renstra disusun untuk memastikan mutu dan akuntabilitas kurikulum. Dokumen ini menjadi rujukan sekaligus komitmen bersama dalam menjaga relevansi kurikulum, capaian pembelajaran, dan kualitas lulusan. Rektor juga menyoroti pentingnya penetapan skala prioritas program, mengingat keterbatasan anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi, sehingga perencanaan harus dilakukan secara realistis dan strategis. Memasuki sesi diskusi, suasana berlangsung kondusif dan konstruktif. Para peserta aktif memberikan masukan dan saran guna menyempurnakan dokumen Renstra, terutama terkait penajaman program prioritas, indikator kinerja, dan keberlanjutan pelaksanaan kebijakan. Sebagai luaran, kegiatan ini menghasilkan dokumen Renstra IAHN Gde Pudja Mataram Tahun 20252029 yang siap ditetapkan sebagai pedoman resmi institusi. Dokumen tersebut akan menjadi dasar perencanaan program, penyusunan anggaran, pengendalian kinerja, serta evaluasi capaian institusi dalam lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat tata kelola dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Hindu. BY:(DKS)

Image
Minggu, 25 Januari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM TEKEN MOU DENGAN AKASH MANAJEMEN UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN DAN BUDAYA PADA LOMBA TARI CONDONG DAN OLEG SE-NTB

Mataram, 25 Januari 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram kembali memperluas jejaring kemitraan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Akash Manajemen sebagai langkah strategis dalam penguatan pendidikan, penelitian, dan pelestarian budaya berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini berlangsung di kampus IAHN Gde Pudja Mataram, pada Lomba Tari Condong dan Oleg Se-NTB yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari IAHN Gde Pudja Mataram. Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh pimpinan Akash Manajemen, Ni Luh Yudi Handayani, yang berasal dari Buleleng, Bali, serta jajaran pimpinan IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan lomba tari yang berlangsung bersamaan menampilkan bakat mahasiswa dalam melestarikan seni tari tradisional Bali dan NTB, sehingga menjadi wujud nyata implementasi pendidikan dan budaya dalam bentuk yang atraktif. Kerja sama ini menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun sinergi antarlembaga yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan program kolaboratif yang berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat untuk mendorong pelaksanaan kegiatan yang mendukung Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi penguatan kapasitas akademik, pengembangan literasi budaya, serta implementasi program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membuka ruang inovasi dan pertukaran pengetahuan antara dunia akademik dan mitra profesional. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan An Wirata, A.Ma.SE., M.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Akash Manajemen merupakan langkah positif dalam memperluas jejaring strategis kampus. Beliau menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya, meningkatkan kompetensi sivitas akademika, serta membuka peluang inovasi yang dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Ni Luh Yudi Handayani menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini dan berharap kemitraan tersebut dapat memberikan manfaat nyata serta kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan dan pelestarian budaya. Dengan ditandatanganinya MoU ini dan terlaksananya lomba tari tradisional, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi, inovatif, dan konsisten dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai budaya Nusantara. By : P26

Image
Minggu, 25 Januari 2026
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM RESMI MEMBUKA PELATIHAN AKSARA BALI, LPPM TEGASKAN KOMITMEN PELESTARIAN BUDAYA

Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan dan pelestarian budaya Nusantara melalui Pelatihan Aksara Bali, yang secara resmi dibuka oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.M.A., S.E., M.Si., M.Pd., pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2. Kegiatan pelatihan ini merupakan program PKM Mandiri yang diselenggarakan oleh Unit Pusat Kajian Lontar, Unit publikasi dan Unit Moderasi Beragama IAHN Gde Pudja Mataram, berkolaborasi dengan PSN Koordinator Wilayah NTB, sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi sastra suci dan budaya spiritual Hindu. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari para Pinandita PSN Korwil NTB dan direncanakan berlangsung selama tiga bulan, dengan jadwal setiap Hari Minggu sore mulai pukul 15.00 WITA. Ketua Panitia Ida Bagus Heri Juniawan, M.Si menyampaikan bahwa program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan menulis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan nilai tradisi, spiritual, dan etika Aksara Bali. Setiap peserta diharapkan menjadi agen pelestarian budaya di lingkungan masing-masing, ujarnya. Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menyampaikan bahwa pelatihan aksara Bali tidak hanya mengajarkan keterampilan menulis huruf tradisional, tetapi juga membentuk karakter akademik yang berlandaskan nilai-nilai luhur Hindu. Menurutnya, aksara Bali merupakan warisan peradaban yang merekam identitas, spiritualitas, dan estetika masyarakat Bali dan Nusantara. Peserta diajak memahami aksara Bali sebagai bagian dari kesadaran kolektif yang tertuang dalam lontar, prasasti, dan naskah suci, sehingga layak dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Pelatihan menghadirkan materi Aksara Bali, Sansekertha (Deva Nagari), Wariga, Meditasi, dan Sehe (Dharma Gita), dengan metode teori dan praktik. Narasumber berasal dari dosen IAHN Gde Pudja Mataram, antara lain Drs. Ida Bagus Hery Juniawan, M.Si., Ni Komang Wiasti, M.Pd.H, Dr. I Made Agus Yudhi Arsana, Ida Bagus Benny Surya Adi Permana, M.I.KOM, dan Ida Kade Suparta, M.Pd. Dalam sambutannya, Ketua LPPM juga mengutip ajaran Hindu Vidya Dadati Vinayam, Vinaya Dadati Patrata, yang menekankan bahwa pengetahuan melahirkan kehalusan budi dan kelayakan diri. Nilai ini sangat relevan dengan tujuan pelatihan, yaitu mencetak insan akademik yang berintegritas, disiplin, dan inovatif. Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.M.A., S.E., M.Si., M.Pd., menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas keilmuan Hindu Nusantara di tengah arus globalisasi. Rektor menyampaikan bahwa Aksara Bali tidak hanya sebagai sarana komunikasi tertulis, tetapi juga menyimpan nilai spiritual, etika, dan filosofi kehidupan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. IAHN Gde Pudja Mataram, melalui LPPM dan unit-unit pendukungnya, terus mendorong riset dan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal, termasuk digitalisasi aksara dan naskah tradisional agar tetap relevan di era modern dan kecerdasan buatan. Pelatihan Aksara Bali ini menjadi wujud nyata bahwa kampus tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menginovasi untuk menjawab tantangan zaman. Diharapkan, pelatihan ini dapat mencetak generasi peneliti, pendidik, dan pegiat budaya yang mampu mengangkat aksara Bali sebagai kekayaan intelektual bangsa sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di tingkat nasional maupun global. By: P26

Image
Minggu, 25 Januari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM TEGASKAN KOMITMEN PELESTARIAN BUDAYA MELALUI AKSARA BALI

Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan dan pelestarian budaya Nusantara melalui Pelatihan Aksara Bali, yang dibuka oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.M.A., S.E., M.Si., M.Pd., pada Minggu, 25 Januari 2026, di Ruang Pertemuan Lantai 2. Kegiatan yang merupakan program PKM Mandiri ini merupakan hasil kolaborasi antara Unit Pusat Kajian Lontar, Unit Publikasi, dan Unit Moderasi Beragama, diketuai Ida Bagus Heri Juniawan, dengan sekretaris Ida Kade Supartha, serta bekerja sama dengan PSN Koordinator Wilayah NTB. Program diikuti 20 peserta, para Pinandita PSN NTB, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan setiap Hari Minggu pukul 15.00 WITA. Sebelum dimulai kegiatan diawali dengan Upakara matur piuning di Pura Saraswati IAHN Gde Pudja Mataram. Pelatihan menghadirkan materi Aksara Bali, Sansekertha (Deva Nagari), Wariga, Meditasi, dan Sehe (Dharma Gita), dengan metode teori dan praktik. Narasumber berasal dari dosen IAHN Gde Pudja Mataram, antara lain Drs. Ida Bagus Hery Juniawan, M.Si., Ni Komang Wiasti, M.Pd.H, Dr. I Made Agus Yudhi Arsana, Ida Bagus Benny S, M.I.KOM, dan Ida Kade Suparta, M.Pd. Ketua Panitia Ida Bagus Heri Juniawan, M.Si menyampaikan bahwa program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan menulis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan nilai tradisi, spiritual, dan etika Aksara Bali. Setiap peserta diharapkan menjadi agen pelestarian budaya di lingkungan masing-masing, ujarnya. Ketua LPPM, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menekankan pelatihan ini juga membentuk karakter akademik berlandaskan nilai-nilai Hindu. Rektor Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata menambahkan, Aksara Bali bukan hanya sarana komunikasi tertulis, tetapi menyimpan nilai spiritual, etika, dan filosofi kehidupan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa Aksara Bali merupakan warisan adiluhung peradaban Hindu Nusantara yang tidak hanya berfungsi sebagai sistem tulisan, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, etika, estetika, serta filosofi kehidupan. Setiap guratan aksara menyimpan pengetahuan suci dan sastra yang diwariskan oleh para leluhur. Rektor juga menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas keilmuan Hindu Nusantara di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi. Pengetahuan, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai dharma. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan Hindu yang berakar pada kearifan lokal, moderasi beragama, serta nilai-nilai kebangsaan. Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para Pinandita dalam mendukung pelaksanaan tugas keagamaan serta penguatan spiritualitas umat Hindu di Nusa Tenggara Barat. BY:P26

Image
Jumat, 23 Januari 2026
STRENGTHENING TRI DHARMA OUTCOMES: IAHN GDE PUDJA MATARAM DISSEMINATES INSTITUTIONAL GUIDELINES

Mataram In an effort to enhance the quality and impact of academic outputs, the Institute for Research and Community Service (LPPM) of the State Institute of Hindu Religion (IAHN) Gde Pudja Mataram organized a dissemination program on institutional guidelines covering Research, Community Service, and Community-Based Student Program (KKN). The activity was held on Thursday, 22 January 2026, at the Second Floor Meeting Hall of the Rectorate Building, IAHN Gde Pudja Mataram. The program brought together institutional leaders and faculty members as key stakeholders in the implementation of the universitys Tri Dharma. Beyond introducing procedural frameworks, the dissemination emphasized the strategic role of standardized guidelines in producing measurable, accountable, and impactful academic outputs. Through this initiative, the university reinforced the importance of aligning research and community service activities with institutional priorities, societal needs, and sustainable development goals. The guidelines are designed to support the production of high-quality research proposals, increased scholarly publications, applicable innovations, and community empowerment programs that generate tangible benefits for society. Under the leadership of Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., LPPM continues to position itself as a driving force in improving the effectiveness of research and community engagement. Faculty members are encouraged to implement the guidelines consistently to ensure that academic activities result in relevant outputs, strong social impact, and increased institutional visibility at both national and international levels. At the leadership level, the dissemination reflects the Rectors expectation that all research, community service, and KKN activities at IAHN Gde Pudja Mataram are implemented in a more integrated, accountable, and outcome-driven manner. By ensuring a shared understanding of LPPM guidelines, the university aims to strengthen academic quality, enhance institutional performance, and maximize the social relevance of its academic contributions to the wider community. As an expected outcome, the dissemination program is projected to lead to a significant improvement in the quality and quantity of research and community service outputs, including competitive research grants, peer-reviewed publications, applied research products, and structured KKN programs responsive to real community challenges. In the long term, these outcomes are anticipated to reinforce IAHN Gde Pudja Matarams role as a center for academic excellence, religious moderation, and community-based development. The activity concluded in a conducive and collaborative atmosphere, marking an important step toward strengthening institutional governance and ensuring the sustainable implementation of the Tri Dharma of Higher Education. BY:DKS