background

RILIS BERITA

Berita Utama


Berita Terbaru

Image
Jumat, 30 Januari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM AND RBKS PROMOTE DHARMA-BASED DIGITAL LITERACY THROUGH CONTENT CREATOR TRAINING

Mataram Responding to the growing importance of digital media in shaping public discourse, the Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, in collaboration with Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS), organized a Content Creator Training as an effort to strengthen media literacy and disseminate Dharma values in the digital era. The activity was held on Friday, 30 January 2026, at the 3rd Floor Meeting Hall of the Rectorate Building, IAHN Gde Pudja Mataram, and was attended by 100 participants. The training was officially opened by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram and attended by officials within the IAHN Gde Pudja Mataram academic community as well as leaders of Hindu organizations across Lombok. This activity reflects a shared commitment to building positive, ethical, and value-based digital spaces. In his opening address, the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., emphasized that social media should be viewed not merely as a source of entertainment, but as a creative space for constructing ideas that are meaningful and beneficial to society. He stated that content creators are expected to possess a balanced integration of intellectual, emotional, and spiritual intelligence, so that the content produced can educate, inspire, and uphold Dharma values in the digital public sphere. The training presented three competent speakers in their respective fields, namely Mrs. Nurzila Sahir, a content creator; Adeliena Noor Sayyida, a social media specialist; and Mr. Rosidi, a videographer and editor. Participants received comprehensive materials covering content creation strategies, copywriting techniques, video editing, and the use of artificial intelligence (AI) to support creative digital content production. The Chair of the Organizing Committee, Mrs. Made Sukini, A.Md.Keb., SH, explained that the activity was designed to equip participants with practical and relevant digital skills while maintaining ethical values and cultural sensitivity in content production. Meanwhile, the Chairperson of RBKS, Mrs. Ir. Ni Noman Sutrini Murti, MM, stated that the training was motivated by the increasing number of productive-age individuals who have not been absorbed into the formal employment sector. Therefore, informal and skills-based trainings such as this are considered strategic in empowering communities and opening alternative opportunities in the digital creative economy. Representing the Head of Hindu Community Guidance (Bimas Hindu) of West Nusa Tenggara Province, Mrs. Sriningsih, S.Ag., M.Pd., as the Hindu Community Guidance Officer of the Ministry of Religious Affairs of Mataram City, highlighted that the implementation of the governments Asta Protas agenda should not rely solely on conventional programs. According to her, digital media can serve as an effective and strategic platform to support and disseminate national priority programs in a broader and more innovative manner. The activity ran smoothly and was characterized by active participation, warm interaction, and constructive discussions. Through this training, IAHN Gde Pudja Mataram hopes to contribute to the development of competent, creative, and Dharma-oriented content creators who are able to utilize digital media responsibly for the benefit of society. BY:(DKS)

Image
Jumat, 30 Januari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM DAN RBKS GELAR PELATIHAN KONTEN KREATOR BERBASIS DIGITAL DAN BERETIKA.

Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram bekerja sama dengan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Pelatihan Konten Kreator Berbasis Digital, Jumat (30/1/2026), bertempat di Ruang IAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai unsur lembaga dan organisasi kepemudaan Hindu di NTB. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa konten digital pada era saat ini tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi telah berkembang sebagai media edukasi, pembentuk opini publik, dan penentu arah peradaban. Oleh karena itu, konten yang diproduksi harus mengedepankan nilai kebenaran, etika, dan tanggung jawab sosial. Dalam sambutannya Rektor mengutip sloka Hindu Satyam bruyat, priyam bruyat, na bruyat satyam apriyam yang mengajarkan pentingnya menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik dan bijaksana. Nilai ini, menurut beliau, sangat relevan bagi para konten kreator agar setiap karya digital tidak hanya benar secara informasi, tetapi juga membangun dan menyejukkan masyarakat. Selain itu, konsep Tri Kaya Parisudhaberpikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baikditekankan sebagai landasan etis dalam menciptakan konten digital. Sementara itu, dalam laporan Ketua Panitia Made Sumini, A.Md., Keb. ,SJ disampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan arus informasi digital yang membawa peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, media digital membuka ruang besar bagi kreativitas, literasi digital, dan penyebaran nilai-nilai Dharma. Namun di sisi lain, ruang digital juga rentan terhadap konten negatif seperti ujaran kebencian, penyalahgunaan narkoba, degradasi moral, dan perilaku menyimpang. Jika kita tidak ikut mewarnai ruang digital dengan konten positif, maka nilai-nilai luhur Dharma berpotensi tenggelam di tengah derasnya arus informasi, ujar Ketua Panitia. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang sebagai upaya strategis untuk meningkatkan literasi digital, peningkatan keterampilan teknis, serta menjadikan media sosial sebagai instrumen misi Dharma yang kreatif dan relevan bagi generasi muda Hindu. Pelatihan dengan teori dan praktik. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konten kreator, copywriting konten, teknik videografi menggunakan ponsel, serta pembuatan konten berbasis kecerdasan buatan (AI). Seluruh sesi dipandu oleh narasumber dan fasilitator yang berkompeten di bidangnya. Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, antara lain RBKS, penyuluh agama Hindu, Peradah, KMHDI, mahasiswa Universitas Mataram, mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram, serta perwakilan dari beberapa kabupaten/kota di NTB. Keberagaman latar belakang peserta diharapkan dapat memperkaya perspektif dan memperluas jejaring kolaborasi dalam pengembangan konten digital yang positif. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan RBKS dan IAHN Gde Pudja Mataram, serta partisipasi aktif berbagai organisasi keumatan Hindu, di antaranya PHDI Provinsi NTB, WHDI, PSN, ICHI, BDDN, SBI, Peradah, Prajaniti, KMHDI, dan Puskor NTB. Dalam sambuatannya ketua RBKS Ir. Ni Nyoman Sutrini Murti,MM menyampaikan bahwa Pelatihan Konten Kreator Berbasis Digital bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat melalui kolaborasi BDDN, IAHN, dan RBKS, dengan penekanan pada pentingnya karakter, kesehatan, dan pendidikan sebagai penjamin masa depan. Diharapkan, pelatihan ini mampu melahirkan konten kreator digital yang berkarakter, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Dharma, sehingga dapat menjadi penerang dan penyejuk di ruang digital. BY:DKS

Image
Jumat, 30 Januari 2026
KEMENAG GELAR BIMTEK APLIKASI DAN PEMUTAKHIRAN DATA PENERIMA KIP KULIAH PTKN TAHUN 2026

Jakarta Kementerian Agama (Kemenag) melalui PUSPENMA menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi dan Pemutakhiran Data Penerima KIP Kuliah On Going 20222025 bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 2830 Januari 2026, di Grand Orchard Hotel Kemayoran, Jakarta, dan diikuti operator KIP Kuliah PTKN se-Indonesia. Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman operator dalam penggunaan aplikasi KIP Kuliah serta memastikan akurasi dan validitas data penerima beasiswa. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram menugaskan Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, Ni Made Ayu Gempa Wati, S.Ag., M.Pd.H, untuk mengikuti kegiatan. Ia melaporkan bahwa proses import data 324 mahasiswa penerima KIP Kuliah on going telah berhasil diselesaikan, mempermudah pengelolaan dan penyaluran beasiswa, nantinya akan mempermudah juga khususnya bagi mahasiswa baru. Kepala PUSPENMA, Dr. Ruchman Basori, menekankan pentingnya administrasi tertib, data akurat, dan sinergi antara PUSPENMA dan PTKN untuk memastikan penyaluran KIP Kuliah tepat sasaran. Pada sesi penutupan, Ketua Tim KIP Kuliah, Organisasi Kemahasiswaan, dan Pemberdayaan Alumni, Dr. Amiruddin Kuba, menegaskan perlunya keseragaman pemahaman PTKN dalam pengelolaan KIP Kuliah. Ia menekankan bahwa mulai 2026, pengelolaan program berada di bawah PUSPENMA, penyaluran KIP Kuliah on going ditargetkan selesai Februari 2026, dan rekening mahasiswa penerima harus sesuai ketentuan karena penyaluran dilakukan melalui bank Himbara. Adapun hasil pembahasan dan kesimpulan yang disampaikan Ketua Tim Dr. Amiruddin antara lain: Pengelolaan Program KIP Kuliah berada di bawah koordinasi PUSPENMA sejak tahun 2026. Penyaluran dan pencairan KIP Kuliah on going tahun 2026 ditargetkan selesai pada Februari 2026. Pimpinan PTKN wajib menerbitkan SK Penetapan Mahasiswa Penerima KIP Kuliah tahun anggaran 2026 dan mengunggahnya ke aplikasi KIP Kuliah. Penyaluran KIP Kuliah tahun 2026 dilakukan melalui BSI, Bank Mandiri, BNI, dan BRI. PTKN wajib mengalokasikan anggaran pengelolaan KIP Kuliah untuk survei, monitoring, pembinaan, dan evaluasi. PTKN wajib melakukan pendataan jumlah mahasiswa penerima dan peminat KIP Kuliah tahun seleksi 20222025.Bimtek ini diharapkan mendorong seluruh PTKN menindaklanjuti hasil kegiatan secara serius, sehingga pengelolaan KIP Kuliah lebih tertib, akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi mahasiswa penerima. BY:P26

Image
Jumat, 30 Januari 2026
LPPM IAHN GDE PUDJA MATARAM DAN PUSPENMA KEMENAG RI TEKEN KERJA SAMA PENDANAAN RISET INDONESIA BANGKIT 2026

Jakarta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram dan Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama Republik Indonesia menjalin kerja sama strategis dalam pelaksanaan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit, The Ministry of Religious Affairs (MoRa) The Awakened Indonesia Research Funds (The Air Funds), MoRA The AIR Funds Tahun 2026. Berkas Perjanjian Kerja Sama tersebut ditandatangani pada Jumat (30/1/2026) oleh Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag. dan Kepala Puspenma Kementerian Agama, Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag. Kerja sama ini menjadi landasan hukum bagi pendanaan riset Indonesia Bangkit yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui rekomendasi Kementerian Agama. Program strategis ini bertujuan memperkuat ekosistem riset keagamaan yang berkualitas, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat. Siimbolis pemberkasan dari LPPM IAHN Gde Pudja Mataram dihadiri oleh Sekretaris LPPM Putu Gede Asnawa Dikta, S.Pd., M.Pd. Dr. Ruchman Basori menegaskan bahwa Program MoRA The AIR Funds merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam mendorong riset-riset unggulan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. Pendanaan ini diarahkan untuk mendukung riset yang memiliki urgensi tinggi, tata kelola yang baik, serta relevansi dengan kebutuhan pembangunan nasional, ungkapnya. Sementara itu, Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, menyampaikan kesiapan institusinya dalam mengelola pendanaan riset secara profesional dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa seluruh kegiatan riset akan dilaksanakan sesuai indikator kinerja, ketentuan pelaporan, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas keuangan. Perjanjian tersebut mengatur secara rinci mengenai ruang lingkup kerja sama, nilai dan mekanisme pencairan pendanaan, jangka waktu pelaksanaan riset selama 12 bulan setiap periode, hingga hak dan kewajiban masing-masing pihak. Seluruh proses pengajuan, pencairan, pelaporan, monitoring, dan evaluasi dilakukan melalui sistem informasi manajemen riset LPDP, pada platform eRISPRO. Selain itu, perjanjian ini juga mengatur ketentuan terkait hak kekayaan intelektual, penggunaan logo dan pengakuan pendanaan, mekanisme pengembalian sisa dana, serta sanksi apabila terjadi pelanggaran atau penyalahgunaan pendanaan. Melalui kerja sama ini, diharapkan riset-riset yang dihasilkan oleh IAHN Gde Pudja Mataram mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, serta penguatan moderasi dan pendidikan keagamaan di Indonesia. Perjanjian ini sebagai tindak lanjut pasca pengumuman lolos pendanaan riset Tim IAHN Gde Pudja Mataram oleh Puspenma Kemenag RI. Tim IAHN Gde Pudja Mataram merupakan tim yang pertama kali lolos mewakili Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) se-Indonesia. Periset IAHN Gde Pudja Mataram mengangkat topik riset Tata Kelola Widyalaya di Indonesia, dengan Ketua Tim Dr. I Wayan Agus Gunada, Prof. Dr. Gusti Ngurah Ketut Putera, S.Ag., M.Pd., Putu Gede Asnawa Dikta, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Ni Putu Kusuma Widiastuti, M.Pd. BY:A9

Image
Jumat, 30 Januari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM FINALIZES STRATEGIC PLAN 2025–2029 TO STRENGTHEN INSTITUTIONAL GOVERNANCE AND ACADEMIC QUALITY

IAHN GDE PUDJA MATARAM CONDUCTED THE FINALIZATION OF ITS STRATEGIC PLAN (Renstra) for the 20252029 period on Thursday, 29 January 2026. The activity was held in the second-floor meeting room of the Rectorate Building and attended by institutional officials of IAHN Gde Pudja Mataram, along with the Chairperson of the Hindu Organization of West Nusa Tenggara (NTB) Province. The meeting was chaired and facilitated by I Komang Widya Purnama Yasa, M.I.Kom., who led the discussion process to ensure the completeness and coherence of the Strategic Plan document in accordance with institutional needs and prevailing regulations. The Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd.. in his introductory remarks, emphasized that the preparation of the Strategic Plan is a strategic necessity for the institution. He explained that the Renstra serves as a policy guideline and reference framework for institutional development over a five-year period, covering academic, administrative, and governance aspects in a structured and measurable manner. The Rector further highlighted that one of the main objectives of drafting the Strategic Plan is to ensure curriculum quality and accountability. The Renstra is positioned as a shared reference and collective commitment for all academic units in implementing a curriculum that is accountable, standardized, and aligned with national higher education policies, while also supporting the achievement of institutional performance indicators. In addition, the Rector underlined the importance of establishing priority scales in program planning and implementation, particularly in response to budgetary limitations resulting from efficiency policies. He stated that clear prioritization is essential to ensure optimal use of available resources while maintaining the effectiveness of institutional programs and activities. During the discussion session, the meeting proceeded in a conducive and orderly manner. Participants actively provided input and constructive suggestions aimed at refining and strengthening the Strategic Plan document, particularly in terms of program relevance, feasibility, and alignment with institutional capacity. The finalization of the Strategic Plan 20252029 is expected to serve as an official guideline for IAHN Gde Pudja Mataram in implementing programs and activities, strengthening governance, and improving academic quality in a sustainable and accountable manner. BY: (DKS)

Image
Kamis, 29 Januari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM FINALISASI RENSTRA 2025–2029 SEBAGAI ARAH KEBIJAKAN DAN PENGUATAN TATA KELOLA KAMPUS

Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan Finalisasi Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Tahun 20252029 pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan lantai 2 Gedung Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram dan dihadiri oleh para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan kampus serta para Ketua Organisasi Hindu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan finalisasi ini diketuai dan dipandu oleh I Komang Widya Purnama Yasa, M.I.Kom., yang mengarahkan jalannya pembahasan agar dokumen Renstra yang disusun memiliki kesesuaian antara visi, arah kebijakan, dan kemampuan institusi. Dalam pengantarnya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menegaskan bahwa Rencana Strategis merupakan dokumen perencanaan jangka menengah yang berfungsi sebagai pedoman utama pengembangan institusi selama lima tahun. Renstra tidak hanya memuat arah kebijakan dan program prioritas, tetapi juga menjadi instrumen pengendali mutu, akuntabilitas kinerja, serta konsistensi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Rektor menjelaskan bahwa penyusunan Renstra menjadi sangat penting karena menjadi acuan bersama bagi seluruh unit kerja dalam merancang dan melaksanakan program. Melalui Renstra, setiap kebijakan dan kegiatan kampus diharapkan berjalan terarah, terukur, dan selaras dengan visi institusi, sekaligus mampu menjawab tantangan perubahan lingkungan strategis pendidikan tinggi keagamaan. Dalam penyusunannya, Renstra IAHN Gde Pudja Mataram 20252029 mengacu pada berbagai regulasi dan kebijakan nasional, antara lain Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ,kebijakan Kementerian Agama, renstra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, standar pendidikan tinggi, serta visi dan misi IAHN Gde Pudja Mataram.Selain itu, Renstra juga diselaraskan dengan hasil evaluasi diri institusi, kebutuhan pengembangan kurikulum, serta kapasitas dan sumber daya yang dimiliki kampus. Salah satu poin yang mendapat penekanan adalah bahwa Renstra disusun untuk memastikan mutu dan akuntabilitas kurikulum. Dokumen ini menjadi rujukan sekaligus komitmen bersama dalam menjaga relevansi kurikulum, capaian pembelajaran, dan kualitas lulusan. Rektor juga menyoroti pentingnya penetapan skala prioritas program, mengingat keterbatasan anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi, sehingga perencanaan harus dilakukan secara realistis dan strategis. Memasuki sesi diskusi, suasana berlangsung kondusif dan konstruktif. Para peserta aktif memberikan masukan dan saran guna menyempurnakan dokumen Renstra, terutama terkait penajaman program prioritas, indikator kinerja, dan keberlanjutan pelaksanaan kebijakan. Sebagai luaran, kegiatan ini menghasilkan dokumen Renstra IAHN Gde Pudja Mataram Tahun 20252029 yang siap ditetapkan sebagai pedoman resmi institusi. Dokumen tersebut akan menjadi dasar perencanaan program, penyusunan anggaran, pengendalian kinerja, serta evaluasi capaian institusi dalam lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat tata kelola dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Hindu. BY:(DKS)