background

RILIS BERITA

Berita Utama


Berita Terbaru

Image
Rabu, 11 Februari 2026
REKTOR IAHN GDE PUDJA MATARAM PERKUAT INOVASI LPPM MELALUI SINERGI STRATEGIS DENGAN KEMENKUM NTB

Mataram, 11 Pebruari 2026 Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma.SE., M.Si., M.Pd., menegaskan komitmennya dalam memperkuat inovasi dan perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di lingkungan kampus melalui sinergi strategis bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan kunjungan dan koordinasi Kanwil Kementerian Hukum NTB yang berlangsung pada Rabu, 11 Pebruari 2026, bertempat di Ruang Senat IAHN Gde Pudja Mataram. Pertemuan ini membahas pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual sebagai wadah perlindungan dan pengelolaan hasil riset serta inovasi sivitas akademika. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa inovasi merupakan ruh perguruan tinggi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) disebutnya sebagai garda terdepan dalam melahirkan karya ilmiah, penelitian, serta produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. IAHN Gde Pudja Mataram siap memperkuat inovasi berbasis riset dan pengabdian. Dukungan Kementerian Hukum melalui pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual menjadi langkah konkret untuk memastikan setiap karya sivitas akademika terlindungi secara hukum dan memiliki nilai keberlanjutan, ujar Prof. Wayan Wirata. Rektor juga menekankan bahwa penguatan Sentra KI sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam peningkatan mutu penelitian dan hilirisasi hasil riset. Menurutnya, budaya akademik harus dibangun tidak hanya produktif dalam menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kesadaran hukum terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. Sementara itu, Kepala LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menyampaikan kesiapan LPPM untuk bersinergi aktif dengan Kanwil Kementerian Hukum NTB dalam proses pembentukan dan penguatan Sentra KI. Ia menjelaskan bahwa potensi luaran penelitian dosen dan inovasi mahasiswa di IAHN Gde Pudja Mataram sangat besar dan perlu difasilitasi secara sistematis. Sinergi ini akan memperkuat tata kelola perlindungan karya ilmiah, buku, produk inovasi, maupun karya seni yang dihasilkan sivitas akademika. Dengan pendampingan dari Kementerian Hukum, kami optimis Sentra KI dapat berjalan efektif dan berkelanjutan, ungkapnya. Pihak Kanwil Kementerian Hukum NTB dalam kesempatan tersebut menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan teknis, edukasi, serta fasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual guna mendukung peningkatan kualitas inovasi di perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram menegaskan langkah strategis dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berdaya saing, terlindungi secara hukum, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. BY:P26

Image
Rabu, 11 Februari 2026
KUNJUNGAN KERJA KEMENTERIAN HUKUM KE IAHN GDE PUDJA MATARAM DALAM RANGKA PEMBENTUKAN SENTRA KEKAYAAN INTELEKTUAL

Mataram, 11 Pebruari 2026 Kantor Wilayah Kementerian Hukum Republik Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram dalam rangka koordinasi pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual (KI). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Pebruari 2026, bertempat di Ruang Senat IAHN Gde Pudja Mataram. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem riset, inovasi, dan perlindungan Kekayaan Intelektual di lingkungan akademik. Rombongan Kanwil Kementerian Hukum NTB dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah dan diterima langsung oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, jajaran pimpinan, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB menyampaikan komitmen untuk memberikan pendampingan, fasilitasi, serta dukungan teknis dalam proses pembentukan dan penguatan Sentra KI. Pembentukan Sentra KI dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan, sekaligus memberikan perlindungan hukum terhadap hasil karya sivitas akademika. Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma.SE., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta dukungan Kanwil Kementerian Hukum NTB. Beliau menegaskan bahwa pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual merupakan langkah penting dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset dan inovasi. Sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri, IAHN Gde Pudja Mataram memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam menghasilkan karya ilmiah, inovasi, serta produk intelektual yang bermanfaat bagi masyarakat dan perlu dilindungi secara hukum. Rektor juga menekankan bahwa penguatan Sentra KI sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam perspektif filosofi Hindu, langkah ini selaras dengan ajaran Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Sementara itu, Kepala LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas luaran penelitian dosen serta inovasi sivitas akademika. Ia menjelaskan bahwa LPPM sebagai motor penggerak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memiliki peran sentral dalam mendorong lahirnya karya-karya ilmiah, buku, produk inovasi, maupun karya seni yang berpotensi memperoleh perlindungan Kekayaan Intelektual. . Dr. Sinar Ayu Ratna Dewi juga menyampaikan bahwa selama ini potensi kekayaan intelektual di lingkungan IAHN Gde Pudja Mataram cukup besar, namun masih memerlukan penguatan sistem pendampingan, literasi KI, serta tata kelola administrasi yang terintegrasi. Dengan adanya Sentra KI, diharapkan proses identifikasi, pendaftaran, hingga komersialisasi hasil penelitian dapat berjalan lebih optimal dan terarah. Beliau menegaskan kesiapan LPPM untuk bersinergi dengan Kanwil Kementerian Hukum NTB dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada dosen serta mahasiswa, sehingga kesadaran akan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual semakin meningkat. Sentra KI diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan administratif, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun budaya inovasi dan perlindungan karya akademik secara berkelanjutan. Kegiatan koordinasi ini berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di IAHN Gde Pudja Mataram. Kunjungan kerja ini menjadi awal kerja sama yang produktif dan berkelanjutan antara Kanwil Kementerian Hukum NTB dan IAHN Gde Pudja Mataram dalam mendukung penguatan riset, inovasi, dan perlindungan hukum atas karya intelektual demi kemajuan daerah dan bangsa. BY:P26

Image
Minggu, 08 Februari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM GELAR PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN BANTEN PIODALAN ALIT

Mataram Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bekerjasama dengan UKM Upakara dan Sarathi Banten Indonesia (SBI) Provinsi NTB menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pembuatan Banten Piodalan Alit Berbasis Tattwa dan Tata Cara pada Minggu, 8 Pebruari 2026, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 IAHN Gde Pudja Mataram. Pelatihan ini akan dilaksanakan setiap hari Minggu dan berakhir pada 31 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Sarati Banten Indonesia (SBI) dan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan pemahaman pelaku upacara Hindu dalam pelaksanaan yadnya yang benar, sederhana, dan bermakna. Ketua Panitia Ni Nengah Sudarsini, M.Pd.H., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini serta berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan yadnya. Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S.,M.Ag. menegaskan bahwa pembuatan banten harus dilandasi pemahaman tattwa, susila, dan tata cara yang benar, sehingga yadnya tidak berhenti pada formalitas, tetapi menjadi sarana peningkatan kesadaran spiritual umat. Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang tattwa, ritual, dan praktik pembuatan banten, yaitu Ida Pedande Gde Wayan Gunung, Ida Pandita Rai Padmi, Dr. Desak Putu Sari Dewi, S.S., M.Pd.H., Pinandita Ni Komang Wiasti, M.Pd.H., serta narasumber dari Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), Pinandita Desak Lilis Suryana. Para narasumber menyampaikan materi terkait makna filosofis banten piodalan alit, tata cara penyusunan banten yang sesuai sastra, serta praktik langsung pembuatan banten yang sederhana, efektif, dan tetap menjaga kesakralan yadnya. Dalam sambutannya, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi antara LPPM, SBI, PSN, narasumber, dan peserta. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam pelestarian tradisi keagamaan Hindu, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia umat Hindu. Melalui kegiatan ini, IAHN Gde Pudja Mataram berharap peserta dari SBI dan PSN dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan beragama sehari-hari, sehingga pelaksanaan yadnya menjadi lebih sadar makna, sederhana, dan beberkelanjutan. BY:P26

Image
Sabtu, 07 Februari 2026
APRESIASI KOLABORASI, REKTOR IAHN SERAHKAN CINDERAMATA DAN PIAGAM KEPADA INTI NTB DAN BPDS PADA KEGIATAN GREEN DHARMA

Mataram, 7 Februari 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan Green Dharma bertema Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Suci Tumpek Uye sekaligus kelanjutan dari program Green Dharma sebelumnya, sebagai wujud nyata dukungan terhadap Asta Protas Kementerian Agama serta kontribusi institusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan yang berlangsung di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Cakranegara ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mandiri yang dikelola oleh Program Studi Manajemen Ekonomi IAHN Gde Pudja Mataram, dengan I Gede Bayu Wijaya, M.M. sebagai ketua panitia. Program ini mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa, sekaligus mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pada aspek pengabdian dosen dan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus. Kegiatan Green Dharma terselenggara melalui kolaborasi antara IAHN Gde Pudja Mataram, INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa) NTB, dan BPDAS NTB. Sinergi dengan mitra eksternal ini memperkuat jejaring kerja sama institusional serta selaras dengan penguatan IKU kolaborasi dan kemitraan strategis. Peserta kegiatan meliputi seluruh ASN IAHN Gde Pudja Mataram, mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan, perwakilan INTI NTB dan BPDAS Dodokan Moyosari, pimpinan organisasi Hindu di NTB, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Keterlibatan lintas unsur ini memperkuat dampak sosial kegiatan dan relevansinya bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan acara seremonial yang secara resmi dibuka oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa memuliakan Ibu Pertiwi tidak cukup hanya melalui doa, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata seperti penanaman pohon dan sikap welas asih kepada seluruh makhluk hidup. Pesan tersebut sejalan dengan sloka: Om Sarve bhavantu sukhinah, Sarve santu niramayah, Sarve bhadrani pasyantu, Ma kascid duhkha bhag bhavet. Ketua Krama Pura Dalem Swasta Pranawa menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian IAHN Gde Pudja Mataram beserta para mitra terhadap pelestarian lingkungan di kawasan pura. Sementara itu, Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan Green Dharma merupakan praktik nyata ajaran agama Hindu yang sekaligus memperkuat kinerja institusi dalam pengabdian kepada masyarakat serta mendukung Asta Protas Kementerian Agama dan SDGs. Perwakilan INTI NTB, Sang Joko Wijonarko, dalam sambutannya menyampaikan komitmen INTI untuk terus mendukung kegiatan pelestarian lingkungan, penghijauan, serta berbagai kegiatan sosial sebagai bagian dari upaya membangun harmoni sosial dan ekologis. Sebagai penutup rangkaian seremonial, Rektor IAHN Gde Pudja Mataram menyerahkan piagam penghargaan dan cinderamata kepada perwakilan INTI NTB Alwan S Thio dan Sang Joko Wijonarko, perwakilan BPDAS Dodokan Moyosari sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan Green Dharma. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan pura serta pelepasan puluhan ekor burung. Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan kolaborasi yang solid antara civitas akademika, mitra, dan masyarakat, serta memperkuat kontribusi IAHN Gde Pudja Mataram dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. BY:P26

Image
Sabtu, 07 Februari 2026
IAHN GDE PUDJA MATARAM PLANTS TREES AND RELEASES BIRDS IN GREEN DHARMA MOVEMENT FOR MOTHER EARTH

Mataram, 7 February 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram continued its Green Dharma initiative through the theme Bhakti Pertiwi for Nusantara Jaya as part of the sacred observance of Tumpek Uye, a holy day dedicated to honoring animals and the natural world. Held on Saturday, 7 February 2026, the activity also served as a continuation of the Green Dharma program conducted the previous day and demonstrated the institutes commitment to supporting the Asta Protas of the Ministry of Religious Affairs and the Sustainable Development Goals (SDGs). The activity took place at Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Cakranegara, and was implemented as a Community Service program managed by the Economics Management Study Program of IAHN Gde Pudja Mataram. The program was chaired by I Gede Bayu Wijaya, M.M., and carried out in collaboration with INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa) of West Nusa Tenggara and BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) NTB. Participants included all civil servants (ASN) within IAHN Gde Pudja Mataram, a number of students who also served as the organizing committee, representatives of INTI and BPDAS, leaders of Hindu organizations in NTB, religious figures, and local community leaders. This broad participation reflected strong institutional synergy and community support for environmental conservation initiatives. The main activities consisted of tree planting in the temple area and the release of dozens of birds, symbolizing compassion, harmony, and responsibility toward all living beings. These actions embodied the spirit of Bhakti Pertiwi, expressing devotion to Mother Earth through concrete and sustainable practices. The event began with a ceremonial session officially opened by the Rector of IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd.. In his address, the Rector emphasized that honoring Mother Earth should not be limited to prayers alone, but must be manifested through ethical behavior and real actions, such as planting trees and showing compassion toward all of Gods creations. He related this message to the universal Hindu prayer: Om Sarve bhavantu sukhinah,Sarve santu niramayah, Sarve bhadrani pasyantu,Ma kascid duhkha bhag bhavet, Which expresses the hope that all beings may be happy, healthy, see goodness everywhere, and be free from suffering. The Head of Krama Pura Dalem Swasta Pranawa warmly welcomed the initiative and expressed sincere appreciation for the concern and positive contribution shown through the activity. He noted that such programs not only preserve the sanctity of the temple environment but also strengthen communal awareness of environmental responsibility. Meanwhile, Head of LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., stated that the Green Dharma activity represents a concrete implementation of Hindu religious teachings while simultaneously supporting the Asta Protas of the Ministry of Religious Affairs and contributing to the achievement of the SDGs, particularly in the areas of environmental sustainability and social harmony. Representing INTI NTB, Mr. Sang Joko Wijonarko expressed his organizations commitment to continuously supporting environmental conservation efforts, including greening programs and other social activities, which form an integral part of INTIs mission. At the end of the ceremonial session, prior to the tree planting and bird release, souvenirs in the form of appreciation awards were presented to representatives of INTI, symbolically received by Mr. Sang Joko Wijonarko, and to BPDAS NTB as a token of gratitude for their collaboration and support. Overall, the Green Dharma activity ran smoothly and was marked by a warm, friendly atmosphere, reflecting strong cooperation between academic institutions, community organizations, and local stakeholders. Through this initiative, IAHN Gde Pudja Mataram reaffirmed its role not only as a center of academic excellence, but also as an institution actively engaged in fostering spiritual values, environmental awareness, and harmonious community relations. BY:(DKS)

Image
Sabtu, 07 Februari 2026
GREEN DHARMA DUKUNG ASTA PROTAS DAN SDGS, IAHN GDE PUDJA MATARAM TANAM POHON DAN LEPAS BURUNG

Mataram, 7 Februari 2026 Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram melaksanakan kegiatan Green Dharma bertema Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya pada Sabtu, 7 Februari 2026, sebagai rangkaian peringatan Hari Suci Tumpek Uye dan kelanjutan dari kegiatan Green Dharma sebelumnya. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap Asta Protas Kementerian Agama serta kontribusi institusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan yang berlangsung di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Cakranegara ini merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mandiri yang dikelola oleh Program Studi Manajemen Ekonomi IAHN Gde Pudja Mataram, dengan Bapak I Gede Bayu Wijaya, M.M., sebagai ketua panitia. Program ini mencerminkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa, sekaligus mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pada aspek pengabdian dosen dan pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus. Kegiatan Green Dharma terselenggara melalui kolaborasi antara IAHN Gde Pudja Mataram, INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa) NTB, dan BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) NTB. Sinergi dengan mitra eksternal ini memperkuat jejaring kerja sama institusional dan selaras dengan penguatan IKU kolaborasi dan kemitraan strategis. Peserta kegiatan meliputi seluruh ASN IAHN Gde Pudja Mataram, mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan, perwakilan INTI dan BPDAS, pimpinan organisasi Hindu NTB, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Keterlibatan lintas unsur ini memperkuat dampak sosial kegiatan dan relevansinya bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan acara seremonial yang secara resmi dibuka oleh Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd.. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa memuliakan Ibu Pertiwi tidak cukup hanya melalui doa-doa, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti penanaman pohon dan sikap welas asih kepada seluruh makhluk hidup. Pesan tersebut sejalan dengan sloka: Om Sarve bhavantu sukhinah, Sarve santu niramayah, Sarve bhadrani pasyantu, Ma kascid duhkha bhag bhavet. Ketua Krama Pura Dalem Swasta Pranawa menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian IAHN Gde Pudja Mataram dan para mitra terhadap pelestarian lingkungan pura. Sementara itu, Ketua LPPM IAHN Gde Pudja Mataram, Ibu Dr. Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi, S.S., M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan Green Dharma merupakan praktik nyata ajaran agama Hindu yang sekaligus memperkuat kinerja institusi dalam pengabdian kepada masyarakat serta mendukung Asta Protas Kementerian Agama dan SDGs. Perwakilan dari INTI NTB, Bapak Sang Joko Wijonarko, dalam sambutannya menyampaikan komitmen INTI untuk terus mendukung kegiatan pelestarian lingkungan, penghijauan, dan kegiatan sosial lainnya sebagai bagian dari misi organisasi dalam membangun harmoni sosial dan ekologis. Sebagai penutup rangkaian seremonial, dilakukan penyerahan cinderamata penghargaan kepada perwakilan INTI NTB dan BPDAS NTB sebelum dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan pura dan pelepasan puluhan ekor burung. Kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh keakraban, mencerminkan kolaborasi yang solid antara civitas akademika, mitra, dan masyarakat, serta memperkuat kontribusi IAHN Gde Pudja Mataram dalam pencapaian kinerja institusi dan pembangunan berkelanjutan. BY: (DKS)